Baubau, 12 Agustus 2026 — Biro ICT dan KSM-MBKM Universitas Muslim Buton (UMU Buton) bersama Panitia KSM-MBKM Angkatan IV Tahun 2026 menyelenggarakan rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi–Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KSM-MBKM) Angkatan IV Tahun 2026, Rabu, 12 Agustus 2026.
Rapat evaluasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya untuk meninjau secara menyeluruh pelaksanaan program KSM-MBKM Angkatan IV, khususnya dalam mengidentifikasi berbagai kendala, kekurangan, serta aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki dalam penyelenggaraan program. Selain itu, pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk merumuskan langkah strategis agar pelaksanaan KSM-MBKM pada tahun-tahun mendatang dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa, masyarakat, maupun institusi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro ICT dan KSM-MBKM Universitas Muslim Buton dan dilaksanakan bekerja sama dengan Panitia KSM-MBKM Angkatan IV Tahun 2026. Rapat turut dihadiri oleh Kepala Biro Akademik dan Pembelajaran, para Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan Universitas Muslim Buton, serta para kepala lembaga, termasuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Dalam rapat tersebut, peserta melakukan evaluasi terhadap berbagai tahapan penyelenggaraan KSM-MBKM Angkatan IV, mulai dari persiapan, pelaksanaan kegiatan di lapangan, pembimbingan mahasiswa, hingga proses penguatan kompetensi mahasiswa setelah kembali ke kampus. Berbagai kendala yang ditemukan selama pelaksanaan menjadi bahan pembahasan untuk mendapatkan solusi dan perbaikan pada penyelenggaraan program berikutnya.
Empat Klaster MBKM yang Diadopsi UMU Buton
Sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pemerintah menyediakan sembilan klaster kegiatan MBKM yang dapat dikembangkan oleh perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik institusi. Dari sembilan klaster tersebut, Universitas Muslim Buton mengadopsi empat klaster, yaitu Asistensi Mengajar, Membangun Desa, Magang, dan Wirausaha.
Namun, pada pelaksanaan KSM-MBKM Angkatan IV Tahun 2026, program yang dapat direalisasikan baru mencakup dua klaster, yakni Asistensi Mengajar dan Magang. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian penting yang dievaluasi dalam rapat, terutama berkaitan dengan kesiapan sumber daya, mitra, lokasi pelaksanaan, serta mekanisme penyelenggaraan program.
Evaluasi ini diharapkan tidak hanya berorientasi pada kekurangan pelaksanaan tahun berjalan, tetapi juga menjadi dasar untuk melakukan penguatan kelembagaan dan perencanaan yang lebih matang sehingga pada periode berikutnya UMU Buton dapat mengembangkan implementasi klaster MBKM secara lebih optimal.
KSM-MBKM Berlangsung Selama Empat Bulan
KSM-MBKM Angkatan IV Tahun 2026 dilaksanakan selama empat bulan, yang terdiri atas dua bulan pelaksanaan kegiatan di lapangan dan dua bulan pelaksanaan kegiatan di kampus.
Selama berada di lapangan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui pengalaman langsung pada lingkungan kerja maupun masyarakat sesuai dengan klaster kegiatan yang diikuti.
Setelah menyelesaikan kegiatan lapangan selama dua bulan, mahasiswa kembali ke kampus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan tatap muka sebanyak delapan kali pertemuan. Tahapan ini diarahkan untuk memperkuat berbagai kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Materi yang diberikan meliputi integrity skill, collaboration skill, critical thinking skill, communication skill, dan networking skill. Kelima aspek tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berintegritas, mampu bekerja sama, berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta membangun jejaring yang bermanfaat untuk pengembangan diri maupun institusi.
Perluasan KSM-MBKM hingga ke Tingkat Desa
Salah satu gagasan penting yang mengemuka dalam rapat evaluasi adalah perlunya perluasan lokasi pelaksanaan KSM-MBKM. Selama ini, pelaksanaan KSM-MBKM UMU Buton masih lebih banyak berpusat di lingkup Kota Baubau. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat diperluas hingga ke berbagai wilayah desa.
Perluasan tersebut dipandang penting karena KSM-MBKM tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas jejaring kelembagaan.
Dengan menjangkau desa-desa, mahasiswa diharapkan dapat berinteraksi secara lebih dekat dengan masyarakat dan turut berkontribusi dalam mengidentifikasi serta membantu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Di sisi lain, kehadiran mahasiswa dan program KSM-MBKM di wilayah pedesaan juga diharapkan menjadi salah satu media untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan Universitas Muslim Buton secara lebih luas hingga ke pelosok desa. Langkah tersebut sekaligus dapat membuka peluang terbentuknya kerja sama baru antara UMU Buton dengan pemerintah desa, lembaga masyarakat, dunia usaha, maupun berbagai pihak lainnya.
Menjadi Dasar Penguatan Program ke Depan
Rapat evaluasi KSM-MBKM Angkatan IV Tahun 2026 diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun perencanaan program pada periode berikutnya. Penguatan koordinasi antara Biro ICT dan KSM-MBKM, Biro Akademik dan Pembelajaran, program studi, lembaga terkait, panitia, dosen pembimbing, serta mitra kegiatan menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan program dapat berjalan lebih baik.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara terbuka dan konstruktif, UMU Buton berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan KSM-MBKM sehingga program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan akademik bagi mahasiswa, tetapi mampu menjadi wahana pembentukan kompetensi, pengalaman, karakter, jejaring, serta kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.
Ke depan, KSM-MBKM diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu program unggulan UMU Buton yang memiliki jangkauan lebih luas, melibatkan lebih banyak mitra, mengadopsi lebih banyak klaster MBKM, serta memberikan dampak yang lebih besar bagi mahasiswa, masyarakat, dan pembangunan daerah.
Universitas Muslim Buton — Membangun Generasi Unggul, Berintegritas, dan Berdaya Saing melalui Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat.






