UMU Online-Baubau, 9 Oktober 2025 Universitas Muslim Buton kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan tenaga pendidik dan kependidikan, melalui pelaksanaan English Tutorial Program Pegawai. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 Oktober 2025, bertempat di Ballroom Al-Munawwarah UMU Buton, mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WITA, dan diikuti oleh para dosen serta pegawai di lingkungan kampus.
Kegiatan ETP kali ini diawali dengan pre test atau uji kemampuan awal yang ditujukan bagi dosen dan pegawai yang belum pernah mengikuti pre test sebelumnya. Tujuan utama dari pelaksanaan tes ini adalah untuk memetakan kemampuan peserta dalam dua kategori kelas, yaitu kelas basic dan kelas intermediate, agar proses pembelajaran ke depan dapat berjalan lebih efektif, sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa Inggris masing-masing peserta.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dan penuh semangat dari salah satu narasumber utama, Bapak La Ode Rasmin, yang menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era globalisasi dan transformasi digital. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa Inggris bukan hanya menjadi nilai tambah bagi individu, tetapi juga merupakan kebutuhan strategis bagi institusi pendidikan tinggi yang berorientasi internasional.
“Bahasa Inggris adalah jembatan komunikasi dunia. Dosen dan pegawai universitas harus memiliki kemampuan ini agar dapat menjalin kolaborasi global dan memperluas cakrawala akademik maupun profesional,” ujar beliau penuh motivasi.
Selanjutnya, Ibu Irjayanti, selaku narasumber kedua, memberikan penjelasan tentang struktur dan mekanisme pelaksanaan program ETP Pegawai. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan bahasa biasa, melainkan juga bagian dari strategi pengembangan kualitas SDM UMU Buton yang sejalan dengan visi universitas sebagai “Kampus Islam Berdaya Saing Global”. Dalam penjelasannya, beliau menambahkan bahwa ETP dirancang dengan metode pembelajaran aktif dan interaktif, di mana peserta akan dilatih melalui pendekatan komunikatif, diskusi kelompok, hingga praktik presentasi singkat.
“Kami ingin peserta ETP tidak hanya paham teori, tetapi juga percaya diri berbicara, menulis, dan memahami konteks akademik dalam bahasa Inggris,” ungkapnya.
Adapun narasumber ketiga, Ibu Nurhayati, turut menambahkan bahwa kegiatan ETP Pegawai merupakan langkah nyata dalam membangun language environment atau lingkungan berbahasa di UMU Buton. Menurutnya, pembiasaan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan kerja kampus akan membentuk budaya akademik yang lebih terbuka terhadap dunia internasional. Ia juga menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh civitas akademika untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari keseharian dalam komunikasi profesional, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
“ETP ini bukan semata program pelatihan, tapi gerakan budaya akademik baru di UMU Buton — budaya untuk terus belajar dan berani berkomunikasi global,” tutur Ibu Nurhayati penuh semangat.
Kegiatan pre test berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Dosen dan pegawai tampak serius menjawab setiap soal yang disajikan, mulai dari grammar test, reading comprehension, hingga listening skill. Meskipun beberapa peserta mengakui sempat gugup di awal, suasana menjadi lebih cair setelah para narasumber memberikan semangat dan motivasi agar tidak takut salah dalam proses belajar.
Program English Tutorial Pegawai ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan kapasitas SDM yang digagas oleh Direktorat Indonesia Buton Institute (IBI) di bawah koordinasi Universitas Muslim Buton. IBI sendiri telah lama menjadi motor penggerak kegiatan pembinaan soft skills dan penguatan kompetensi bahasa di lingkungan kampus. Melalui program seperti ETP, universitas berkomitmen untuk menyiapkan tenaga akademik dan non-akademik yang mampu beradaptasi dengan standar komunikasi internasional, terutama dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan tinggi.
Selain menjadi wadah peningkatan kemampuan bahasa Inggris, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antarpegawai lintas unit. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa kegiatan ETP membantu mereka membangun rasa kebersamaan dan semangat belajar baru, karena belajar bahasa dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, tidak kaku, dan penuh dukungan dari para pengajar.
Pada akhir kegiatan, panitia menyampaikan bahwa hasil pre test akan digunakan sebagai dasar untuk penentuan kelas pembelajaran reguler yang akan dimulai pekan depan. Peserta dengan skor di bawah standar dasar akan mengikuti kelas Basic English, sedangkan peserta dengan skor lebih tinggi akan bergabung di Intermediate Class. Dengan pembagian ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti proses belajar secara proporsional dan optimal sesuai dengan kemampuan mereka.
Sebagai penutup, Bapak La Ode Rasmin kembali menegaskan bahwa peningkatan kemampuan bahasa Inggris adalah bagian dari komitmen profesionalisme dan kesiapan menghadapi era kompetisi global. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan program ini sebagai momentum perubahan dan pembuktian bahwa dosen dan pegawai UMU Buton mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di kancah internasional.
“Mari kita jadikan bahasa Inggris bukan sekadar mata pelajaran, tapi bagian dari jati diri akademisi yang modern, terbuka, dan unggul,” pungkasnya dengan penuh inspirasi.
Kegiatan ETP Pegawai hari ini tidak hanya menjadi langkah awal menuju penguasaan bahasa asing, tetapi juga simbol keseriusan Universitas Muslim Buton dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing global, profesional, dan berkarakter Islami.
Dengan semangat “Belajar, Berkarya, dan Menginspirasi”, UMU Buton terus bertransformasi menjadi kampus unggul yang siap menatap masa depan dengan optimisme dan kepercayaan diri.
Editor UMU Buton, Muh Adil
