UMU Online-Baubau, 24 Oktober 2025 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muslim Buton menunjukkan semangat kewirausahaan yang luar biasa melalui kegiatan Praktik Wirausaha yang diselenggarakan di area gazebo mini kampus UMU Buton. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan menumbuhkan jiwa mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi di kalangan mahasiswa calon pendidik masa depan.
Praktik ini tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran nyata tentang bagaimana teori manajemen, kreativitas, komunikasi, dan inovasi diterapkan secara langsung di lapangan. Para mahasiswa dengan penuh semangat mengelola stand penjualan mereka, menampilkan beragam produk makanan ringan hasil kreativitas sendiri, seperti aneka snack lokal khas Buton, keripik pisang, kue kering, serta camilan kekinian yang dikemas menarik. Semua produk dirancang dan diolah sendiri oleh mahasiswa, dari tahap perencanaan, produksi, branding, hingga pemasaran langsung kepada konsumen.
Kegiatan ini menjadi semakin istimewa ketika Ketua Yayasan Pendidikan UMU Buton, Bapak Ibrahim Marsela, berkenan mengunjungi langsung stand mahasiswa dan turut melakukan transaksi pembelian produk sebagai bentuk dukungan nyata terhadap semangat kewirausahaan generasi muda. Kehadiran beliau di tengah mahasiswa menjadi sumber inspirasi tersendiri yang menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus berinovasi.
Dalam suasana penuh keakraban dan antusiasme, para mahasiswa menyambut Ketua Yayasan dengan menampilkan produk-produk unggulan hasil kreativitas mereka. Stand-stand bambu beratap daun kelapa tampak sederhana namun sarat makna, mencerminkan nilai kemandirian, kebersamaan, dan semangat kerja keras. Ketua Yayasan terlihat berinteraksi langsung dengan mahasiswa, menanyakan proses pembuatan produk, strategi penjualan, hingga ide inovatif di balik usaha mereka.
“Saya bangga melihat semangat mahasiswa kita. Praktik seperti ini harus terus dikembangkan, karena di sinilah nilai pendidikan sejati: belajar, berkreasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bapak Ibrahim Marsela dengan penuh apresiasi.
Ungkapan tersebut menjadi pesan mendalam bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai kemandirian dan kreativitas agar mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan pasca kampus.
Kegiatan praktik wirausaha mahasiswa PGSD ini merupakan bagian integral dari visi UMU Buton sebagai Kampus Entrepreneur dan Humanis, yang berkomitmen mencetak lulusan berkarakter Aswaja, berintegritas, dan memiliki daya saing global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk memahami bahwa menjadi pendidik tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga mampu menjadi inspirator dan penggerak ekonomi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Dosen pembimbing kegiatan, dalam arahannya, menjelaskan bahwa praktik ini dirancang untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam mengelola usaha kecil, memahami siklus bisnis sederhana, serta mengasah soft skill kewirausahaan seperti komunikasi, kerja tim, dan tanggung jawab. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga kecakapan hidup (life skills) yang dapat diaplikasikan dalam konteks sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa didorong untuk belajar di luar ruang kelas dan mengalami proses pembelajaran yang kontekstual. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen, gagal, memperbaiki, dan akhirnya belajar dari pengalaman nyata – sebuah proses pendidikan yang sejati dan bermakna.
Beragam produk yang dihasilkan mahasiswa menunjukkan adanya kreativitas tinggi dan kemampuan berpikir inovatif. Misalnya, beberapa kelompok mahasiswa memodifikasi resep tradisional dengan sentuhan modern, sehingga produk menjadi lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi.
Mahasiswa juga menunjukkan kemampuan promosi yang kreatif dengan memanfaatkan membuat poster digital, dan menyebarkannya kepada teman-teman kampus maupun masyarakat sekitar. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan berbisnis, tetapi juga keterampilan komunikasi digital yang sangat relevan dengan era saat ini.
Kehadiran Ketua Yayasan yang menyempatkan diri untuk bertransaksi langsung memberikan pengalaman berharga tentang etika pelayanan, sopan santun, dan komunikasi bisnis. Mahasiswa belajar bagaimana melayani pelanggan dengan ramah, menjelaskan produk dengan meyakinkan, dan mengelola transaksi secara profesional. Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter kewirausahaan yang kuat dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi lingkungan kampus. Gazebo mini yang dijadikan tempat praktik wirausaha kini menjadi simbol produktivitas dan inovasi di lingkungan UMU Buton. Mahasiswa dari program studi lain pun turut terinspirasi untuk melakukan hal serupa, menjadikan kegiatan ini sebagai contoh nyata penerapan learning by doing.
Selain itu, kegiatan praktik wirausaha ini menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Mahasiswa bekerja sama dalam tim untuk merancang ide, membagi peran dalam produksi, mengatur keuangan, serta berkoordinasi dalam pelayanan pelanggan. Nilai-nilai kerja sama seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter calon guru yang kolaboratif dan empatik.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar banyak tentang tanggung jawab, kerja keras, dan arti menghargai proses. Tidak hanya soal keuntungan, tapi juga tentang bagaimana menjaga kualitas, melayani pelanggan, dan bekerja dengan hati,” ungkap salah satu mahasiswa peserta kegiatan.
Kegiatan praktik wirausaha mahasiswa PGSD UMU Buton ini menjadi cerminan nyata dari komitmen universitas dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri dan berdaya saing. Kehadiran Ketua Yayasan Pendidikan UMU Buton, Bapak Ibrahim Marsela, dalam kegiatan ini semakin memperkuat pesan bahwa dunia pendidikan harus selalu membuka ruang bagi kreativitas dan inovasi mahasiswa.
Semangat mahasiswa dalam mengelola stand wirausaha menunjukkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari gazebo sederhana di lingkungan kampus, lahir ide-ide besar yang mungkin kelak menjadi cikal bakal usaha nyata di masa depan.
Dengan dukungan pimpinan universitas, dosen pembimbing, dan semangat mahasiswa yang tak pernah padam, UMU Buton terus membuktikan diri sebagai kampus yang menumbuhkan jiwa wirausaha, nilai kemanusiaan, dan semangat kebangsaan.
Kegiatan ini bukan hanya praktik akademik, tetapi sebuah perjalanan pembelajaran hidup yang menanamkan keyakinan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pencari pekerjaan. Dari kreativitas sederhana lahir kemandirian yang sejati, dan dari pengalaman lapangan tumbuh keberanian untuk berkarya bagi bangsa dan masyarakat.
Editor UMU Buton, Muh Adil
