UMU Online-ballroom Al-Munawwarat UMU Buton, Baubau – 12 Juni 2025 Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton, Drs. Ibrahim Marsela, menyampaikan arahan penting di hadapan para peserta Onboarding Training Pegawai Universitas Muslim Buton angkatan 2022–2025. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh peserta untuk memahami secara utuh perjalanan, arah, dan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi sekaligus panduan pengembangan UMU Buton sebagai perguruan tinggi yang tumbuh di jantung kepulauan Buton.
Drs. Ibrahim Marsela membuka sambutannya dengan menggambarkan perjalanan sejarah UMU Buton yang lahir dari semangat masyarakat Buton dalam membangun peradaban melalui pendidikan tinggi. Sejak berdiri, UMU Buton terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan yang unggul, dengan visi besar “Menjadi Universitas Unggul Berbasis Nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang Berjiwa Kewirausahaan Tahun 2040.” Visi ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan arah cita-cita yang mengakar kuat pada kearifan lokal, nilai-nilai spiritualitas Islam, dan kebutuhan riil masyarakat.
Beliau kemudian menjelaskan bahwa misi UMU Buton bertumpu pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas, penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, serta kontribusi nyata dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam setiap misi tersebut tertanam nilai-nilai dasar seperti kejujuran, kerja keras, tanggung jawab sosial, dan kolaborasi.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap struktur organisasi UMU Buton yang terdiri atas unsur pimpinan universitas, fakultas-fakultas, lembaga dan pusat, serta unit-unit pendukung lainnya. Menurutnya, struktur ini bukan sekadar formalitas, melainkan ekosistem kerja kolektif yang menuntut komunikasi yang efektif dan sinergi yang produktif dari seluruh insan UMU Buton.
Menggarisbawahi arah pengembangan strategis universitas, Drs. Ibrahim Marsela menekankan bahwa UMU Buton memiliki Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) sebagai kompas dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi, baik secara lokal, nasional, maupun global. Dalam RIP dan Renstra tersebut, aspek internasionalisasi, transformasi digital, penguatan mutu akademik, serta kolaborasi strategis menjadi fokus utama. “UMU Buton harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar eksistensi,” ujarnya tegas.
Beliau juga memaparkan sejumlah capaian dan prestasi yang telah diraih, termasuk peningkatan akreditasi program studi, penghargaan dari mitra nasional, hingga terjalinnya kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan dunia industri. Semua itu, lanjutnya, merupakan hasil dari kerja keras seluruh komponen UMU Buton dan dukungan Yayasan yang berkomitmen penuh dalam memajukan institusi.
Sebagai bagian dari penguatan mutu berkelanjutan, beliau mengingatkan tentang pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berlandaskan pada siklus PPEPP: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. SPMI bukan hanya kewajiban administratif, melainkan budaya kerja yang harus dihidupi oleh setiap dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan. Implementasi PPEPP yang konsisten akan menjadi dasar dalam mewujudkan akreditasi unggul berbasis 9 kriteria, yang kini menjadi tolok ukur standar mutu pendidikan tinggi nasional.
Beliau menegaskan bahwa sembilan kriteria tersebut mencakup aspek-aspek esensial seperti visi-misi, tata kelola, kemahasiswaan, SDM, keuangan, kurikulum, pembelajaran, riset, hingga luaran dan dampak. Untuk itu, seluruh pegawai UMU Buton diharapkan dapat memahami, menginternalisasi, dan berkontribusi aktif dalam memenuhi standar tersebut.
Sebagai penutup, Drs. Ibrahim Marsela menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta onboarding: bahwa keberadaan mereka di UMU Buton bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari rencana besar untuk menghadirkan perubahan. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bekerja dengan hati, berpikir strategis, dan melayani dengan niat yang lurus demi kemajuan pendidikan di wilayah Kepulauan Buton.
“Bersama kita wujudkan UMU Buton sebagai mercusuar ilmu, pusat nilai, dan agen perubahan. Tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan anak-anak negeri di seluruh kepulauan dan Desa terpencil,” pungkasnya.
Dengan semangat kolektif dan arah strategis yang jelas, UMU Buton terus menapaki jalur pertumbuhan menuju universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Onboarding Training ini bukan hanya pembekalan, melainkan awal dari perjalanan bersama untuk mewujudkan visi besar Universitas Muslim Buton.
Editor, Kantor Humas UMU Buton Muhammad Firman Syah
