UMU Online-Baubau, 10 Juni 2024 Universitas Muslim Buton kembali menyelenggarakan sosialisasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sebagai tindak lanjut sosialisasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX dengan menggandeng dunia industri. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi sebelumnya dan bertujuan untuk memperkuat sinergi antara UMU Buton dan industri dalam rangka menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.
Acara yang digelar di ruang Rapat UMU Buton dihadiri oleh Ketua Badan Penyelenggara UMU Buton, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Kantor Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri, serta pejabat structural dan Pegawai Universitas Muslim Buton.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Badan Penyelenggara UMU Buton, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan lingkup UMU Buton dan dunia industri dalam mendukung suksesnya program MBKM. “Program MBKM bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa. Dengan adanya kerjasama antara UMU Buton dan industri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Ibrahim Marsela.
Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang akademik dan Kemahasiswaan, memaparkan kebijakan dan implementasi program MBKM versi Nasional dan Implementasi program MBKM UMU Buton. Beliau menjelaskan bahwa program ini memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi dan di luar kampus, baik melalui magang, proyek riset, wirausaha, pengabdian masyarakat, maupun kegiatan lainnya yang setara dengan 20 SKS.
“Program MBKM mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman belajar yang holistik dan kontekstual. Dengan adanya program ini, diharapkan lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis dan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja,” jelas Ridwan.
Sesi utama dari acara ini adalah diskusi panel yang menghadirkan beberapa pejabat structural UMU Buton. Panelis berbagi pandangan mereka mengenai kebutuhan dan harapan UMU Buton terhadap lulusannya serta bagaimana program MBKM dapat menjawab tantangan tersebut.
Khaerunianti ketua Ps Agribisnis, menyatakan, “Kami sangat mendukung program MBKM ini karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri. Kami berharap kerjasama ini dapat melahirkan talenta-talenta muda yang siap untuk berkontribusi dalam perkembangan industri teknologi di wilayah Kepton.”
Acara diakhiri dengan kesimpulan dari moderator diskusi Afudin La Arua, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara UMU buton dan dunia industri. “Melalui sinergi ini, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman, serta mempersiapkan generasi muda Kepton dan Indonesia yang unggul dan kompetitif di kancah global,” tutup moderator.
Dalam rapat yang digelar setelah sesi sosialisasi, beberapa poin penting yang disepakati peserta rapat adalah sebagai berikut:
Ke depan UMU Buton untuk meningkatkan jumlah dan kualitas program magang serta proyek industri yang melibatkan mahasiswa. Targetnya adalah setiap mahasiswa memiliki pengalaman magang minimal satu kali selama masa studi.
Kurikulum di yang berlaku lingkungan Ps UMU Buton akan disesuaikan dengan kebutuhan industri. Perusahaan akan dilibatkan dalam penyusunan kurikulum untuk memastikan relevansi materi ajar dengan perkembangan teknologi dan pasar kerja.
Program pelatihan soft skills dan kompetensi digital akan diperkuat dalam rangka mempersiapkan mahasiswa UMU Buton menghadapi tantangan di era industri 4.0. Dunia industri akan berkontribusi dalam penyediaan pelatihan dan sertifikasi.
Pembentukan Sekber MBKM dan tim monitoring dan evaluasi bersama antara UMU Buton dan industri untuk memastikan program MBKM berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tim ini akan melakukan evaluasi berkala dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Perusahaan diharapkan dapat berkontribusi dalam bentuk pendanaan dan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi dan mengikuti program MBKM. Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi mahasiswa dalam program tersebut.
Dengan adanya kerjasama yang erat antara UMU Buton dan dunia industri, diharapkan program MBKM UMU Buton dapat berjalan dengan sukses dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta siap bersaing di pasar global.
Editor Kantor Humas UMU Buton, Muhamad Firman Syah
