UMU Online-Baubau, 23 Oktober 2025 – Universitas Muslim Buton melalui Direktorat Indonesia Buton Institute kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun semangat kewirausahaan mahasiswa melalui program unggulan Entrepreneur Wanted. Kegiatan kali ini mengusung tema “Membangun Jiwa Bisnis di Usia Muda pada Bidang Literasi Keuangan Mengenai Pentingnya Investasi Emas” dan menghadirkan narasumber inspiratif, Bapak Syamsul Tasman, S.E., selaku Kepala PT. Pegadaian (Persero) Cabang Baubau.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Al-Munawwarah, Kampus UMU Buton, ini dihadiri oleh jajaran dosen, staf akademik, serta ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara dimulai. Mahasiswa datang dengan semangat untuk belajar langsung dari praktisi yang berpengalaman di dunia jasa keuangan dan investasi.
Dalam sambutannya, Direktur IBI UMU Buton, Muhammad Filtar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Program Entrepreneur Wanted, katanya, bukan sekadar agenda akademik, tetapi ruang pembelajaran praktis yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku usaha dan praktisi profesional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa berwirausaha bukan hanya tentang mencari keuntungan, melainkan tentang membangun nilai, kemandirian, dan tanggung jawab terhadap masa depan ekonomi bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Filtar menjelaskan bahwa kegiatan Entrepreneur Wanted merupakan bagian dari visi besar Universitas Muslim Buton dalam membangun ekosistem kampus yang kreatif, inovatif, dan berkarakter Aswaja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan untuk berpikir terbuka, berani mengambil peluang, dan memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan bisnis di era global.

Sebagai narasumber utama, Bapak Syamsul Tasman, S.E. memberikan pemaparan menarik mengenai dunia jasa keuangan Pegadaian. Ia menjelaskan bahwa Pegadaian merupakan lembaga keuangan resmi milik negara yang memberikan berbagai layanan pembiayaan dan investasi bagi masyarakat luas. “Selama ini, banyak orang mengenal Pegadaian hanya sebagai tempat menggadaikan barang berharga. Padahal, Pegadaian kini telah berkembang menjadi lembaga keuangan modern yang menyediakan berbagai solusi finansial dan investasi,” jelasnya.
Dalam paparannya, Syamsul Tasman membagi jenis layanan Pegadaian menjadi dua kelompok besar, yaitu gadai emas dan gadai non-emas. Melalui gadai emas, masyarakat dapat menjaminkan emas untuk memperoleh dana tunai dengan proses yang cepat, aman, dan transparan. Sedangkan gadai non-emas mencakup berbagai bentuk jaminan seperti kendaraan, barang elektronik, dan aset lainnya. “Semua transaksi di Pegadaian dilakukan secara resmi dan aman karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tegasnya.
Selain layanan gadai, Pegadaian juga memiliki berbagai program pinjaman produktif, seperti Pinjaman Serbaguna (KUR) yang dapat digunakan untuk modal usaha kecil dan menengah, serta pinjaman untuk biaya perjalanan haji bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah dengan persiapan finansial yang lebih matang. Pegadaian juga menyediakan layanan cicil kendaraan, serta fasilitas pembayaran tagihan listrik dan angsuran kendaraan.
Bapak Syamsul Tasman menekankan pentingnya generasi muda memahami potensi besar dari investasi emas. Ia menjelaskan bahwa emas bukan hanya simbol kekayaan, tetapi juga instrumen investasi yang aman dari inflasi. “Salah satu produk unggulan kami adalah Tabungan Emas Pegadaian, di mana masyarakat dapat menabung dalam bentuk emas mulai dari nominal yang sangat kecil. Nilai tabungan langsung dikonversi ke dalam satuan emas sesuai harga pasar, sehingga siapa pun bisa mulai berinvestasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa menabung emas di Pegadaian memiliki berbagai keuntungan, di antaranya kemudahan transaksi, keamanan aset, serta peluang pertumbuhan nilai yang stabil dari waktu ke waktu. Melalui investasi emas, masyarakat – khususnya mahasiswa -dapat belajar merencanakan keuangan dengan bijak, menunda konsumsi sesaat untuk mendapatkan manfaat jangka panjang. “Mahasiswa harus mulai menata keuangan sejak dini. Jangan tunggu mapan dulu untuk belajar berinvestasi,” pesannya dengan penuh semangat.
Sesi talkshow berlangsung interaktif. Dua mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber mengenai mekanisme pinjaman di Pegadaian dan bagaimana cara menjaga kondisi pinjaman agar tetap lancar. Menanggapi pertanyaan tersebut, Bapak Syamsul memberikan penjelasan yang edukatif dan sederhana, menekankan pentingnya disiplin dalam pembayaran cicilan serta memahami perjanjian kredit sebelum mengajukan pinjaman. “Kunci utama dalam mengelola pinjaman adalah tanggung jawab. Jika kita jujur dan disiplin, maka kepercayaan lembaga keuangan akan selalu terjaga,” ujarnya.
Kegiatan semakin menarik ketika narasumber memberikan contoh konkret tentang bagaimana mahasiswa bisa memanfaatkan layanan Pegadaian untuk mendukung kegiatan produktif, seperti modal usaha kecil, pembelian perlengkapan akademik, hingga investasi pribadi. Ia juga menegaskan bahwa Pegadaian hadir bukan untuk membebani masyarakat, tetapi membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih baik melalui produk yang aman, halal, dan terjangkau.
Di akhir sesi, Direktur IBI UMU Buton, Muhammad Filtar, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pegadaian Cabang Baubau atas partisipasinya dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan institusi pendidikan seperti ini menjadi contoh nyata dari sinergi yang produktif dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing. “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja yang berlandaskan nilai-nilai Aswaja, integritas, dan kemandirian,” tuturnya.
Kegiatan Entrepreneur Wanted yang digagas Direktorat Indonesia Buton Institute ini kembali membuktikan perannya sebagai wadah pembinaan karakter kewirausahaan mahasiswa Universitas Muslim Buton. Melalui rangkaian kegiatan yang berorientasi pada pengembangan soft skill dan mindset kreatif, IBI UMU Buton berkomitmen untuk terus menghadirkan praktisi dan profesional dari berbagai bidang agar mahasiswa memiliki wawasan yang luas tentang dunia kerja, bisnis, dan keuangan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muslim Buton semakin menegaskan dirinya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak sarjana berilmu, tetapi juga generasi muda yang siap bersaing secara profesional di dunia usaha. Semangat entrepreneur, literasi keuangan, dan nilai-nilai Aswaja menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang berdaya, mandiri, dan berakhlak mulia.
Kegiatan Entrepreneur Wanted bukan sekadar talkshow, tetapi gerakan perubahan cara berpikir. Melalui dialog antara akademisi dan praktisi, mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa dunia kerja masa depan tidak hanya menuntut pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk berinovasi dan mengambil peluang. Dengan inspirasi dari Pegadaian, mahasiswa UMU Buton diharapkan mampu melangkah menuju masa depan dengan visi yang lebih luas: menjadi generasi emas yang berani berwirausaha, berintegritas, dan berdedikasi untuk kemajuan bangsa.






