UMU Online-Baubau, 13 Januari 2026, Ballroom Al-Munawwara Universitas Muslim Buton hari ini menjadi saksi sejarah lahirnya generasi baru penerus peradaban kampus. Sebanyak 456 mahasiswa baru resmi diterima dalam Opening Ceremony Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru UMU Buton 2025 yang berlangsung penuh khidmat, meriah, dan sarat makna. Acara ini bukan hanya sekadar penyambutan akademik, tetapi juga momentum peneguhan identitas, nilai, dan semangat kebersamaan yang akan membimbing Rajawali Muda UMU Buton dalam menapaki perjalanan intelektual dan spiritual di masa mendatang.
PKKMB tahun ini mengusung tema besar “Kompak-Tumbuh-Juara Juga PKKMB kali ini mengambil Tage line Rajawali Muda UMU Buton, Pewaris Jejak Agung Sultan Ooputa Yikoo”. Tage line ini bukan sekadar slogan, tetapi narasi filosofis yang mengakar pada sejarah peradaban Buton. Rajawali adalah simbol kekuatan, visi jauh, serta keberanian untuk terbang menembus cakrawala kehidupan. Muda adalah energi, kreativitas, dan semangat yang terus menyala. Pewaris jejak adalah panggilan sejarah, tanda bahwa mahasiswa UMU Buton bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga penjaga warisan luhur. Dan Sultan Ooputa Yikoo, tokoh agung penuh kebijaksanaan, keberanian, dan kepemimpinan, menjadi ikon yang menghadirkan inspirasi tak lekang waktu.
Rektor UMU Buton dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa baru bukan sekadar individu yang memasuki gerbang perguruan tinggi, melainkan calon-calon pemimpin bangsa. “UMU Buton hadir bukan hanya untuk mencetak lulusan berilmu, tetapi juga membentuk manusia berkarakter, berakhlak, berdisiplin, dan berintegritas. Itulah nilai dasar yang harus dijunjung tinggi. Karena ilmu tanpa akhlak hanya akan melahirkan generasi rapuh, sementara akhlak dengan ilmu akan melahirkan generasi tangguh, yang siap membawa bangsa ke masa depan gemilang,” ujarnya penuh penekanan.
Sambutan Ketua Yayasan turut memberi nuansa harapan dan doa. Dengan penuh kebapakan, beliau menyampaikan bahwa keberadaan UMU Buton sebagai perguruan tinggi bukan hanya bagian dari dunia pendidikan, tetapi juga ikhtiar sejarah untuk membangun peradaban di jazirah Buton. “Kita ingin menjadikan UMU Buton sebagai kampus yang melahirkan intelektual berkarakter, menjadi pusat keilmuan yang membumi, serta membekali mahasiswa dengan semangat kewirausahaan. Visi kita sederhana namun mendalam: Ilmu, Karakter, dan Kewirausahaan,” ungkapnya.
Suasana Ballroom Al-Munawwara dipenuhi energi luar biasa ketika rangkaian acara dimulai dengan pentas teater UKM Seni UMU Buton. Tari Linda, dengan gerak anggun nan filosofis, membuka perjalanan spiritual acara. Lalu, prosesi penyerahan pedang Sultan Ooputa Yikoo menjadi puncak simbolik: pedang itu bukan sekadar benda, melainkan lambang keberanian, integritas, dan kepemimpinan yang diwariskan kepada generasi baru. Riuh tepuk tangan mahasiswa dan tamu undangan menandai bahwa simbol itu benar-benar menyentuh ruang batin yang terdalam.
Momentum berikutnya adalah pembacaan deklarasi Level Up Thursday. Gerakan kampus ini dirancang untuk memperkuat budaya akademik dan kreativitas mahasiswa UMU Buton. Dengan lantang, mahasiswa baru bersama-sama berikrar bahwa setiap Kamis akan menjadi ruang inspirasi, inovasi, dan pembelajaran kreatif. Mereka bukan hanya penonton, tetapi pelaku yang bertekad menjadikan gerakan ini sebagai kultur kampus yang membanggakan.
Setelah itu, mahasiswa baru menundukkan kepala, menahan haru, lalu mengucapkan Ikrar dan Janji Mahasiswa Baru UMU Buton 2025. Suara serempak mereka menggema memenuhi ruangan: janji untuk berakhlak mulia, disiplin dalam menuntut ilmu, menjaga integritas, serta menumbuhkan semangat kerja keras. Janji itu bukan sekadar kata, tetapi kontrak moral dengan Allah, dengan orang tua, dengan bangsa, dan dengan diri sendiri.
