UMU Online-28 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi Manajemen Retail Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Buton menunjukkan semangat kewirausahaan melalui kegiatan Bazar Praktik Bisnis yang digelar Gazebo mini di area kampus UMU Buton. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Praktik Bisnis Ritel yang diikuti oleh mahasiswa semester V. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa menampilkan berbagai produk makanan ringan dan minuman hasil olahan sendiri yang menggambarkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan mereka dalam menerapkan teori bisnis secara nyata.
Bazar ini menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika dunia usaha, mulai dari proses produksi, pengemasan, promosi, hingga pelayanan konsumen. Tidak hanya sekadar menjual produk, kegiatan ini juga menumbuhkan kemampuan berpikir strategis dan membangun mental wirausaha yang tangguh. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa dunia bisnis bukan hanya soal laba, tetapi juga tentang nilai-nilai kreativitas, kerja keras, dan tanggung jawab sosial.
Menurut Ketua Program Studi Manajemen Retail FEB UMU Buton, kegiatan bazar ini merupakan bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa yang berjiwa entrepreneur. Ia menegaskan bahwa Universitas Muslim Buton terus berupaya menumbuhkan budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa agar mereka tidak hanya siap menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori manajemen dan pemasaran di kelas, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam situasi nyata. Bazar ini adalah bentuk miniatur dunia bisnis yang sebenarnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai produk menarik dihadirkan oleh mahasiswa, mulai dari makanan ringan berbahan lokal seperti keripik singkong, kue tradisional, hingga minuman kekinian hasil racikan sendiri. Setiap kelompok mahasiswa berinovasi menciptakan merek, kemasan, dan strategi promosi yang berbeda-beda. Beberapa bahkan menggunakan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi produk mereka. Kreativitas ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMU Buton memiliki potensi besar untuk bersaing di dunia bisnis yang kompetitif.
Dosen pengampu mata kuliah Praktik Bisnis Ritel menambahkan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya mengasah kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga melatih soft skill seperti komunikasi, kerja tim, dan kemampuan negosiasi. “Dalam kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar banyak hal yang tidak mereka dapatkan hanya dari teori. Mereka belajar menghadapi pelanggan, mengelola waktu, dan mengambil keputusan cepat di lapangan,” ungkapnya.
Kegiatan bazar ini juga mendapat perhatian dari sivitas akademika UMU Buton dan masyarakat sekitar kampus. Banyak pengunjung yang antusias membeli produk mahasiswa, sekaligus memberikan apresiasi atas semangat dan kreativitas mereka. Suasana bazar yang meriah dipenuhi dengan semangat kompetitif yang sehat, di mana setiap stan mahasiswa berusaha menampilkan yang terbaik, baik dari segi produk maupun pelayanan.
Ketua Yayasan UMU Buton memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menyebut bahwa praktik seperti ini sejalan dengan visi universitas untuk membangun insan akademik yang cerdas intelektual, cerdas spiritual, dan cerdas emosional serta berjiwa entrepreneur. “Bazar ini bukan hanya soal jualan, tetapi tentang proses membangun karakter mahasiswa yang mandiri, inovatif, dan berani mengambil risiko. Dunia usaha membutuhkan generasi muda yang kreatif dan mampu menghadirkan solusi dari tantangan ekonomi yang ada,” tuturnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam menguatkan identitas kampus sebagai universitas berbasis keislaman dan kewirausahaan. Melalui kegiatan praktik semacam ini, nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) turut ditanamkan, seperti kejujuran, amanah, kerja keras, dan kepedulian sosial. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai moral ke dalam setiap aktivitas bisnis, sehingga lahir generasi wirausaha yang beretika dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan Bazar Praktik Bisnis ini juga menjadi sarana evaluasi bagi dosen untuk menilai sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan teori manajemen ritel dalam praktik nyata. Evaluasi dilakukan tidak hanya dari sisi keuntungan penjualan, tetapi juga pada aspek perencanaan bisnis, kreativitas, strategi pemasaran, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian integral dari pembelajaran berbasis proyek yang menekankan pada hasil nyata (learning by doing).
Secara filosofis, kegiatan bazar ini mencerminkan esensi pendidikan tinggi yang sejati yaitu menghubungkan antara pengetahuan dan tindakan, antara teori dan praktik, antara kampus dan dunia nyata. UMU Buton memahami bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh generasi muda yang mampu berpikir inovatif dan bertindak produktif. Maka melalui program seperti ini, kampus berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi pelaku ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bazar Praktik Bisnis Mahasiswa Manajemen Retail FEB UMU Buton membuktikan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat berjalan efektif jika dikemas secara kreatif dan aplikatif. Dengan semangat kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak fakultas, kegiatan ini menjadi simbol komitmen UMU Buton dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, mandiri, dan berkarakter.
Dari stan sederhana yang dipenuhi senyum mahasiswa itu, tumbuh benih-benih wirausaha masa depan – yang suatu saat akan membawa nama baik UMU Buton ke tingkat nasional dan bahkan global. Karena sesungguhnya, seperti kata Rektor, “Setiap usaha kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan inovasi adalah langkah besar menuju kesuksesan yang berkelanjutan.”
Editor UMU Buton, Muh Adil
