Baubau, 22 Oktober 2026 — Universitas Muslim Buton telah melaksanakan kegiatan Kajian Aswaja dengan mengangkat tema “Aswaja dan Manajemen Utang Piutang: Utang Bukan Sekadar Angka, Piutang Bukan Sekadar Hak”, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kajian ini menghadirkan Ibu Catur Wulandari, S.E., M.E., sebagai narasumber, yang membahas pentingnya pengelolaan utang piutang secara bijaksana, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa utang piutang bukan sekadar persoalan transaksi keuangan atau hubungan antara pihak yang meminjam dan pihak yang memberikan pinjaman. Lebih dari itu, utang piutang merupakan bagian dari hubungan sosial yang mengandung nilai kepercayaan, tanggung jawab, kejujuran, dan amanah. Oleh karena itu, setiap individu yang melakukan transaksi utang piutang harus memahami kewajiban serta hak masing-masing pihak agar hubungan tersebut tetap terjaga dengan baik.
Utang dipandang sebagai amanah yang harus dipenuhi dan dipertanggungjawabkan. Seseorang yang menerima pinjaman memiliki kewajiban moral untuk berusaha melunasi utangnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Sementara itu, pihak yang memberikan pinjaman juga diharapkan mengedepankan sikap bijaksana, keadilan, dan kepedulian terhadap kondisi pihak yang berutang. Dengan demikian, pengelolaan utang piutang tidak hanya berorientasi pada kepentingan materi, tetapi juga mencerminkan akhlak dan integritas seseorang.
Kajian ini turut menegaskan bahwa pelanggaran terhadap amanah dalam utang piutang dapat menimbulkan konsekuensi moral dan keagamaan yang serius. Dalam perspektif Islam, kesengajaan mengingkari kewajiban membayar utang, padahal seseorang mampu melunasinya, merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Sebaliknya, memberikan kelonggaran kepada pihak yang mengalami kesulitan pembayaran merupakan bentuk kepedulian dan kebajikan yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muslim Buton berupaya memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai penerapan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas ekonomi dan pengelolaan keuangan. Nilai amanah, keadilan, keseimbangan, serta tanggung jawab diharapkan menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan berintegritas.
Kajian Aswaja ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta bahwa utang bukan sekadar angka yang harus dilunasi, dan piutang bukan sekadar hak yang harus dituntut, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab, kejujuran, dan kebijaksanaan. Dengan mengamalkan prinsip-prinsip tersebut, sivitas akademika Universitas Muslim Buton diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, sosial, dan profesional.






