UMU Online – Senin, 16 Juni 2025, Kota Baubau Suasana haru dan kebanggaan memenuhi halaman SD Negeri 1 Bone-Bone, saat Universitas Muslim Buton secara resmi menarik kembali mahasiswa Program Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KSMT-MBKM) Angkatan ke-3 yang telah menyelesaikan tugas pengabdian selama dua bulan sebagai Asisten Mengajar di sekolah tersebut.
Program KSMT-MBKM menjadi bentuk konkret dari semangat Merdeka Belajar, di mana mahasiswa tidak hanya belajar dari dalam kelas, tetapi justru terjun langsung ke tengah masyarakat, khususnya ke dunia pendidikan dasar. Di SD Negeri 1 Bone-Bone, para mahasiswa bukan hanya membantu mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sekolah, menjadi sahabat bagi siswa, dan mitra sejajar bagi para guru.
Selama dua bulan, para mahasiswa KSMT-MBKM telah mengambil peran nyata dalam dunia pendidikan—mereka membantu proses pembelajaran, mendampingi kegiatan literasi, menjadi inspirasi dalam praktik keteladanan, serta mempererat hubungan sosial antara sekolah dan masyarakat. Ini adalah pengalaman yang jauh lebih dalam dibandingkan praktik akademik biasa—karena di sini, mereka belajar dari kehidupan nyata.
Dalam acara penarikan yang digelar sederhana namun penuh makna, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Jaylani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan yang sarat pesan moral dan motivasi. Beliau menekankan bahwa kehadiran mahasiswa sebagai asisten mengajar bukan sekadar bentuk kewajiban kurikuler, tetapi wujud nyata dari idealisme kependidikan yang humanis dan transformasional.
“Selama dua bulan, kalian telah menapaki jalan pengabdian yang sesungguhnya. Di ruang kelas yang mungkin sederhana, di antara anak-anak yang haus perhatian, kalian telah mendidik bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan. Itulah inti pendidikan,” ujar Jaylani.
Beliau menambahkan bahwa pengalaman ini adalah pembelajaran paling berharga untuk menyiapkan diri sebagai pendidik masa depan—yang peka, sabar, kreatif, dan berjiwa melayani. Pendidikan adalah kerja hati dan kerja jiwa. Dan hari ini, para mahasiswa UMU Buton telah membuktikan bahwa mereka memiliki keduanya.
Sambutan menyentuh juga disampaikan oleh Guru Pamong SD Negeri 1 Bone-Bone, yang selama ini menjadi pembimbing langsung mahasiswa di lapangan. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengisahkan bagaimana kehadiran mahasiswa telah menyegarkan suasana belajar di kelas, memberi motivasi baru bagi siswa, dan menjadi energi positif bagi para guru.
“Kami merasa beruntung menerima mahasiswa dari UMU Buton. Mereka hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk menyatu. Mereka mendengar anak-anak, mendampingi kami, dan menghadirkan ide-ide segar dalam metode pembelajaran. Kami tidak hanya dibantu, kami juga belajar dari mereka,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Ia juga mengapresiasi komitmen mahasiswa yang tetap aktif dan penuh semangat meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Mereka tidak menyerah, justru menjadikan tantangan sebagai bahan inovasi. “Ini bukan sekadar program pengabdian, ini adalah pengalaman transformatif—bagi mahasiswa, bagi guru, dan bagi murid,” tambahnya.
Program KSMT-MBKM Universitas Muslim Buton adalah perwujudan dari visi kampus membangun SDM unggul dan berkarakter Aswaja, yaitu berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Mahasiswa yang mengikuti program ini diperkuat dengan nilai-nilai pengabdian, ketekunan, dan kepedulian sosial.
Setelah menyelesaikan masa pengabdian dua bulan ini, mahasiswa akan melanjutkan proses pembelajaran selama dua bulan lagi di kampus dengan fokus pada penguatan soft skill. Mereka akan dibekali dengan kompetensi seperti kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi efektif, kerja sama tim, berpikir kritis, hingga kemampuan beradaptasi.
Inilah generasi yang tidak hanya unggul di ruang ujian, tetapi juga tangguh di ruang kehidupan nyata.
Penarikan mahasiswa bukanlah penutupan, melainkan gerbang awal untuk melanjutkan tanggung jawab yang lebih besar. Mereka kembali ke kampus dengan membawa pengalaman hidup, bekal empati, dan semangat baru untuk melanjutkan pengabdian pada masyarakat yang lebih luas.
Sebagai penutup, DPL Jaylani, S.Pd., M.Pd. kembali menegaskan bahwa mahasiswa kini telah menjadi duta pendidikan, pembawa cahaya harapan, dan wakil UMU Buton dalam misi kemanusiaan. Pendidikan sejati adalah proses mencintai manusia dan memanusiakan cinta. Dan itulah yang telah dilakukan para mahasiswa di SD Negeri 1 Bone-Bone.
Ayat pendek dari Al-Qur’an menjadi pengingat spiritual dalam setiap langkah pengabdian ini:
“Wa mā taf‘alū min khairin fa innallāha bihi ‘alīm”
“Apa pun kebaikan yang kamu kerjakan, sungguh Allah Maha Mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah: 215)
Universitas Muslim Buton menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah, guru pamong, staf, serta seluruh siswa dan masyarakat SD Negeri 1 Bone-Bone yang telah membuka hati dan ruang untuk mahasiswa belajar dan mengabdi. Tanpa dukungan mereka, semangat pengabdian ini tak akan hidup seperti sekarang.
UMU Buton percaya bahwa pendidikan adalah ladang pengabdian. Mahasiswa bukan hanya pencari nilai, tetapi penebar makna. Dan SD Negeri 1 Bone-Bone telah menjadi saksi bahwa pengabdian itu masih hidup—dalam semangat, dalam karya, dan dalam ketulusan.
Editor, Kantor Humas Universitas Muslim Buton Muh Firman Syah
16 Juni 2025
