ar
en
id

Bahasa:

PENARIKAN MAHASISWA KSMT-MBKM UMU BUTON DI SDN 4 KATOBENGKE

UMU Online-Katobengke,Baubau, 13 Juni 2025 – Setelah dua bulan menjalani pengabdian yang penuh dedikasi dan cinta pada dunia pendidikan dasar, mahasiswa Universitas Muslim Buton yang tergabung dalam program Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KSMT-MBKM) secara resmi ditarik dari lokasi tugas mereka di SD Negeri 4 Katobengke. Suasana haru dan syukur memenuhi udara dalam prosesi penarikan yang dilangsungkan pada 13 Juni 2025, menandai berakhirnya satu babak pengabdian dan terbukanya pintu baru menuju fase perkuliahan penguatan soft skill di kampus.

Kegiatan ini tidak semata seremoni penutupan, melainkan refleksi penuh makna dari sebuah perjalanan batin dan intelektual. Mahasiswa yang sebelumnya datang dengan semangat belajar, kini kembali dengan semangat memberi, dengan hati yang kaya oleh pengalaman, dan jiwa yang dewasa karena tantangan nyata di lapangan pendidikan dasar. Dua bulan mereka hadir di tengah-tengah anak-anak, para guru, dan dinamika sekolah—menjadi bagian dari keluarga besar SDN 4 Katobengke, bukan sebagai tamu, tetapi sebagai pendamping, pelayan, dan pemelajar.

Dalam acara tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Rahmatia Siti Kaif, S.Pd., M.Pd, hadir memberikan sambutan dan arahan yang menggugah semangat. Dalam ungkapannya yang tenang namun menyentuh, beliau menekankan bahwa program KSMT-MBKM adalah cara kampus menanamkan makna nyata dari ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. “Apa gunanya ilmu yang tidak dibagi? Apa artinya kuliah jika tidak pernah turun langsung merasakan denyut kehidupan masyarakat, khususnya dunia pendidikan dasar?” ungkapnya.

Beliau juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan komitmen dan tanggung jawab sebagai calon pendidik dan pemimpin bangsa. Ia meyakini bahwa dua bulan pengabdian ini akan menjadi titik balik bagi banyak mahasiswa—yang mungkin sebelumnya hanya memahami pendidikan dari buku dan kelas, kini belajar langsung dari interaksi, tantangan, dan solusi nyata yang mereka hadirkan di sekolah. “Kalian telah menjadi bagian dari perubahan kecil di sekolah ini. Mungkin kalian tidak menyadarinya, tapi ketulusan kalian telah menginspirasi banyak anak-anak,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sambutan berikutnya datang dari Guru Pamong SDN 4 Katobengke, yang dengan penuh perasaan menyampaikan kesan selama bekerja bersama mahasiswa. Dalam tutur katanya yang sederhana namun penuh ketulusan, beliau mengakui betapa kehadiran mahasiswa UMU Buton telah membawa semangat baru bagi siswa-siswa dan para guru. “Kami merasa seperti memiliki rekan baru dalam mendidik. Mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar, tetapi juga menghadirkan cara pandang dan pendekatan baru yang segar, yang sangat dibutuhkan oleh sekolah-sekolah dasar seperti kami,” ungkap sang guru.

Lebih dari sekadar pengajaran, mahasiswa KSMT-MBKM telah berperan sebagai penyemai nilai, motivator, sekaligus pembelajar. Mereka belajar mengelola emosi, membangun empati, beradaptasi dengan sistem, dan menciptakan relasi pendidikan yang berbasis kasih sayang dan keteladanan. Banyak dari mereka yang bahkan mengakui bahwa pengalaman ini lebih dari sekadar program kampus-ia adalah latihan kehidupan.

Kini, setelah menyelesaikan tugas mereka di sekolah, para mahasiswa akan kembali ke kampus dan melanjutkan program selama dua bulan berikutnya di kelas, dengan materi penguatan soft skill. Ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi kelanjutan dari proses pendewasaan yang mereka mulai di lapangan. Mereka akan memperdalam keterampilan-keterampilan kunci yang tidak hanya dibutuhkan dalam dunia kerja, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan kepemimpinan masa depan: integritas diri, komunikasi efektif, kolaborasi tim, berpikir kritis, kepemimpinan transformatif, adaptasi terhadap perubahan, dan manajemen waktu yang bijak.

Program ini dirancang untuk memastikan bahwa pengalaman pengabdian mereka tidak menjadi potret satu arah yang berhenti di sekolah, tetapi menjadi katalis pembentukan karakter yang berkesinambungan. UMU Buton berkomitmen mencetak lulusan yang bukan hanya sarjana secara akademik, tetapi dewasa secara emosi, kuat dalam nilai, dan siap dalam kontribusi nyata untuk bangsa.

Kegiatan penarikan mahasiswa KSMT-MBKM di SDN 4 Katobengke ini menjadi simbol bahwa pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga di tempat-tempat pengabdian yang mengajarkan tentang realitas, kemanusiaan, dan pengorbanan. Mahasiswa telah melihat secara langsung bagaimana pendidikan dasar menghadapi keterbatasan, bagaimana para guru bekerja dengan hati, dan bagaimana anak-anak memiliki harapan besar meski dengan sumber daya yang terbatas.

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Rahmatia Siti Kaif dalam penutup sambutannya, “Jangan pernah lupakan tempat kalian pernah mengabdi. Di sinilah kalian bertumbuh, dan di sinilah kalian mulai belajar arti sesungguhnya dari ilmu. Jadikan pengalaman ini cahaya untuk langkah kalian ke depan, bukan hanya sebagai dosen atau guru, tetapi sebagai pelayan bangsa yang berjiwa Aswaja, cinta ilmu, dan cinta pada negeri.”

Kampus dan sekolah berpisah secara fisik, tetapi nilai-nilai yang telah dipertukarkan akan terus hidup dalam ingatan dan tindakan. Mahasiswa kini kembali, membawa cerita—bukan cerita keberhasilan mereka, tapi cerita bagaimana mereka belajar rendah hati, menjadi bagian dari sistem, dan menyadari bahwa untuk mengubah dunia, kadang kita hanya perlu hadir, menyimak, dan bertindak dengan hati.

Penarikan ini adalah awal dari tanggung jawab baru. Mahasiswa telah mengabdi, dan kini mereka dipanggil untuk menginternalisasi, merefleksikan, dan meningkatkan kualitas diri melalui perkuliahan berbasis soft skill. Apa yang mereka peroleh di SDN 4 Katobengke akan mereka bawa dalam ruang akademik sebagai bekal untuk melayani lebih luas lagi kelak, di mana pun mereka berada.

UMU Buton menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran SDN 4 Katobengke-kepala sekolah, para guru, serta semua pihak yang telah menjadi rumah dan guru kehidupan bagi para mahasiswa. Sinergi kampus dan sekolah seperti ini adalah pilar penting dalam pembangunan pendidikan nasional yang berpihak pada nilai, pengabdian, dan keberlanjutan.

Sebagai penutup, ayat pendek Al-Qur’an, “Faman ya‘mal mitsqāla dharratin khairan yarah”, artinya “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya)” (QS Az-Zalzalah: 7), menjadi pengingat bahwa tidak ada kebaikan yang sia-sia. Mahasiswa mungkin merasa kecil dalam kontribusinya, namun setiap ketulusan yang mereka berikan akan menjadi nyala kecil yang terus hidup dalam ingatan anak-anak, dalam semangat para guru, dan dalam sejarah hidup mereka sendiri.

Humas Universitas Muslim Buton
13 Juni 2025

Tags :
Bagikan :