Buton Utara – Dosen Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melaksanakan program Pengabdian pada Masyarakat dengan judul “Optimalisasi Produksi Nilam melalui Aplikasi Pupuk Organik Berbasis Limbah Pertanian pada Kelompok Petani Nilam Harapan Baru di Kabupaten Buton Utara.”
Kegiatan ini terselenggara melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masayarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai pemberi Dana, dengan Kelompok Petani Nilam Harapan Baru Desa Baluara, Buton Utara sebagai mitra utama dan dosen Universitas Muslim Buton sebagai pelaksana kegiatan.
Program pengabdian ini difokuskan pada pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku pupuk organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman nilam, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang relatif mahal dan berdampak buruk pada kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa aplikasi pupuk organik berbasis limbah pertanian ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan. “Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik, petani dapat mengurangi biaya usaha tani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Perwakilan Kelompok Petani Nilam Harapan Baru menyambut baik kegiatan ini karena memberikan solusi praktis bagi masalah yang selama ini mereka hadapi, yakni rendahnya produktivitas nilam akibat keterbatasan pupuk dan kualitas tanah yang menurun. Dengan adanya pendampingan dari dosen Universitas Muslim Buton, para petani optimis produksi minyak nilam di Kabupaten Buton Utara akan semakin meningkat.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Universitas Muslim Buton berkomitmen untuk terus hadir memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat, sekaligus mendukung program nasional di bidang pendidikan, sains, dan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan.
