ar
en
id

Bahasa:

Kepemimpinan dan Kolaborasi Membangun Administrasi, Manajemen, dan Tata Kelola Berbasis Kriteria 9 BAN-PT

Leader Forum (LF) Kamisan: Monev Tugas Akademik dan Non-Akademik Pegawai UMU Buton

UMU Online-Baubau, 9 Oktober 2025 Universitas Muslim Buton kembali menyelenggarakan Leader Forum (LF) Kamisan, sebuah forum rutin yang menjadi sarana diskusi, monitoring, dan evaluasi kinerja pegawai dalam bidang akademik dan non-akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 Oktober 2025, bertempat di Ballroom Al-Munawwarah UMU Buton, mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WITA, dengan menghadirkan tiga narasumber utama: Bapak Ibrahim Marsela, Bapak La Ode Rasmin, dan Bapak Afudin La Arua. Forum kali ini mengangkat tema “Kepemimpinan dan Kolaborasi Membangun Administrasi, Manajemen, dan Tata Kelola Berbasis Kriteria 9 BAN-PT.”

Kegiatan Leader Forum merupakan bagian integral dari program Level Up Tuesday Kamisan, yang diinisiasi oleh Universitas Muslim Buton sebagai wadah pengembangan kompetensi, koordinasi, dan kepemimpinan bagi seluruh pegawai kampus. Forum ini tidak hanya berfokus pada pembahasan administratif, tetapi juga menjadi media refleksi dan peningkatan kualitas tata kelola universitas sesuai dengan tuntutan Kriteria 9 BAN-PT sebagai standar nasional akreditasi perguruan tinggi di Indonesia.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Presiden UMU Buton selaku moderator kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Leader Forum adalah ruang strategis untuk memperkuat koordinasi lintas unit, membangun komunikasi efektif antarpejabat dan staf, serta menyatukan persepsi dalam menjalankan visi dan misi universitas.

“Kepemimpinan yang kuat dan kolaboratif adalah fondasi utama tata kelola universitas yang unggul. Melalui forum ini, kita belajar bahwa setiap tugas administratif maupun akademik adalah bagian dari sistem yang saling terhubung,” ujarnya.

Sesi pertama dibawakan oleh Bapak Ibrahim Marsela, yang memaparkan pentingnya membangun leadership culture berbasis kolaborasi dan tanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa dalam konteks organisasi pendidikan tinggi, kepemimpinan bukan hanya posisi struktural, tetapi kemampuan menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama. Menurutnya, penguatan tata kelola kampus berbasis Kriteria 9 BAN-PT menuntut adanya sinergi antara pemimpin, dosen, dan tenaga kependidikan untuk memastikan semua proses berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

“Kepemimpinan di universitas bukan tentang siapa yang paling tinggi jabatannya, tapi siapa yang paling konsisten menjaga mutu dan mendorong perubahan positif,” ungkapnya dengan penuh makna.

Pada sesi berikutnya, Bapak La Ode Rasmin membahas aspek manajemen administrasi dan sistem pengelolaan dokumen berbasis mutu. Ia menyoroti pentingnya efektivitas manajemen dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi-pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengacu pada Kriteria 9 BAN-PT, beliau menegaskan bahwa tata kelola universitas harus transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil (outcome-based management).

“Administrasi yang kuat bukan sekadar tumpukan dokumen, tapi cerminan dari budaya tertib, terukur, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Bapak Afudin La Arua menutup sesi narasumber dengan menyoroti pentingnya kolaborasi lintas unit kerja dalam membangun sistem manajemen universitas yang adaptif dan berdaya saing. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan seluruh unsur di dalamnya untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan strategis institusi. Dalam paparannya, ia mengajak seluruh pegawai UMU Buton untuk berani berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan regulasi serta tuntutan global.

“Kolaborasi adalah ruh dari organisasi modern. Tanpa semangat kebersamaan, tata kelola hanya akan menjadi prosedur tanpa jiwa,” ujarnya penuh inspirasi.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga membuka ruang bagi para peserta-yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan pejabat structural-untuk memberikan pandangan dan solusi terhadap tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas harian. Beberapa isu yang mengemuka meliputi efektivitas pelaporan kegiatan akademik, optimalisasi sistem informasi manajemen, dan peningkatan disiplin kerja pegawai.

Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini sebagai wadah yang terbuka dan konstruktif. Melalui Leader Forum, pegawai dapat saling belajar dan memahami peran masing-masing dalam membangun sistem kerja yang selaras dengan prinsip Good University Governance (GUG).

Rektor UMU Buton melalui pernyataan resmi yang dibacakan oleh Presiden UMU Buton menegaskan bahwa Leader Forum Kamisan akan terus menjadi agenda rutin universitas. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap kegiatan akademik dan non-akademik dapat dimonitor dan dievaluasi secara berkelanjutan, sehingga tercipta budaya kerja yang produktif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh civitas akademika memiliki semangat kepemimpinan di setiap level-dari dosen, pegawai, hingga pimpinan. Karena kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab moral untuk memberi teladan dan hasil nyata,” tandasnya.

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan pesan motivatif dari panitia, sejalan dengan slogan kegiatan kali ini:

**🚀 “Mulai Kecil, Bermimpi Besar!” 💡 Leader Forum: Leadership Excellence! **

Melalui semangat tersebut, Leader Forum Kamisan bukan hanya menjadi wadah koordinasi internal, tetapi juga simbol komitmen Universitas Muslim Buton untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang unggul dalam tata kelola, berkualitas dalam pelayanan, dan berdaya saing dalam pendidikan.

Forum ini menegaskan bahwa keberhasilan universitas bukan hanya ditentukan oleh individu cerdas, tetapi oleh tim yang solid, saling percaya, dan memiliki visi yang sama: menjadikan UMU Buton sebagai kampus unggul, profesional, dan Islami yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Editor UMU Buton, Muh Adil

Tags :
Bagikan :