UMU Online-Baubau, 15 Juni 2025 Di tengah geliat pembangunan sumber daya manusia unggul, Universitas Muslim Buton kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi mahasiswa yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam kompetensi, karakter, dan kontribusi sosial. Bertempat di Ballroom Al-Munawwara, para pimpinan, dosen pembina, dan unsur kemahasiswaan berkumpul dalam sebuah forum penting: Rapat Persiapan Pengajuan Proposal Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Wilayah 2025.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Muh. Ridwan, S.Si., M.Si., yang dalam arahannya menyampaikan urgensi dan makna mendalam dari ajang Pilmapres sebagai media strategis untuk melahirkan figur-figur mahasiswa berprestasi yang memiliki integritas, daya saing global, dan tanggung jawab sosial terhadap bangsa dan umat.
Dengan nada tegas namun hangat, beliau mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak sekadar menjadikan Pilmapres sebagai kompetisi formalitas, tetapi sebagai gerakan transformasi budaya prestasi di lingkungan kampus. “Pilmapres bukan ajang pamer medali, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa ilmu yang kita kembangkan punya daya ubah nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia,” tuturnya menggugah.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara mendalam seluruh aspek teknis dan substansi pengusulan mahasiswa terbaik UMU Buton ke ajang Pilmapres Wilayah 2025 yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX, berdasarkan surat edaran resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Mulai dari syarat administrasi, penyusunan portofolio capaian unggulan, hingga ketentuan substansi Naskah Gagasan Kreatif dan Produk Inovatif dibedah bersama oleh tim pembina dan mentor.
Mahasiswa yang mewakili universitas harus memenuhi standar yang ketat: aktif sebagai mahasiswa maksimal semester VII (Sarjana) dan semester V (Diploma), belum pernah menjadi finalis tingkat nasional, dan wajib menampilkan gagasan serta karya orisinal yang solutif terhadap isu-isu strategis seperti SDGs, Revolusi Industri 4.0, Kampus Berdampak, dan Asta Cita.
Muh. Ridwan menekankan bahwa keberhasilan dalam Pilmapres bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan hasil dari ekosistem pembinaan kampus yang berpihak pada prestasi, sinergi lintas fakultas, serta kepemimpinan akademik yang mendorong inovasi mahasiswa. “Kita bukan hanya sedang mengirim nama, kita sedang membangun ekosistem pembinaan talenta yang berdampak,” katanya disambut tepuk tangan peserta rapat.
Suasana rapat dipenuhi dengan semangat kolaborasi. Masing-masing fakultas mengusulkan kandidat potensial yang telah melalui seleksi awal dan pendampingan intensif. LPPM, dosen pembimbing akademik, serta pusat karier mahasiswa turut menyumbangkan strategi pembinaan mulai dari penulisan naskah, pelatihan presentasi bahasa Inggris, hingga simulasi wawancara dan review antiplagiarisme.
Tidak hanya itu, pihak universitas juga memastikan dukungan logistik, administratif, dan pendampingan moral diberikan secara penuh kepada mahasiswa yang akan berlaga di tingkat wilayah. UMU Buton mengedepankan pendekatan yang holistik dan manusiawi, melihat mahasiswa bukan sekadar peserta lomba, tetapi sebagai agen perubahan masa depan yang mewakili wajah universitas dan harapan daerah.
Dalam suasana hangat dan inspiratif tersebut, muncul semangat baru bahwa Pilmapres adalah titik temu antara mimpi dan tanggung jawab, antara prestasi personal dan kebermanfaatan sosial. Melalui forum ini, kampus meneguhkan langkah untuk mendampingi mahasiswa secara menyeluruh, dari ruang kelas hingga panggung nasional, dari teori ke solusi konkret di masyarakat.
Dengan semangat “Dari Kampus untuk Bangsa”, UMU Buton siap mengukir kisah baru dalam sejarah Pilmapres Wilayah 2025. Mahasiswa yang dikirimkan bukan hanya yang cerdas dalam teori, tetapi juga tajam dalam gagasan, solutif dalam inovasi, serta rendah hati dalam pengabdian.
Rapat ini menjadi sinyal kuat bahwa UMU Buton sedang menyiapkan generasi baru yang siap mengabdi, berpikir kreatif, dan tampil percaya diri di panggung akademik nasional. Di tengah dinamika global, Pilmapres menjadi ladang pembuktian bahwa pendidikan tinggi kita bukan hanya mampu mencetak lulusan, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan.
Melalui Pilmapres, UMU Buton ingin menegaskan identitasnya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, keberagaman, spiritualitas Aswaja, serta etos kewirausahaan. Semua itu hadir dalam figur mahasiswa berprestasi yang akan diutus, sebagai perwujudan dari kerja keras kolektif dan cita-cita luhur untuk Indonesia yang lebih baik.
Dari Ballroom Al-Munawwara hari ini, semangat Pilmapres menyala. Bukan sekadar nama, bukan sekadar piagam. Ini adalah gerakan. Ini adalah langkah kecil dari sebuah universitas di Buton, menuju mimpi besar untuk bangsa.
Editor, Kantor Humas Universitas Muslim Buton Muhamad Firman Syah
16 Juni 2025
