KAJIAN ASWAJA UNIVERSITAS MUSLIM BUTON: “MENANG ITU PRESTASI, SPORTIF ITU HARGA DIRI”

MENANG ITU PRESTASI SPORTIF ITU HARGA DIRI

Pada tanggal 15 Oktober 2026, Universitas Muslim Buton menyelenggarakan kajian Aswaja dengan tema “Aswaja dalam Perspektif Olahraga: Menang Itu Prestasi, Sportif Itu Harga Diri” yang dibawakan oleh Bapak Gufran Asyhari, S.Pd., M.Pd. bertempat di Aula Universitas Muslim Buton. Kajian ini mengangkat pentingnya penanaman nilai-nilai keislaman, khususnya kejujuran, tanggung jawab, dan sportivitas, dalam aktivitas olahraga maupun kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Gufran Asyhari menekankan bahwa olahraga tidak semata-mata menjadi ajang untuk menunjukkan kekuatan fisik, keterampilan, dan kemampuan meraih kemenangan. Lebih dari itu, lapangan olahraga merupakan ruang pembentukan karakter yang menguji integritas, kedisiplinan, pengendalian diri, serta kemampuan seseorang dalam menjaga sikap ketika berada di bawah tekanan. Oleh karena itu, seorang olahragawan dituntut untuk bertanding secara jujur, mematuhi aturan, menghormati lawan, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil selama pertandingan.

Perspektif Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) memandang bahwa nilai-nilai akhlak harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas manusia, termasuk olahraga. Kemenangan yang diraih melalui cara yang tidak jujur tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan yang sesungguhnya. Sebaliknya, sikap sportif yang ditunjukkan dengan menghargai lawan, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, serta mengakui keunggulan pihak lain merupakan cerminan kematangan karakter dan kemuliaan akhlak.

Tema “Menang Itu Prestasi, Sportif Itu Harga Diri” menegaskan bahwa prestasi memang patut diperjuangkan, tetapi tidak boleh mengorbankan nilai-nilai moral. Seorang atlet yang berintegritas tidak hanya berusaha menjadi yang terbaik, tetapi juga mampu menjaga kehormatan diri, menghormati sesama, dan menjunjung tinggi keadilan dalam setiap kompetisi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pembentukan generasi yang unggul secara kemampuan sekaligus kokoh dalam akhlak dan tanggung jawab.

Melalui kajian ini, sivitas akademika Universitas Muslim Buton diharapkan dapat memahami bahwa semangat sportivitas tidak terbatas pada dunia olahraga, melainkan juga relevan dalam kehidupan akademik, organisasi, dan sosial. Kejujuran dalam berkompetisi, tanggung jawab terhadap tugas, serta sikap saling menghargai merupakan prinsip penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang berintegritas.

Kajian Aswaja ini menjadi pengingat bahwa kemenangan merupakan sebuah prestasi, tetapi kemampuan menjaga kejujuran, kehormatan, dan sportivitas adalah cerminan harga diri yang sesungguhnya. Dengan demikian, olahraga tidak hanya melahirkan individu yang kuat dan berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan bermasyarakat.

Tags :
Bagikan :