UMU Online, 24 September 2026 Penguatan kualitas akademik dan tata kelola program studi menjadi salah satu perhatian penting Universitas Muslim Buton dalam membangun pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Hal tersebut mengemuka dalam Leader Forum bertajuk “Bincang Akademik dan Nonakademik Bersama Ketua Program Studi” yang berlangsung di Ballroom Al-Munawwara, Universitas Muslim Buton, Kamis (24/9/2026).
Forum yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WITA tersebut menghadirkan La Ode Abdul Razak, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) UMU Buton, sebagai narasumber. Forum menjadi ruang dialog akademik sekaligus refleksi mengenai arah pengembangan Program Studi PKO, tata kelola program studi, perkembangan mahasiswa, kesiapan akreditasi, serta kontribusi pendidikan olahraga terhadap pembangunan masyarakat.
Dalam pemaparannya, La Ode Abdul Razak menjelaskan bahwa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga memiliki visi membangun sumber daya manusia olahraga yang unggul, berakhlakul karimah, dan berwawasan entrepreneurship. Visi tersebut menjadi pijakan dalam mengembangkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi olahraga, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa.
Menurutnya, pendidikan olahraga memiliki ruang pengabdian yang luas karena olahraga bukan hanya berkaitan dengan prestasi kompetitif, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat. Karena itu, arah pengembangan PKO salah satunya diwujudkan melalui semangat “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.”
Gagasan tersebut menempatkan lulusan PKO bukan semata-mata sebagai tenaga profesional di bidang kepelatihan, tetapi sebagai sumber daya manusia yang mampu menggerakkan budaya olahraga di tengah masyarakat. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan aktivitas olahraga, pembinaan prestasi, kebugaran masyarakat, pengelolaan kegiatan olahraga, hingga menciptakan peluang usaha yang berkaitan dengan industri olahraga.
La Ode Abdul Razak menegaskan bahwa visi Program Studi PKO tidak berdiri sendiri. Visi tersebut merupakan penjabaran dari visi institusi Universitas Muslim Buton dan visi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dengan demikian, arah pengembangan program studi harus tetap berada dalam satu garis kebijakan dengan arah strategis fakultas dan universitas.
Keselarasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui dokumen perencanaan program studi. PKO telah memiliki Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) sebagai instrumen untuk mengarahkan program kerja dan pengembangan program studi secara bertahap. Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa visi dan misi tidak berhenti sebagai pernyataan normatif, tetapi diterjemahkan ke dalam program, target, indikator, dan kegiatan yang dapat dievaluasi.
Dalam konteks penguatan kelembagaan, La Ode Abdul Razak juga menyoroti pentingnya pembangunan administrasi, manajemen, dan tata kelola program studi. Penguatan tersebut menjadi semakin penting seiring dengan tuntutan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang semakin menekankan akuntabilitas, dokumentasi, mutu, serta keterukuran kinerja.
Menurutnya, kesiapan menghadapi proses akreditasi tidak dapat dilakukan secara instan. Akreditasi harus dipahami sebagai bagian dari proses peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan. Karena itu, berbagai dokumen akademik, administrasi, sumber daya manusia, proses pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran program studi perlu dibangun dan dikelola secara sistematis.
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga UMU Buton sendiri telah memperoleh status akreditasi Baik, yang menjadi bagian dari capaian kelembagaan sekaligus tanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pada periode berikutnya. La Ode Abdul Razak menyampaikan bahwa capaian tersebut harus menjadi titik tolak untuk melakukan pembenahan lebih lanjut, bukan alasan untuk berhenti melakukan pengembangan.
Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Saat ini Program Studi PKO telah memiliki lima orang dosen dengan latar belakang pendidikan yang linier dengan bidang keilmuan program studi. Ketersediaan dosen yang sesuai dengan bidang keilmuan menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pembelajaran dan memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai standar yang berlaku.
Di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja, keberadaan dosen yang memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang sehat. Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, peneliti, pengabdi kepada masyarakat, sekaligus penggerak pengembangan potensi mahasiswa.
Perkembangan positif juga terlihat dari sisi mahasiswa. La Ode Abdul Razak menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa Program Studi PKO terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode awal berdirinya program studi. Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan olahraga sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi PKO untuk memperluas kontribusinya.
Namun, peningkatan jumlah mahasiswa juga membawa konsekuensi terhadap kualitas pengelolaan. Pertumbuhan harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan akademik, pembimbingan mahasiswa, kegiatan kemahasiswaan, fasilitas pembelajaran, serta pengembangan kompetensi lulusan. Dengan demikian, pertumbuhan kuantitatif dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas.
Dalam forum tersebut, pengembangan mahasiswa juga ditempatkan sebagai bagian utama dari keberhasilan program studi. Mahasiswa PKO diharapkan tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga membangun keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, kemampuan mengelola kegiatan, serta keberanian mengembangkan usaha berbasis olahraga.
Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter UMU Buton sebagai Entrepreneur University, yang berupaya mengintegrasikan kompetensi akademik dengan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan menciptakan peluang. Dalam konteks PKO, entrepreneurship dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, mulai dari jasa kepelatihan, pengelolaan klub olahraga, event olahraga, kebugaran, pembinaan atlet usia dini, hingga pengembangan usaha kreatif yang berkaitan dengan industri olahraga.
Bagi La Ode Abdul Razak, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana mempertahankan keberadaan Program Studi PKO, tetapi bagaimana menjadikannya sebagai program studi yang memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas mahasiswa dan pembangunan masyarakat. Pertumbuhan mahasiswa harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas lulusan sehingga mereka mampu hadir sebagai tenaga profesional sekaligus agen perubahan di bidang olahraga.
Leader Forum kemudian berkembang menjadi ruang refleksi bersama bahwa kemajuan sebuah program studi tidak hanya ditentukan oleh jumlah mahasiswa atau status akreditasi. Kemajuan juga ditentukan oleh konsistensi membangun tata kelola, kualitas dosen, relevansi pembelajaran, prestasi mahasiswa, keterhubungan dengan masyarakat, serta kemampuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan karakter.
Melalui forum tersebut, Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga UMU Buton memperlihatkan arah pengembangan yang bertumpu pada tiga kekuatan utama: mutu akademik, tata kelola yang semakin baik, dan pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada masa depan.
Dari ruang dialog Leader Forum, pesan yang mengemuka cukup jelas: pendidikan olahraga harus mampu bergerak melampaui ruang kelas. Ia harus hadir di tengah masyarakat, membangun budaya hidup sehat, mengembangkan prestasi, menciptakan peluang ekonomi, sekaligus membentuk manusia yang berkarakter.
UMU Online — Berilmu, Berakhlak, Berkarya untuk Negeri.






