ar
en
id

Bahasa:

PROGRAM ETP: BAHASA UNGGUL, KINERJA LAYANAN HEBAT

Kamis, 20 November 2025 – Ballroom Al-Munawwarah UMU Buton Universitas Muslim Buton terus berkomitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam lingkup kemampuan bahasa Inggris pegawai. Melalui program unggulan English Tutorial Program, UMU Buton menggelar kegiatan pembelajaran berkelanjutan yang ditujukan untuk memperkuat kompetensi komunikasi akademik, administrasi, dan pelayanan publik. Kegiatan ETP kali ini diselenggarakan pada Kamis, 20 November 2025, bertempat di Ballroom Al-Munawwarah UMU Buton, mulai pukul 14.00 – 15.30 WITA, dengan menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif, produktif, dan penuh semangat.

Kegiatan ini mengangkat tema “Grammar in Use – Tenses untuk Konteks Akademik,” sebuah materi yang dipilih secara strategis untuk membantu pegawai memahami struktur tata bahasa sebagai pondasi komunikasi formal dalam dunia pendidikan tinggi. Penguasaan tenses bukan sekadar pengetahuan teknis, melainkan kompetensi inti yang diperlukan dalam penyusunan surat menyurat, pembuatan laporan, komunikasi dengan mitra internasional, hingga penyajian informasi akademik yang akurat dan kredibel.

Menghadirkan narasumber berpengalaman, Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pegawai UMU Buton untuk memperdalam kemampuan bahasa Inggris secara langsung dengan bimbingan praktis dan aplikatif. Sebagai akademisi dan praktisi pendidikan yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan kompetensi bahasa, Dr. Rasmin tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat tata bahasa Inggris sebagai alat berpikir, alat komunikasi profesional, dan alat pelayanan institusi yang unggul.

Kegiatan dibuka dengan sambutan singkat dari koordinator ETP yang menekankan pentingnya konsistensi dalam pengembangan kapasitas pegawai UMU Buton. Dalam sambutannya disampaikan bahwa ETP bukan sekadar program pelatihan, tetapi merupakan movement penguatan budaya mutu, di mana pegawai didorong untuk senantiasa belajar, berkembang, dan memperbaiki diri. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti penyampaian materi oleh narasumber.

Dalam penyampaiannya, Dr. Rasmin menjelaskan konsep tenses secara sistematis, mulai dari bentuk present, past, hingga future, beserta variasi continuous, perfect, dan perfect continuous. Penjelasan diberikan melalui contoh-contoh nyata yang sering ditemui dalam lingkungan kampus, seperti penulisan laporan kegiatan, pembuatan surat dinas, penyampaian informasi akademik, dan komunikasi dengan pihak eksternal. Melalui metode penyampaian yang lugas, peserta diajak untuk memahami esensi waktu dalam bahasa Inggris dan bagaimana setiap bentuk kalimat menggambarkan situasi, konteks, serta tujuan komunikasi tertentu.

Sesi pembelajaran berlangsung interaktif. Peserta diberi kesempatan menuliskan contoh kalimat, berdiskusi tentang kesalahan umum dalam penggunaan tenses, serta mempraktikkan penyusunan kalimat formal yang sering digunakan dalam pelayanan administrasi UMU Buton. Suasana semakin hidup ketika peserta diminta mengoreksi beberapa kalimat yang keliru untuk kemudian didiskusikan bersama. Keterlibatan aktif ini menjadi bukti bahwa ETP tidak hanya memberikan teori, tetapi menciptakan learning experience yang memberi ruang latihan, eksplorasi, dan penguatan kemampuan nyata.

Salah satu poin penting yang ditekankan narasumber adalah bahwa penguasaan grammar bukan semata kebutuhan akademik, tetapi elemen profesionalitas dalam memberikan layanan. Pegawai yang mampu menggunakan bahasa Inggris dengan tepat dinilai memiliki ketelitian, kecermatan, serta integritas kerja yang baik. Hal ini sejalan dengan visi UMU Buton sebagai institusi yang terus bergerak menuju tata kelola modern, unggul, dan berdaya saing global.

Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan kesan bahwa pembelajaran yang diberikan sangat membantu, mudah dipahami, dan relevan dengan pekerjaan sehari-hari. Mereka berharap kegiatan ETP terus dilaksanakan secara konsisten, dengan materi yang lebih variatif dan berjenjang, sehingga kemampuan bahasa Inggris pegawai dapat meningkat secara terstruktur dan berkelanjutan.

Sebelum kegiatan ditutup, panitia kembali menegaskan slogan ETP:

Mulai Kecil, Bermimpi Besar! Bahasa Unggul, Layanan Hebat!

Slogan ini menjadi semangat bagi seluruh pegawai bahwa peningkatan kapasitas tidak selalu dimulai dari hal besar; konsistensi dalam belajar dan keberanian mencoba adalah langkah awal menuju perubahan yang bermakna.

Melalui ETP, UMU Buton kembali membuktikan bahwa transformasi mutu bukan sekadar wacana, tetapi tindakan nyata. Program ini menjadi bagian penting dari komitmen institusi dalam menghadirkan pelayanan profesional, budaya kerja unggul, serta lingkungan akademik yang semakin berkualitas dan berdaya saing.

 

Editor UMU Buton, Muh Adil

Tags :
Bagikan :