UMU Online– 18 Juni 2023, Sebagai upaya mengakselerasi Pembangunan 5 Daerah Kepulauan Buton menjadi Daerah maju, Ketua Badan Penyelenggara UMU Buton mengajak mahasiswa khususnya dari UMU Buton untuk menjadi entrepreneur milenial Sejati dan tahan banting.
Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton sebagai Yayasan menaungi UMU Buton Ibrahim Marsela mengatakan untuk menjadi Daerah maju 5 Kabupaten/Kota wilayah Kepton salah satu syaratnya yaitu rasio kewirausahaan minimal 5 persen dari total penduduk suatu Daerah. Tingkat rasio kewirausahaan 5 kabupaten/kota wilayah kepton saat ini masih tertinggal dibandingkan daerah lainnya di indonesia yang sudah berada di atas 4 persen.
Ketua Yayasan Ibrahim Marsela, mengatakan saat ini generasi muda khususnya lulusan perguruan tinggi perlu menjadi seorang job creator, bukan lagi menjadi job seeker. Untuk itu pemerintah harus menargetkan di tahun 2024 mendatang nanti rasio kewirausahaan nasional m enjadi 3,95 persen dan penumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen.
“Kita ingin menyiapkan entrepreneur baru terutama dari kalangan terdidik salah satunya dari mahasiswa di kampus UMU Buton. Kita ingin kampus UMU Buton menjadi inkubator, sehingga sejak mahasiswa sudah bisa dipersiapkan agar mereka punya rencana bisnis dan didampingi terus usahanya, sehingga begitu lulus sudah punya usaha,” tutur Ibrahim Marsela saat menyampaikan Kuliah Umum dengan tema Kewirausahaan Millenial Mahasiswa UMU Buton.
Dalam Kuliah Umum ini juga hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMU Buton Ridwan M.Si, Direktur Indonesia Buton Institute, Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial dan ketua Prodi dilingkunan Fakultas Ekonomi.
Ibrahim Marsela mengatakan pelaku UMKM khususnya dari kalangan terdidik harus mulai merintis usaha dengan berbasis potensi domestik dan berbasis teknologi. Dengan dua modal dasar ini akan menjadikan produk UMKM yang diciptakan lebih memiliki daya saing yang tinggi. Terlebih jika produknya berdasarkan hasil riset dan pengembangan.
“Kalau mau memulai bisnis semua harus berbasis digital mulai dari pencatatan hingga proses produksi, semua perlu didigitalisasikan karena dalam perkembangannya bukan lagi aset tapi rekam jejak digital usaha. Jadi semakin sehat akan semakin mudah mendapatkan modal usaha,” Ucap Ibrahim Marsela.
Pemerintah berusaha memperbesar dukungan bagi para wirausaha muda. Bentuk dukungan ini meliputi akses pasar dengan program pengadaan barang/jasa pemerintah dan BUMN, memfasilitasi lokasi usaha di area komersial pada infrastruktur publik, kemudahan akses pembiayaan, pendaftaran dan perizinan usaha secara online melalui OSS (online single submission).
Selanjutnya pemerintah juga menyediakan program pendampingan dan pengembangan usaha melalui inkubasi bisnis, di mana salah satunya dengan melibatkan perguruan tinggi.
Selain itu disiapkan juga program insentif untuk mempercepat pengembangan kewirausahaan nasional, antara lain berupa keringanan dalam hal perpajakan dan subsidi bunga pinjaman pada kredit program pemerintah.
Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ridwan, M.Si mengungkapkan bahwa UMU Buton saat ini memiliki prodi khusus Kewirausahaan. Sebagai prodi yang terbilang baru diharapkan bisa turut membantu pencapaian target rasio kewirausahaan yang ditetapkan pemerintah.
“Pengembangan kewirausahaan akan terus kita lakukan demi kemajuan bangsa sebab kewirausahan menjadi kunci untuk memajukan perekonomian nasional terutama dalam penciptaan lapangan kerja,” Ridwan, M.Si.
Dia sepakat bahwa UMKM menjadi kunci utama bagi ketahanan perekonomian nasional. Pada saat krisis moneter 1998 UMKM menjadi penyelamat ekonomi nasional.
Untuk itu UMU Buton memastikan akan fokus dalam membina dan mendampingi para mahasiswanya agar mulai berwirausaha dengan berbasis teknologi.
“Untuk itu pendidikan kewirausahaan menjadi sangat penting agar terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Kita akan terus mendorong UMKM dan kewirausahaan yang kita dampingi harus melibatkan sains dan teknologi,” kata Ridwan M.Si.
Editor, Kantor Humas UMU Buton, Muhammad Firman Syah
