Kajian Aswaja – Lisan Terjaga, Jari Terarah: Adab Muslim di Dunia Digital

Lisan Terjaga Jari Terarah: Adab Muslim di Dunia Digital

UMU Online – Universitas Muslim Buton kembali menyelenggarakan Kajian Aswaja pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan mengangkat tema “Lisan Terjaga, Jari Terarah: Adab Muslim di Dunia Digital.” Kajian ini dibawakan oleh Ibu Anisa Agustina, S.Kom., M.Kom., yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lisan, tulisan, serta perilaku sebagai seorang muslim dalam memanfaatkan media digital.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa menjaga lisan tidak hanya berlaku dalam komunikasi secara langsung, tetapi juga harus diterapkan dalam aktivitas bermedia sosial. Setiap kata yang dituliskan, komentar yang diberikan, maupun informasi yang dibagikan melalui media digital merupakan bentuk komunikasi yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan mengedepankan etika, kesantunan, kejujuran, dan tanggung jawab.

Ibu Anisa Agustina juga mengingatkan pentingnya menghindari penyebaran informasi palsu atau berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Kebiasaan membagikan informasi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dapat menimbulkan kesalahpahaman, memicu konflik, bahkan merugikan orang lain. Dengan demikian, setiap muslim perlu membiasakan diri untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, menjaga pilihan kata ketika berkomentar, serta menghindari ujaran yang menghina, merendahkan, atau menyakiti perasaan orang lain.

Pesan tersebut selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Al-Hujurat ayat 11–15, khususnya larangan mengolok-olok, mencela, memanggil dengan julukan buruk, berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan menggunjing sesama. Ayat-ayat tersebut mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan, membangun hubungan yang baik, serta menjunjung tinggi persaudaraan dan ketakwaan. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi umat Islam dalam membangun interaksi yang sehat, baik di lingkungan masyarakat maupun di ruang digital.

Melalui kajian ini, peserta diajak untuk menyadari bahwa media sosial bukanlah ruang yang membebaskan seseorang dari tanggung jawab moral dan agama. Setiap unggahan, komentar, dan pesan yang disampaikan hendaknya mencerminkan akhlak seorang muslim. Jari yang digunakan untuk mengetik harus sejalan dengan hati yang terjaga, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.

Kajian Aswaja ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika Universitas Muslim Buton akan pentingnya menerapkan adab Islami dalam kehidupan digital. Lisan yang terjaga dan jari yang terarah merupakan cerminan akhlak seorang muslim yang bijak, santun, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial. Dengan menjadikan nilai-nilai Aswaja sebagai pedoman, media digital diharapkan menjadi sarana untuk menebarkan kebaikan, bukan menyebarkan kebencian dan permusuhan.

Tags :
Bagikan :