ar
en
id

Bahasa:

PROGRAM ULF: DISIPLIN, KONSISTENSI, KERJA KERAS BERSAMA

UMU Online- 04 Desember 2025 Universitas Muslim Buton kembali menegaskan arah besar penguatan tata kelola dan budaya kerja melalui pelaksanaan UMU Leader Forum, sebuah forum strategis yang mempertemukan pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dalam satu ruang refleksi, evaluasi, sekaligus penguatan komitmen bersama. Kegiatan ini menghadirkan Bapak H. Ibrahim Marsela selaku Ketua Yayasan yang menaungi UMU Buton sebagai narasumber utama, serta Dr. Laode Rasmin sebagai keynote speaker.

Dalam arahannya, Bapak H. Ibrahim Marsela menyampaikan pesan yang tegas, lugas, dan penuh spirit perjuangan. Ia menekankan bahwa tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, dan tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Menurutnya, capaian sebuah perguruan tinggi, terlebih perguruan tinggi swasta yang sedang bertumbuh seperti UMU Buton, tidak mungkin diraih dengan pola kerja setengah hati, apalagi dengan budaya kerja seremonial.

Ia menghimbau seluruh civitas akademika UMU Buton-baik dosen maupun tenaga kependidikan-untuk terus memegang teguh konsistensi dan komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya. Bagi beliau, komitmen bukan sekadar slogan, tetapi harus terlihat nyata dalam sikap, etos kerja harian, dan disiplin menjalankan peran sesuai fungsi institusi.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kinerja yang membanggakan untuk kemajuan UMU Buton dimulai dari hal paling dasar, yaitu kedisiplinan mematuhi jam kerja. Disiplin waktu dinilai sebagai fondasi utama yang menentukan kualitas layanan akademik dan non-akademik. Dalam suasana reflektif namun tegas, ia mengingatkan bahwa selama ini masih ditemukan pola kerja yang tidak sehat, seperti hadir hanya untuk tanda tangan di pagi hari dan kembali sekadar untuk absensi pulang. Praktik semacam ini, tegasnya, tidak boleh lagi dibiarkan jika UMU Buton ingin benar-benar melompat maju.

“UMU Buton hari ini tidak berjalan tanpa arah. Kita sudah memiliki landasan kebijakan yang sangat jelas mulai dari Statuta, RIP, Renstra, hingga Renop. Semua dokumen ini bukan untuk disimpan di rak, tetapi menjadi pedoman kerja yang memuat target tahunan, lima tahunan, bahkan dua puluh tahunan,” tegasnya. Artinya, setiap dosen dan tendik sesungguhnya sedang berjalan di dalam sebuah peta besar perjuangan institusi. Tinggal pilihan pribadi, apakah ingin menjadi bagian dari perubahan itu, atau berjalan di tempat.

Bapak Ibrahim Marsela juga menyampaikan pesan yang sangat tegas secara moral dan organisatoris. Baginya, nilai kerja UMU Buton adalah nilai perjuangan, loyalitas, dan pengabdian yang bermartabat. Oleh karena itu, bagi siapa pun yang tidak siap mematuhi nilai-nilai tersebut, ia mengingatkan dengan lugas agar tidak membuang waktu dengan bertahan tanpa kontribusi nyata. Pesan ini menjadi titik balik penting dalam forum, sekaligus alarm kesadaran bahwa UMU Buton sedang menuntut standar kerja yang lebih tinggi dan lebih profesional.

Sementara itu, Dr. Laode Rasmin dalam keynote speech-nya menguatkan pesan tentang pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada sistem, budaya mutu, dan keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta yang baru berkembang menghadapi tantangan berlapis, mulai dari kepercayaan publik, mutu layanan, hingga daya saing lulusan. Oleh karena itu, kunci utamanya tidak terletak pada fasilitas semata, melainkan pada kualitas manusia yang menggerakkan sistem.

Menurutnya, UMU Buton berada pada fase krusial sebagai PTS yang sedang bertumbuh. Pada fase ini, keberanian berbenah, ketegasan dalam menerapkan aturan, serta kesatuan visi menjadi syarat mutlak agar institusi tidak terjebak dalam euforia aktivitas tanpa lompatan kualitas. Ia mengapresiasi langkah Ketua Yayasan yang secara terbuka menekankan disiplin dan etos kerja sebagai fondasi utama transformasi UMU Buton.

UMU Leader Forum berlangsung dalam suasana yang dinamis, reflektif, sekaligus penuh kesadaran kolektif bahwa UMU Buton sedang memasuki babak baru pembangunan institusi. Forum ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian gagasan, tetapi juga menjadi cermin bersama untuk melihat kembali sejauh mana komitmen dijalankan, sejauh mana disiplin ditegakkan, dan sejauh mana kontribusi nyata telah diberikan.

Sebagai perguruan tinggi swasta yang terus bertumbuh di wilayah Kepulauan Buton, UMU Buton menyadari bahwa tantangan tidak ringan. Namun melalui forum ini, ditegaskan kembali bahwa kemajuan tidak lahir dari keluhan, melainkan dari kerja keras yang konsisten, disiplin yang teguh, dan komitmen yang tidak tergoyahkan. UMU Leader Forum menjadi momentum penting untuk memperkuat barisan perjuangan, menyatukan langkah, dan meneguhkan niat bersama dalam membangun UMU Buton sebagai kampus yang berdaya saing, bermartabat, dan memberi dampak nyata bagi daerah dan bangsa.

Tags :
Bagikan :