ar
en
id

Bahasa:

UMU Buton Gelar Rapat Tata Kelola dan Transparansi Keuangan

UMU Buton – Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menggelar rapat strategis membahas tata kelola dan transparansi keuangan kampus pada Senin (11/08/2025). Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Muhaimin, pakar akuntansi dan auditor berpengalaman.

Rektor UMU Buton, Dr. H. Sudjiton, MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya perguruan tinggi menjalin kerja sama dengan lembaga eksternal, khususnya yang berkompeten dalam audit keuangan. Menurutnya, keterbukaan dalam pengelolaan dana tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga berpengaruh langsung pada citra dan kepercayaan publik terhadap kampus.

“Satu rupiah yang keluar dan masuk harus tercatat dengan baik. Tata kelola yang tidak transparan akan memengaruhi persepsi publik, termasuk calon mahasiswa yang ingin kuliah di sini. Mereka memerlukan pelayanan pendidikan yang berkualitas, dan tata kelola keuangan adalah salah satu pilar penting yang harus kita jaga,” tegasnya.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Muhaimin dan tim yang telah lebih dahulu melakukan pemeriksaan lapangan terhadap laporan keuangan kampus. Ia menegaskan, setiap dana penelitian yang diperoleh dosen wajib dicatat sebagai bagian dari penerimaan resmi perguruan tinggi.

“Kita harus serius mempelajari dan menerapkan pengetahuan teknis tentang tata kelola keuangan. Fokus kita adalah memberikan pelayanan pendidikan yang baik, termasuk membantu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Untuk mewujudkannya, kita perlu membangun sistem keuangan yang sehat dan akuntabel,” tambahnya.

Dr. Muhaimin membagikan perjalanan panjangnya di dunia akuntansi dan auditing, sekaligus mengajak pimpinan UMU Buton untuk melakukan rekonstruksi sistem keuangan kampus secara profesional. Pria kelahiran Baubau tahun 1966 ini menempuh pendidikan sejak SD Nganganaumala, SMP Negeri 1 Baubau, dan SMA Negeri 1 Baubau (lulus 1985), sebelum melanjutkan studi akuntansi di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Kariernya dimulai dengan magang di kantor Kusnadi Purnomo, satu-satunya akuntan di Makassar saat itu. Ia kemudian meraih gelar S2 Akuntansi dengan spesialisasi auditing di Universitas Muslim Indonesia (UMI) sembari tetap bekerja, dan melanjutkan studi S3 di bidang Akuntansi. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk meraih gelar Profesor dalam dua tahun mendatang.

Dr. Muhaimin menegaskan bahwa setiap sumber dana, termasuk hibah dan wakaf, harus dicatat secara resmi karena merupakan bagian dari aset perguruan tinggi. Ia juga mendorong sertifikasi aset wakaf yang belum memiliki dokumen resmi sebagai bagian dari upaya penataan administrasi.

“Kita harus mengadopsi teknologi untuk membuat laporan keuangan. Proses digitalisasi akan memudahkan pemeriksaan, menghemat waktu, dan memastikan data tersimpan aman serta dapat diakses kapan saja,” jelasnya.

Ia merekomendasikan penggunaan aplikasi akuntansi daring seperti Accurate untuk mendukung pengelolaan laporan keuangan. Sistem ini memungkinkan konsultasi keuangan dilakukan secara virtual sehingga lebih efisien. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan seluruh data keuangan dan aset kampus untuk disusun menjadi neraca awal UMU Buton.

Rapat ini menjadi tonggak awal UMU Buton dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai standar profesional. Dengan sinergi antara pihak internal dan dukungan pakar eksternal, diharapkan kampus ini dapat semakin memperkuat kredibilitasnya di mata publik sekaligus menjamin mutu layanan pendidikan bagi seluruh mahasiswa dan pegawainya.

Penulis:

Darmin Hasirun

Tags :
Bagikan :