Universitas Muslim Buton Perkuat Kompetensi Global Pegawai melalui Program Level Up Tuesday, ETP Bahas Self-Introduction dan Professional Profile

Universitas Muslim Buton Perkuat Kompetensi Global Pegawai melalui Program Level Up Tuesday

UMU Online-Baubau, 2 Juli 2026 UMU Buton terus memperkuat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing global melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan English Tutorial Program (ETP) Pegawai yang menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi Level Up Tuesday, dengan fokus pada peningkatan kemampuan komunikasi bahasa Inggris bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Al-Munawwara Universitas Muslim Buton ini diikuti oleh seluruh pegawai universitas, meliputi pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, kepala biro, kepala lembaga, kepala kantor, dekan fakultas, ketua program studi, serta unsur administratif lainnya. Program ini dipandu oleh Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd., yang membawakan materi lanjutan bertajuk “Self-Introduction and Professional Profile”, sebagai kelanjutan dari pembelajaran minggu sebelumnya.

Pelaksanaan English Tutorial Program merupakan bagian dari strategi institusional Universitas Muslim Buton dalam meningkatkan kualitas pelayanan akademik, memperkuat budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning), sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berinteraksi dalam lingkungan pendidikan tinggi yang semakin terdigitalisasi dan berorientasi internasional.

Di tengah meningkatnya tuntutan internasionalisasi pendidikan tinggi, kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris tidak lagi dipandang sebagai kompetensi tambahan (additional competence), melainkan telah menjadi kompetensi inti (core competency) bagi dosen maupun tenaga kependidikan. Bahasa Inggris berfungsi sebagai bahasa ilmu pengetahuan, teknologi, publikasi ilmiah, jejaring akademik internasional, serta komunikasi profesional lintas negara.

Universitas Muslim Buton memandang bahwa penguatan kompetensi bahasa Inggris harus dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh unsur sivitas akademika. Oleh karena itu, English Tutorial Program tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi program pengembangan kapasitas bagi seluruh pegawai universitas sebagai bagian dari reformasi budaya organisasi.

Melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif, komunikatif, dan kontekstual, peserta didorong untuk menggunakan bahasa Inggris dalam situasi profesional yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, baik dalam pelayanan akademik, administrasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kerja sama internasional.

Pada sesi pembelajaran kali ini, peserta mempelajari teknik memperkenalkan diri (self-introduction) secara profesional dalam berbagai situasi akademik dan kelembagaan. Materi tidak hanya berfokus pada pengenalan identitas pribadi, tetapi juga bagaimana membangun citra profesional melalui penyampaian informasi mengenai latar belakang pendidikan, bidang keahlian, pengalaman kerja, tanggung jawab jabatan, minat penelitian, hingga kontribusi terhadap institusi.

Dalam konteks pendidikan tinggi modern, kemampuan memperkenalkan diri secara efektif menjadi bagian penting dari kompetensi komunikasi profesional. Seorang dosen, misalnya, harus mampu memperkenalkan diri ketika menjadi narasumber seminar internasional, mengikuti konferensi akademik, melakukan presentasi penelitian, ataupun menjalin kolaborasi dengan mitra luar negeri. Demikian pula tenaga kependidikan dituntut mampu memberikan pelayanan kepada tamu internasional, mitra institusi, maupun mahasiswa asing dengan komunikasi yang jelas, sopan, dan profesional.

Materi juga menekankan pentingnya menyusun Professional Profile, yaitu kemampuan mendeskripsikan posisi, fungsi, kompetensi, dan kontribusi dalam organisasi menggunakan bahasa Inggris yang efektif. Kemampuan ini menjadi salah satu indikator kesiapan individu menghadapi ekosistem kerja global yang menuntut komunikasi lintas budaya.

Berbeda dengan pembelajaran konvensional yang lebih menekankan aspek gramatika, English Tutorial Program Universitas Muslim Buton mengadopsi pendekatan student-centered learning yang menempatkan peserta sebagai subjek utama pembelajaran.

Peserta dilibatkan secara aktif melalui berbagai aktivitas praktik, antara lain simulasi perkenalan diri, dialog berpasangan, presentasi singkat, latihan pengucapan (pronunciation), penguatan kosakata akademik (academic vocabulary), serta umpan balik langsung dari fasilitator. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan dalam situasi nyata.

Dr. La Ode Rasmin menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa tidak dapat berkembang secara optimal apabila hanya berorientasi pada teori. Oleh karena itu, seluruh peserta didorong untuk berani berbicara, melakukan kesalahan, menerima koreksi, dan terus meningkatkan kemampuan melalui praktik yang berkesinambungan.

