UMU Online, Kajian Aswaja – Universitas Muslim Buton kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) pada Kamis, 5 November 2026, bertempat di Aula Ballroom Munawarah Universitas Muslim Buton. Kajian kali ini mengangkat tema “Memahami Hakikat Tauhid dalam Perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah” dengan menghadirkan Bapak Moh. Resa Putra Busman, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keislaman serta meningkatkan kesadaran sivitas akademika akan pentingnya tauhid sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa tauhid merupakan inti ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah Swt. dan menjadi dasar seluruh bentuk ibadah serta pengabdian seorang hamba kepada Sang Pencipta. Tauhid tidak sekadar diucapkan melalui lisan, tetapi harus tertanam kuat dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memiliki keyakinan yang teguh bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada Tuhan selain Allah.
Pembahasan tersebut dikaitkan dengan kandungan Surah Al-Ikhlas, khususnya ayat pertama yang berbunyi “Qul huwallāhu aḥad”, yang berarti “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa” (QS. Al-Ikhlas: 1). Surah ini menegaskan kemurnian akidah dan keesaan Allah Swt. sebagai prinsip mendasar dalam kehidupan beragama. Melalui pemahaman terhadap Surah Al-Ikhlas, umat Islam diharapkan mampu menanamkan keyakinan yang kokoh terhadap Allah serta menjadikan-Nya sebagai satu-satunya tujuan penghambaan dalam setiap aspek kehidupan.
Lebih lanjut, narasumber menekankan bahwa membangun tauhid yang kuat dapat dilakukan melalui peningkatan pemahaman agama, menjaga kualitas ibadah, memperbanyak zikir dan doa, serta senantiasa mengamalkan ajaran Islam secara konsisten. Keyakinan kepada Allah juga perlu diwujudkan melalui sikap ikhlas, jujur, sabar, bertanggung jawab, dan bertawakal dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan demikian, tauhid tidak hanya menjadi dasar keyakinan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat maupun di lingkungan akademik.
Melalui kajian Aswaja ini, Universitas Muslim Buton berharap agar seluruh sivitas akademika semakin memahami hakikat tauhid dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan spiritual untuk membentuk pribadi Muslim yang kokoh dalam akidah, berakhlak mulia, serta senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah.
Author: Waode Surtina Jayana, S.S., M.A.
Universitas Muslim Buton
Meneguhkan Tauhid, Memperkuat Iman, dan Membentuk Akhlak Mulia.






