ar
en
id

Bahasa:

PROGRAM NGAJI RUTIN KAMIS: REZEKI HALAL MENGUATKAN USAHA BERKAH

UMU Online-Universitas Muslim Buton kembali meneguhkan jati dirinya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik dan profesionalisme, tetapi juga pada pembangunan spiritual dan moral seluruh civitas akademika. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Ngaji Rutin Kamis yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Islam dan Aswaja pada Kamis, 04 Desember 2025, bertempat di Masjid Baitul Hikmah UMU Buton, tepat ba’da Dzuhur.

Kegiatan yang diikuti oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa ini mengangkat tema Etika dan Peranan Penghasilan Rezeki yang Halal dalam Usaha Muslim, dengan menghadirkan Sarlin, S.E., M.Si, Dosen Program Studi Kewirausahaan, sebagai pemateri. Sejak awal, suasana masjid tampak khusyuk dan penuh ketenangan. Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Al-Baqarah ayat 168 hingga 172, yang mengingatkan tentang perintah Allah untuk mencari rezeki yang halal dan baik, serta larangan mengikuti langkah-langkah setan dalam urusan harta dan penghidupan.

Pembacaan ayat suci tersebut menjadi landasan spiritual yang kuat bagi seluruh rangkaian kajian. Pesan yang terkandung di dalamnya menegaskan bahwa urusan rezeki tidak semata persoalan usaha dan kerja, tetapi juga menyangkut nilai kehalalan, keberkahan, dan tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT. Inilah titik tolak utama yang kemudian diperdalam dalam pemaparan materi.

Dalam penyampaiannya, Sarlin, S.E., M.Si menegaskan bahwa usaha seorang Muslim tidak boleh dilepaskan dari nilai etika dan kehalalan rezeki. Rezeki yang halal bukan hanya menentukan keberkahan harta, tetapi juga membentuk karakter, ketenangan jiwa, serta kualitas kehidupan seseorang dan keluarganya. Menurutnya, banyak orang bekerja keras dan menghasilkan secara materi, tetapi lupa bahwa kehalalan proses mendapatkan penghasilan jauh lebih penting daripada besar kecilnya hasil yang diperoleh.

Ia menekankan bahwa etika dalam usaha mencakup kejujuran, tanggung jawab, tidak merugikan orang lain, tidak melakukan manipulasi, serta tidak melanggar ketentuan syariat. Dalam konteks dunia usaha hari ini yang penuh persaingan, nilai-nilai tersebut sering kali tergeser oleh ambisi keuntungan semata. Padahal, dalam pandangan Islam, keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari capaian materi, melainkan dari keberkahan yang menyertainya.

Kajian ini juga mengingatkan bahwa rezeki halal memiliki pengaruh besar terhadap kualitas ibadah dan kehidupan spiritual seseorang. Harta yang diperoleh dengan cara yang tidak benar akan mengeraskan hati, menghilangkan ketenangan batin, serta menjadi penghalang terkabulnya doa. Sebaliknya, rezeki yang halal, meskipun sedikit, akan membawa ketenangan, keberkahan, dan kemudahan dalam kehidupan.

Peserta kajian mengikuti pemaparan dengan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang mengakui bahwa tema ini sangat relevan dengan realitas kehidupan saat ini, di mana batas antara halal dan tidak halal sering kali menjadi samar dalam praktik. Melalui kajian ini, civitas akademika UMU Buton diajak untuk kembali meluruskan niat, memperbaiki cara, dan menjaga integritas dalam seluruh aktivitas, baik sebagai dosen, pegawai, mahasiswa, maupun sebagai pelaku usaha di tengah masyarakat.

Ngaji Rutin Kamis ini bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai keislaman yang terus dihidupkan di lingkungan UMU Buton. Di tengah kesibukan akademik dan tuntutan pekerjaan, kegiatan ini hadir sebagai pengingat bahwa keberhasilan sejati selalu berangkat dari fondasi iman, etika, dan kehalalan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menegaskan bahwa UMU Buton tidak memisahkan antara ilmu, kerja, dan nilai spiritual. Pengembangan kewirausahaan, penguatan layanan akademik, dan pembangunan institusi semuanya harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman. Dengan cara inilah UMU Buton berupaya melahirkan insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan. Suasana dialogis dan reflektif membangun kesadaran bersama bahwa mencari rezeki bukan semata soal bekerja, tetapi juga soal menjaga amanah, kejujuran, dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Banyak peserta yang merasa mendapatkan penguatan batin untuk lebih berhati-hati dalam setiap langkah kehidupan, khususnya dalam urusan pekerjaan dan usaha.

Melalui Ngaji Rutin Kamis ini, UMU Buton kembali mengirimkan pesan yang kuat bahwa kampus adalah ruang pembentukan manusia seutuhnya. Ilmu, etos kerja, dan spiritualitas berjalan beriringan. Rezeki halal bukan hanya menjadi konsep keagamaan, tetapi menjadi jalan hidup yang harus diperjuangkan bersama demi terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.

Ke depan, Lembaga Kajian Islam dan Aswaja UMU Buton berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian-kajian tematik yang relevan dengan kebutuhan zaman, menyentuh persoalan nyata umat, dan memperkuat jati diri civitas akademika sebagai insan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna.

Ngaji Rutin Kamis ini menjadi bukti bahwa dari masjid kampus, lahir energi kebaikan yang mengalir ke ruang-ruang kelas, unit kerja, dan kehidupan sosial masyarakat. Dari nilai rezeki yang halal, tumbuh usaha yang berkah. Dari etika, lahir kepercayaan. Dan dari iman, terbangun masa depan UMU Buton yang lebih bermartabat.

Tags :
Bagikan :