Menurutnya, kemampuan komunikasi merupakan keterampilan yang dibangun melalui pembiasaan (habit formation), bukan sekadar penguasaan struktur bahasa. Semakin sering seseorang menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari, semakin tinggi pula tingkat kelancaran (fluency) dan kepercayaan dirinya.

Program English Tutorial Program merupakan salah satu instrumen strategis Universitas Muslim Buton dalam mendukung agenda transformasi kelembagaan. Penguatan kompetensi bahasa asing dipandang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang modern, profesional, dan berorientasi mutu.

Melalui program ini, universitas membangun budaya belajar yang tidak berhenti setelah seseorang menjadi dosen atau tenaga kependidikan. Sebaliknya, setiap pegawai didorong untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

Program pengembangan sumber daya manusia tersebut dikemas dalam gerakan Level Up Tuesday, yaitu inisiatif kelembagaan yang mendorong peningkatan kapasitas pegawai secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan, pembinaan kompetensi, penguatan literasi digital, pengembangan kepemimpinan, komunikasi profesional, hingga kemampuan bahasa asing.

Level Up Tuesday menjadi simbol komitmen Universitas Muslim Buton bahwa peningkatan kualitas institusi harus dimulai dari peningkatan kualitas manusianya. Perguruan tinggi yang unggul hanya dapat dibangun oleh sumber daya manusia yang memiliki semangat belajar, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus berkembang.

Penguatan kemampuan bahasa Inggris juga menjadi bagian dari strategi Universitas Muslim Buton dalam memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional. Kemampuan komunikasi global akan meningkatkan kesiapan dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, mengikuti konferensi internasional, mengembangkan riset kolaboratif, serta menjalin kemitraan akademik dengan berbagai institusi di luar negeri.

Bagi tenaga kependidikan, kemampuan tersebut akan meningkatkan kualitas layanan administrasi, memperkuat profesionalisme pelayanan publik, dan mendukung implementasi tata kelola universitas yang berstandar internasional.

Dalam era transformasi digital, hampir seluruh sumber pengetahuan mutakhir tersedia dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Inggris juga akan mempercepat akses pegawai terhadap literatur ilmiah, kebijakan pendidikan global, perkembangan teknologi, serta inovasi dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Pelaksanaan English Tutorial Program berlangsung dalam suasana yang aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti setiap sesi pembelajaran, mulai dari latihan pengucapan, penyusunan kalimat, simulasi perkenalan profesional, hingga praktik presentasi singkat.

Interaksi yang intensif antara fasilitator dan peserta menciptakan suasana belajar yang kolaboratif. Kesalahan dalam berbicara tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian alami dari proses belajar. Pendekatan tersebut membangun rasa percaya diri peserta untuk terus menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.

Budaya belajar seperti ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik yang adaptif terhadap perubahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan institusi kepada mahasiswa, masyarakat, dan mitra kerja.

Universitas Muslim Buton meyakini bahwa investasi terbesar dalam pengembangan institusi terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Infrastruktur fisik, teknologi informasi, maupun sarana pembelajaran akan memberikan manfaat optimal apabila didukung oleh dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi unggul.

Melalui English Tutorial Program yang terintegrasi dalam gerakan Level Up Tuesday, universitas berupaya membangun budaya organisasi yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Muslim Buton dalam mengimplementasikan prinsip continuous professional development, yaitu proses peningkatan kompetensi yang berlangsung sepanjang karier seorang pendidik maupun tenaga kependidikan. Pendekatan tersebut sejalan dengan tuntutan pendidikan tinggi abad ke-21 yang menempatkan pembelajaran berkelanjutan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas institusi.

Melalui pelaksanaan English Tutorial Program secara konsisten, Universitas Muslim Buton berharap seluruh pegawai memiliki kemampuan komunikasi internasional yang semakin baik, sehingga mampu mendukung pencapaian visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, berakhlakul karimah, dan berwawasan kewirausahaan.

Ke depan, program pengembangan kompetensi pegawai akan terus diperluas melalui berbagai pelatihan berbasis kebutuhan, termasuk penguatan literasi digital, kecerdasan artifisial, kepemimpinan, pelayanan prima, penulisan akademik, publikasi ilmiah, hingga pengembangan jejaring internasional.

Dengan semangat “Level Up Tuesday”, Universitas Muslim Buton menegaskan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi merupakan proses yang dibangun melalui pembelajaran yang berkesinambungan, kolaborasi seluruh sivitas akademika, serta komitmen kolektif untuk terus bertumbuh menghadapi tantangan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global. Program ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi institusi dimulai dari transformasi individu—pegawai yang terus belajar, terus berkembang, dan terus meningkatkan kualitas dirinya demi menghadirkan layanan pendidikan yang semakin unggul bagi masyarakat.

Tags :
Bagikan :