UMU Online – Baubau, 2 Juli 2026 UMU Buton terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi strategis dengan lembaga negara melalui penerimaan audiensi Tim Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka publikasi Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Forkestra) 2026, Kamis (2/7), di Ballroom Universitas Muslim Buton.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Muslim Buton Dr. La Ode Rasmin, para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Biro, Kepala Lembaga, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Sementara itu, Tim Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara dipimpin oleh Ilham Hidayata bersama jajaran yang memaparkan arah kebijakan, tujuan, dan rangkaian kegiatan Forkestra 2026.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi. Forum tersebut tidak hanya menjadi sarana publikasi agenda nasional Bank Indonesia, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis mengenai penguatan peran perguruan tinggi dalam mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, khususnya di kawasan timur.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. La Ode Rasmin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bank Indonesia yang kembali melibatkan Universitas Muslim Buton sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan literasi ekonomi syariah.
“Universitas memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika ekonomi nasional, termasuk perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kolaborasi dengan Bank Indonesia merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing,” ujar Rektor.
Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi saat ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca perubahan, menciptakan inovasi, membangun jejaring kolaborasi, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan masyarakat.
Karena itu, Universitas Muslim Buton terus membuka ruang kemitraan dengan berbagai institusi pemerintah, dunia usaha, dunia industri, lembaga keuangan, dan organisasi profesi sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak (impact).
Pada kesempatan tersebut, Tim Bank Indonesia memaparkan bahwa Forkestra 2026 merupakan agenda strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat.
Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain seminar ilmiah, kuliah umum, kompetisi akademik, pameran produk halal, edukasi keuangan syariah, business matching, pengembangan UMKM, inovasi digital, hingga berbagai kompetisi bagi mahasiswa dan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia berharap semakin banyak perguruan tinggi yang mengambil peran sebagai pusat pengembangan literasi ekonomi syariah sekaligus menjadi inkubator lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Selama sesi diskusi, para pimpinan Universitas Muslim Buton memberikan berbagai masukan mengenai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama Bank Indonesia. Pembahasan meliputi penguatan riset ekonomi daerah, peningkatan literasi keuangan syariah bagi mahasiswa, pengembangan kewirausahaan berbasis kampus, pendampingan UMKM, program praktisi mengajar, hingga implementasi pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pemberdayaan ekonomi.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut memperlihatkan adanya kesamaan visi antara Universitas Muslim Buton dan Bank Indonesia dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi.
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung visi membangun sumber daya manusia unggul, berakhlakul karimah, dan berwawasan entrepreneurship, Universitas Muslim Buton memandang bahwa penguatan literasi ekonomi syariah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter sekaligus pengembangan kompetensi lulusan di era transformasi ekonomi global.
Nilai-nilai ekonomi syariah seperti kejujuran, keadilan, transparansi, keberlanjutan, dan kemaslahatan diyakini sejalan dengan filosofi pendidikan tinggi yang menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Rektor juga mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Muslim Buton untuk memanfaatkan Forkestra 2026 sebagai ruang pembelajaran, ruang inovasi, dan ruang kolaborasi.
“Mahasiswa harus hadir sebagai pelaku perubahan. Mereka perlu mengambil bagian dalam berbagai kompetisi, seminar, riset, dan forum ilmiah yang diselenggarakan melalui Forkestra. Dari sana akan lahir pengalaman, jejaring, dan inovasi yang menjadi bekal penting dalam memasuki dunia profesional maupun dunia usaha,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan membangun kemitraan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kampus hari ini harus menjadi pusat lahirnya solusi. Setiap kerja sama harus bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan penciptaan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan bangsa,” tegasnya.
Audiensi kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Universitas Muslim Buton dan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara melalui berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, literasi ekonomi syariah, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan pemberdayaan masyarakat.
Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan Bank Indonesia bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi merupakan investasi strategis dalam membangun generasi masa depan yang memiliki integritas, kompetensi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta semangat berkontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia.
Melalui penyelenggaraan audiensi ini, Universitas Muslim Buton kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, responsif terhadap agenda pembangunan nasional, dan konsisten memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, Universitas Muslim Buton akan terus memperluas kemitraan dengan berbagai lembaga strategis guna memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan mampu bersaing pada tingkat nasional maupun global.






