Leader Forum UMU Buton Teguhkan Transformasi Organisasi Menuju Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Adaptif dan Berdaya Saing

Leader Forum UMU Buton Teguhkan Transformasi Organisasi Menuju Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Adaptif dan Berdaya Saing

UMU-Online. Universitas Muslim Buton (UMU Buton) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penyelenggaraan Leader Forum bertajuk “Transformasi Organisasi dan Tata Kelola UMU Buton” yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026 di Ballroom Al-Munawwarah Universitas Muslim Buton. Kegiatan ini dipimpin oleh Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd., serta menghadirkan Ketua Badan Penyelenggara Yayasan Indonesia Kepulauan Buton, Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M., sebagai narasumber utama. Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi pimpinan universitas, fakultas, program studi, dan seluruh unit kerja untuk menyamakan persepsi mengenai arah transformasi organisasi dan tata kelola dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Melalui forum ini, Universitas Muslim Buton menegaskan bahwa transformasi kelembagaan bukan sekadar agenda administratif, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk membangun institusi yang unggul, adaptif, profesional, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M menegaskan bahwa transformasi organisasi merupakan agenda strategis yang harus dipahami dan dijalankan secara bersama oleh seluruh sivitas akademika. Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh perubahan kebijakan atau struktur organisasi, tetapi juga oleh perubahan pola pikir, budaya kerja, dan komitmen setiap unit dalam membangun tata kelola yang profesional serta berorientasi pada peningkatan mutu. “Transformasi organisasi bukan hanya tentang perubahan struktur, tetapi tentang membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Keberhasilan transformasi ini bergantung pada komitmen seluruh sivitas akademika untuk bergerak bersama menuju Universitas Muslim Buton yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Leader Forum diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas institusi sekaligus menyamakan visi dan komitmen seluruh pimpinan dalam mewujudkan tata kelola Universitas Muslim Buton yang profesional, adaptif, akuntabel, berbasis kinerja, serta berorientasi pada budaya mutu, inovasi, dan pelayanan prima. Kesamaan persepsi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, forum ini tidak hanya menjadi media penyampaian gagasan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi kelembagaan yang mendorong setiap unit kerja bergerak dalam arah yang sama melalui sinergi, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama.

Dalam pemaparannya, Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M menjelaskan bahwa perubahan lingkungan strategis pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan transformasi secara menyeluruh. Persaingan global, perkembangan teknologi digital, perubahan regulasi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan mengharuskan universitas memiliki organisasi yang lincah, responsif, dan mampu beradaptasi dengan cepat. Oleh karena itu, reformasi organisasi di Universitas Muslim Buton diarahkan bukan hanya pada penyempurnaan struktur kelembagaan, tetapi juga pada pembentukan paradigma berpikir baru, budaya kerja yang produktif, tata kelola yang modern, sistem pelayanan yang efektif, serta orientasi kinerja yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan institusi.

Salah satu fokus utama transformasi adalah membangun organisasi yang berorientasi pada kinerja melalui penerapan Key Performance Indicators (KPI) pada setiap unit kerja. Seluruh program dan kegiatan diharapkan memiliki target yang terukur sehingga keberhasilannya dapat dievaluasi berdasarkan capaian dan dampak yang dihasilkan. Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa setiap lembaga, fakultas, maupun program studi harus memiliki visi dan misi yang diwujudkan melalui langkah-langkah konkret. Transformasi yang besar, menurut narasumber, selalu dimulai dari perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, disiplin, dan berkelanjutan.


Aspek lain yang mendapat perhatian adalah penguatan Good University Governance (GUG) sebagai fondasi penyelenggaraan perguruan tinggi. Tata kelola universitas diarahkan pada prinsip transparansi dalam pengambilan keputusan, akuntabilitas pengelolaan sumber daya, efektivitas dan efisiensi pelayanan, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan budaya integritas. Untuk mendukung hal tersebut, UMU Buton terus melakukan penyederhanaan birokrasi, memperjelas fungsi setiap unit kerja, memperkuat koordinasi lintas unit, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mengurangi tumpang tindih kewenangan sehingga organisasi menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan dan perubahan lingkungan strategis.

Transformasi organisasi juga diarahkan pada penguatan kepemimpinan berbasis kolaborasi. Kepemimpinan yang dibangun di lingkungan UMU Buton tidak hanya berorientasi pada pencapaian target organisasi, tetapi juga mengedepankan prinsip servant leadership, inovasi, kolaborasi, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Melalui kepemimpinan yang partisipatif tersebut, setiap unit diharapkan mampu membangun budaya kerja yang saling mendukung, memperkuat koordinasi, dan menghasilkan inovasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Penguatan budaya mutu menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi kelembagaan. Seluruh aktivitas akademik dan nonakademik diarahkan untuk mengikuti standar mutu melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dijalankan secara konsisten dengan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Dalam diskusi berkembang kesepahaman bahwa budaya mutu tidak boleh berhenti pada aspek administratif, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap unit. Karena itu, setiap program studi didorong untuk melaksanakan rapat persiapan pembelajaran, evaluasi UTS, dan evaluasi UAS sebagai bagian dari mekanisme evaluasi berkelanjutan yang mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Selain penguatan budaya mutu, digitalisasi tata kelola menjadi bagian penting dari agenda transformasi. Universitas Muslim Buton terus mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi melalui penerapan digital office, pengelolaan dokumen elektronik, pelayanan administrasi berbasis digital, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan, mempercepat proses administrasi, serta memperkuat pengelolaan data sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan berbasis bukti.

Pada bidang akademik, transformasi diarahkan pada penguatan implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, pengembangan pembelajaran digital, penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta integrasi nilai-nilai kewirausahaan, karakter, dan keislaman dalam proses pembelajaran. Bersamaan dengan itu, tata kelola sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, kerja sama strategis, serta sistem monitoring dan evaluasi terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang efisien, adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Leader Forum tidak hanya menghasilkan penguatan pemahaman konseptual mengenai transformasi organisasi, tetapi juga melahirkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi tindak lanjut bersama. Di antaranya adalah penyusunan laporan Audit Mutu Internal (AMI) secara berjenjang mulai dari tingkat program studi hingga institusi melalui koordinasi Ketua Program Studi, Unit Penjaminan Mutu (UPM), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Rektor, Wakil Rektor, dan Kepala Biro. Forum juga menegaskan pentingnya memastikan implementasi siklus PPEPP berjalan secara konsisten di seluruh unit mulai Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, melaksanakan monitoring dan evaluasi tridarma pada setiap akhir semester, serta mengembangkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai bagian dari peningkatan kualitas akademik. Keputusan-keputusan tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dibangun Universitas Muslim Buton tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi diwujudkan melalui program kerja yang memiliki penanggung jawab, indikator keberhasilan, dan target pelaksanaan yang jelas.

Menutup kegiatan tersebut, Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan untuk menjadikan hasil Leader Forum sebagai komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola universitas. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan transformasi organisasi hanya dapat dicapai apabila seluruh sivitas akademika memiliki kesamaan visi, integritas, budaya kolaboratif, dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan semangat tersebut, Universitas Muslim Buton optimistis mampu memperkokoh posisinya sebagai Entrepreneur University yang unggul, berkarakter Islami, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Kepulauan Buton, Indonesia, dan komunitas global.

Tags :
Bagikan :
Pendaftaran Mahasiswa Baru

Pengumuman