ar
en
id

Bahasa:

MAHASISWA UMU BUTON AKHIRI PENGABDIAN DI SMPN 18 KOTA BAUBAU

UMU Online – Baubau, Senin 16 Juni 2025 Suasana penuh penghargaan menyelimuti halaman SMP Negeri 18 Kota Baubau, tempat dilaksanakannya upacara penarikan mahasiswa Program Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KSMT-MBKM) Universitas Muslim Buton. Setelah dua bulan menjalankan pengabdian sebagai Asisten Mengajar, mahasiswa resmi ditarik kembali ke kampus untuk melanjutkan tahapan berikutnya dari program pembelajaran berbasis pengabdian ini.

Para mahasiswa bukan sekadar menjalankan tugas akademik, tetapi menapaki ruang-ruang kehidupan di dunia pendidikan secara langsung. Mereka hadir dalam kelas, berdampingan dengan guru pamong, menjadi sahabat bagi siswa, menjadi teladan dalam tindakan, dan menjadi cahaya di setiap tantangan pendidikan yang mereka temui. Inilah esensi dari tema besar program: Mendidik dengan Hati, Mengabdi dengan Ilmu.

Dalam dua bulan penuh interaksi di lingkungan SMP Negeri 18, para mahasiswa KSMT-MBKM tidak hanya belajar bagaimana mengajar, tetapi juga bagaimana mendengar, mengayomi, dan memahami dunia anak-anak usia remaja. Mereka ikut membantu menyusun rencana pelajaran, memfasilitasi kegiatan literasi dan numerasi, mendampingi anak-anak dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta menanamkan nilai-nilai moral dan karakter positif melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Rahman Daud, S.Pd., M.Pd., yang hadir dalam kegiatan penarikan ini, memberikan sambutan penuh inspirasi. Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa telah menjalani fase penting dalam pembentukan jati diri sebagai pendidik masa depan yang berkarakter dan berjiwa pengabdi.

“Selama dua bulan ini, kalian bukan hanya membantu guru. Kalian telah hadir sebagai inspirasi, sebagai contoh hidup bagi anak-anak kita. Bukan hanya soal pelajaran matematika atau IPA, tetapi tentang bagaimana bersikap, bagaimana menyayangi, dan bagaimana menjadi manusia yang peduli,” ujar beliau.

Lebih lanjut, DPL menekankan bahwa pendidikan adalah ruang ibadah sosial, tempat ilmu dan nilai menyatu untuk membentuk masa depan bangsa. Ia berharap pengalaman ini akan terus hidup dalam diri mahasiswa sebagai spirit keikhlasan dalam mengabdi dan ketulusan dalam mendidik.

Dalam momen penarikan ini, sambutan penuh rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan oleh guru pamong SMP Negeri 18 Kota Baubau yang selama ini menjadi pembimbing dan mitra mahasiswa dalam mengajar. Dengan suara bergetar menahan haru, beliau mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa telah memberi angin segar dalam dunia pendidikan di sekolah.

“Kami tidak hanya terbantu secara teknis, tetapi secara emosional dan spiritual. Anak-anak lebih semangat, guru-guru merasa terbantu, dan yang paling penting, kami merasa tidak sendirian. Mahasiswa UMU Buton telah menjadi bagian dari keluarga kami,” ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa cara mahasiswa membangun kedekatan dengan siswa, memperhatikan kebutuhan belajar, dan menyampaikan materi dengan penuh kesabaran adalah cerminan dari apa yang disebut pendidikan berbasis cinta. Pendidikan yang tidak hanya menuntut, tapi juga menyentuh.

Program KSMT-MBKM dengan skema Asisten Mengajar ini merupakan bentuk nyata transformasi pendidikan tinggi yang digagas dalam semangat Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini, kampus bukan lagi menara gading, tetapi mitra aktif dalam pembangunan pendidikan dasar.

Mahasiswa belajar tidak hanya melalui buku teks, tetapi melalui interaksi langsung dengan guru, siswa, dan tantangan dunia pendidikan nyata. Mereka tidak hanya memahami konsep pedagogik secara teoritis, tapi juga mengaplikasikannya dalam konteks lokal dan kultural.

Kini, setelah dua bulan mengabdi, para mahasiswa akan kembali ke kampus untuk mengikuti fase lanjutan berupa penguatan soft skills selama dua bulan. Materi yang akan diberikan meliputi pengembangan integritas diri, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, kolaborasi, adaptasi, hingga berpikir kritis—sebuah rangkaian kompetensi yang menjadikan mereka pendidik tangguh dan pemimpin masa depan.

Kegiatan penarikan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan permulaan dari tanggung jawab baru. Para mahasiswa kini bukan hanya menyandang status sebagai akademisi, tetapi juga telah menjadi wajah harapan dan inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

Universitas Muslim Buton menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah, jajaran guru, dan seluruh warga SMPN 18 Kota Baubau yang telah menerima mahasiswa dengan hangat dan mendukung penuh program ini. Kolaborasi antara kampus dan sekolah ini adalah bentuk gotong royong intelektual yang sesungguhnya.

Sebagai penutup, ayat pendek dari Al-Qur’an menjadi bingkai spiritual dari perjalanan ini:
“Wa mā taf‘alū min khairin fa innallāha bihi ‘alīm”
“Apa pun kebaikan yang kamu kerjakan, sungguh Allah Maha Mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah: 215)

Mahasiswa telah menyalakan cahaya kecil itu di ruang-ruang kelas SMPN 18, dan cahaya itu akan terus menyinari setiap langkah mereka ke depan-sebagai pendidik, sebagai pengabdi, dan sebagai anak bangsa yang mencintai negerinya melalui tindakan nyata.

Editor, Kantor Humas Universitas Muslim Buton Muh Firman Syah
16 Juni 2025

Tags :
Bagikan :