UMU Buton, Jum’at, 5 September 2025 – Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menggelar rapat pemantapan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Angkatan VI Tahun 2025. Rapat yang berlangsung di Aula UMU Buton sejak pukul 09.13 WITA ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Ketua Yayasan Indonesia Kepulauan Buton, Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M., Rektor UMU Buton, Dr. H. Sudjiton, M.M., Wakil Rektor II, Afudin La Arua, S.Pd., M.Pd., para dekan, ketua program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan lingkup UMU Buton.
Rapat tersebut membahas secara detail teknis pelaksanaan PKKMB yang akan digelar selama tiga hari, yakni 13–15 September 2025. Ketua Panitia PKKMB, La Ode Rahman Daud, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan akan dimulai pada Sabtu, 13 September 2025, pukul 07.00 WITA. “Hari pertama akan diawali dengan prosesi pembukaan di Aula UMU Buton. Mahasiswa diarahkan oleh pengurus BEM, kemudian acara resmi dibuka pukul 08.30 WITA,” ujarnya.
Prosesi pembukaan akan diawali dengan penyambutan rektor beserta rombongan, disusul penampilan tari Lawati oleh mahasiswa, pembacaan doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Himne UMU Buton, Mars NU, serta mengheningkan cipta. Acara akan dilanjutkan dengan sambutan Ketua BEM UMU Buton, atraksi budaya “Sultan Oputa Yi Koo” dengan penyerahan pedang simbolik kepada Rektor, serta persembahan puisi “Rajawati Muda Penerus Oputa Yi Koo”.
Selanjutnya, akan ada laporan panitia, sambutan Rektor sekaligus launching program “Level Up Thursday” yang ditandai dengan pemukulan gong, penampilan jingel UMU Buton, penyematan tanda peserta, pemakaian jas almamater, dan ikrar MABA. Tak kalah penting, agenda juga akan diisi dengan deklarasi anti kekerasan, anti plagiasi, dan anti narkoba, yang akan ditandatangani secara simbolis oleh Rektor bersama perwakilan mahasiswa dan pejabat lainnya.
Acara pembukaan juga menampilkan teater seni dengan tema kehidupan kampus dan pesan moral Sultan Oputa Yi Koo, serta puisi berjudul “Jejak Maritim Oputa Yi Koo”.
Rektor UMU Buton, Dr. H. Sudjiton, M.M., dalam arahannya menegaskan pentingnya persiapan matang PKKMB sebagai gerbang awal mahasiswa baru memasuki dunia kampus. Ia menekankan bahwa PKKMB bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk membentuk karakter unggul mahasiswa.
“Kenapa penerimaan mahasiswa baru dianggap penting? Karena mereka adalah pendatang baru yang harus kita beri nilai lebih agar spirit yang baik bisa tersalurkan. PKKMB ini bukan sekadar setting hari pertama, tetapi juga mengisi hari kedua dan ketiga dengan materi-materi pembentukan karakter, akhlakul karimah, dan jiwa wirausaha,” ujar Sudjiton.
Ia menambahkan bahwa simbol pedang Oputa Yi Koo yang diberikan dalam prosesi pembukaan memiliki makna filosofis mendalam. “Simbolisasi ini akan melekat dalam diri mahasiswa agar semangat kepahlawanan dan jiwa kepemimpinan Oputa Yi Koo hadir di setiap langkah mereka,” imbuhnya.
Selain itu, program “Level Up Thursday” akan menjadi agenda rutin setiap Kamis, berisi kegiatan penguatan nilai Aswaja, kewirausahaan, bahasa Inggris, serta pembinaan karakter. “Nilai akademik saja tidak cukup. Mahasiswa juga harus punya kejujuran, integritas, dan akhlak yang baik,” tegasnya.
Ketua Yayasan Indonesia Kepulauan Buton, Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M., menyebut rapat ini sebagai forum strategis dalam menyambut mahasiswa baru. Ia menegaskan pentingnya menyisipkan nilai-nilai kearifan lokal Buton dalam setiap kegiatan kampus.
“PKKMB ini bukan hanya pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga kesempatan menanamkan nilai budaya lokal, terutama semangat kepahlawanan Sultan Oputa Yi Koo. Kita berharap MABA bisa tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing,” ucapnya.
Ketua Yayasan juga mengakui masih ada keterbatasan dalam hal SDM, keuangan, dan infrastruktur. Namun, ia optimistis UMU Buton akan terus berkembang. “Kita sudah memasuki tahun ke-7. Dengan adanya program unggulan seperti IBI (Indonesia Buton Institut) yang berfokus pada wirausaha, TIK, dan bahasa Inggris, kita ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga siap menghadapi tantangan global,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan UMU Buton menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa baru, terutama setelah kampus resmi memiliki lahan dan gedung sendiri.
Pada rapat hari ini juga disampaikan bahwa panitia PKKMB terbagi dua, yaitu panitia dosen dan panitia mahasiswa. Panitia mahasiswa bertugas di lapangan, baik di dalam maupun luar ruangan, sementara panitia dosen bertugas memberikan arahan agar kegiatan berjalan sesuai rencana.
Ketua BEM UMU Buton, Arini, juga menyampaikan bahwa beberapa konsep seni, termasuk teater UKM, masih akan dimatangkan bersama mahasiswa. Ketua Panitia, La Ode Rahman Daud, memastikan bahwa porsi teater sepenuhnya akan diserahkan kepada mahasiswa.
PKKMB UMU Buton Tahun 2025 akan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama difokuskan pada acara pembukaan, sementara hari kedua dan ketiga diisi dengan materi umum, termasuk motivasi, wawasan kebangsaan, pengembangan karakter, hingga pengenalan dunia kerja dengan menghadirkan narasumber dari Dandim 1413/Buton dan Kapolres Baubau.
Dengan semangat kebersamaan dan nuansa budaya lokal, UMU Buton berkomitmen menjadikan PKKMB sebagai momen strategis dalam membentuk generasi mahasiswa yang berintegritas, kreatif, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Rapat ditutup dengan Yel-Yel yang memberikan semangat, SIAPA KITA? UMU BUTON, UMU BUTON? KOMPAK, TUMBUH, JUARA. KITA SATU: UMU HEBAT.
Penulis: Darmin Hasirun