PKKMB kali ini juga menampilkan orasi akademik singkat tentang paradigma belajar di perguruan tinggi. Jika di SMA siswa terbiasa menghafal, maka di perguruan tinggi mahasiswa dituntut untuk menganalisis, berpikir kritis, dan membangun kreativitas. UMU Buton ingin memastikan bahwa lulusannya tidak hanya pandai secara teoritis, tetapi juga mampu menjawab tantangan dunia nyata. “Di sini, kita tidak hanya melatih hard skill, tetapi juga soft skill. Kita siapkan generasi yang cakap, komunikatif, berjiwa pemimpin, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk tantangan era AI yang semakin dekat dengan dunia akademik,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik.
Selain itu, keunggulan UMU Buton juga diperkenalkan kepada mahasiswa baru. Dengan infrastruktur yang tersebar di Kampus Utama Baubau, Pasarwajo, Matanauwe, dan Lombe, UMU Buton membuktikan dirinya hadir untuk seluruh lapisan masyarakat Buton. Letaknya yang strategis di jantung kota pendidikan Baubau menjadikan kampus ini mudah diakses dan terbuka bagi kolaborasi. Lebih dari itu, UMU Buton dikenal dengan biaya kuliah yang terjangkau, sistem akademik yang mendorong mahasiswa lulus tepat waktu, serta kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan kerja.
Di hadapan mahasiswa baru, rektor menegaskan kembali filosofi program studi di UMU Buton. Setiap prodi tidak hanya sekadar ruang akademik, melainkan ladang filosofis yang membentuk karakter. Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa kuliah bukan hanya mengejar ijazah, tetapi membangun kapasitas diri agar menjadi manusia yang siap mengabdi. “Kita ingin mencetak lulusan yang tidak hanya memburu pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja. UMU Buton adalah kampus berbasis kewirausahaan, kampus berbasis IT, sekaligus agen perubahan untuk daerah, bangsa, dan dunia,” tambahnya.
Acara semakin bermakna ketika Rektor menutup sambutannya dengan kalimat penuh motivasi: “Rajawali Muda UMU Buton, terbanglah tinggi. Jangan pernah takut menghadapi badai, karena sayapmu lahir untuk melintasi awan. Jadilah generasi yang gaul dalam pengetahuan, gaul dalam pergaulan, gaul dalam iman, dan gaul dalam integritas. Empat kali gaul bukan sekadar gaya, tetapi komitmen bahwa mahasiswa UMU Buton siap menghadapi zaman dengan percaya diri, kerja keras, dan tekad kuat.”
Press release ini juga mencatat bahwa SDM dosen UMU Buton yang muda dan dinamis turut menjadi kekuatan besar dalam mendidik mahasiswa. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga mentor, sahabat, sekaligus inspirator yang mengarahkan mahasiswa agar tidak tersesat dalam derasnya arus informasi global. Di era ketika AI semakin dekat dengan ruang akademik, UMU Buton menjawab tantangan dengan menghadirkan keseimbangan: teknologi dipakai untuk memperkuat ilmu, tetapi nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi.
Dengan demikian, PKKMB UMU Buton 2025 bukan sekadar acara penyambutan. Ia adalah gerbang pembentukan paradigma, momentum pewarisan nilai, serta tonggak kebangkitan semangat generasi baru. Mahasiswa baru kini mengawali perjalanan mereka dengan penuh keyakinan, di bawah naungan visi besar kampus: Ilmu, Karakter, dan Kewirausahaan.
Di akhir acara, suasana penuh keharuan tercipta ketika para mahasiswa menyanyikan lagu kebesaran UMU Buton sambil mengangkat tangan, menatap ke depan, seolah menyatakan kepada dunia: “Kami siap melanjutkan jejak agung Sultan Ooputa Yikoo. Kami adalah Rajawali Muda yang akan menorehkan sejarah baru.”
PKKMB UMU Buton 2025 di Ballroom Al-Munawwara, Sabtu, 13 Januari 2026, akan terus dikenang sebagai peristiwa monumental yang meneguhkan identitas kampus. 456 mahasiswa baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar UMU Buton, siap ditempa menjadi generasi pembaharu yang berpikir kritis, berjiwa wirausaha, berlandaskan iman, dan bertanggung jawab bagi masa depan bangsa.
