Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menyelenggarakan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis universitas dalam memperkuat tata kelola sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh civitas akademika.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai berbagai program jaminan sosial ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Materi yang disampaikan tidak hanya menjelaskan manfaat dari setiap program, tetapi juga mengulas mekanisme kepesertaan, hak dan kewajiban peserta, prosedur pengajuan klaim, hingga pemanfaatan layanan digital yang semakin memudahkan akses informasi dan pelayanan.
Dalam konteks pengelolaan perguruan tinggi, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Dosen dan tenaga kependidikan sebagai aset utama institusi memegang peranan strategis dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai sistem perlindungan sosial menjadi kebutuhan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi sosialisasi dengan antusias. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang seputar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, cakupan perlindungan bagi tenaga kerja, prosedur klaim manfaat, hingga berbagai kondisi yang sering dihadapi dalam pelaksanaan tugas. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap pentingnya perlindungan sosial sebagai bagian dari kepastian kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muslim Buton berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sehingga mampu mengoptimalkan hak-haknya sebagai peserta. Di sisi lain, peningkatan literasi mengenai jaminan sosial diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman dalam bekerja, memperkuat motivasi, serta mendorong peningkatan kinerja individu maupun institusi.
Penyelenggaraan workshop ini juga mencerminkan komitmen Universitas Muslim Buton dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan tata kelola perguruan tinggi. Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif, memberikan kepastian bagi tenaga kerja, serta mendukung terwujudnya lingkungan kerja yang profesional dan berdaya saing.
Ke depan, Universitas Muslim Buton akan terus mendorong berbagai program pengembangan kapasitas sumber daya manusia, baik melalui kegiatan edukasi, pelatihan, maupun sosialisasi yang relevan dengan kebutuhan institusi. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas untuk menciptakan ekosistem kerja yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap perlindungan, kesejahteraan, dan keberlanjutan karier seluruh dosen dan tenaga kependidikan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas.






