ar
en
id

Bahasa:

PENARIKAN MAHASISWA UMU BUTON DARI PROGRAM KSMT-MBKM SDN 3 LAMANGGA

UMU Online– Lamangga, Baubau 13 Juni 2025, Dalam semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Muslim Buton kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan berbasis pengabdian dengan menyelenggarakan Program Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSMT-MBKM). Bertempat di SD Negeri 3 Lamangga, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton, program ini ditutup secara resmi melalui Upacara Penarikan Mahasiswa, menandai berakhirnya masa pengabdian para mahasiswa yang telah melaksanakan tugas sebagai asisten mengajar selama dua bulan penuh.

Kegiatan penarikan ini berlangsung dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan. Mahasiswa yang sebelumnya hanya mengenal perkuliahan dari ruang kelas kini telah menyelami langsung dinamika dunia pendidikan dasar di pelosok daerah. Selama dua bulan, mereka bukan sekadar membantu proses belajar-mengajar, melainkan juga menjadi bagian dari keluarga besar sekolah, tumbuh dan belajar bersama para siswa, guru, serta masyarakat sekitar.

Dalam upacara tersebut, hadir Pak Fitratun, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang menyampaikan pesan harapan kepada para mahasiswa peserta KSMT-MBKM. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas ketekunan dan kesungguhan para mahasiswa dalam menjalani tugas sebagai asisten mengajar. Lebih dari sekadar menjalankan kewajiban akademik, mahasiswa UMU Buton dinilai telah memperlihatkan dedikasi, kepekaan sosial, dan tanggung jawab sebagai calon pendidik dan pemimpin masa depan.

Dalam sambutannya, Pak Fitratun menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh selama dua bulan ini adalah bagian dari proses pembentukan karakter dan keilmuan mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa menjadi sarjana bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi tentang kesiapan untuk melayani masyarakat melalui ilmu, etika, dan integritas. Beliau juga tak lupa menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada dewan guru dan seluruh jajaran SDN 3 Lamangga yang telah membimbing, membina, dan mendampingi para mahasiswa UMU Buton selama menjalani pengabdian.

“Kami sangat berterima kasih kepada para guru pamong yang telah menjadi mitra dan pembimbing bagi mahasiswa kami. Tugas ini tidak akan berhasil tanpa kehangatan, kesabaran, dan kebersamaan dari seluruh keluarga besar SDN 3 Lamangga,” ucap Pak Fitratun dalam sambutannya.

Sementara itu, perwakilan guru pamong dari SDN 3 Lamangga juga turut menyampaikan sambutan dengan nada yang penuh haru dan bangga. Menurutnya, kehadiran para mahasiswa dari UMU Buton telah memberikan warna baru dalam kehidupan sekolah. Mereka bukan hanya hadir sebagai asisten pengajar, tetapi juga menjadi kakak, teman, dan teladan bagi siswa-siswi di sekolah tersebut. Guru pamong juga mengapresiasi semangat dan kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi.

“Kami merasa kehilangan. Dua bulan terasa begitu cepat. Anak-anak sudah terbiasa dengan kehadiran kakak-kakak mahasiswa, dan kepergian kalian meninggalkan jejak kebaikan yang tak mudah dilupakan,” ujar salah satu guru dengan suara bergetar.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam pengalaman hidup yang konkret. Melalui interaksi langsung dengan dunia nyata pendidikan dasar, mahasiswa UMU Buton memperoleh pemahaman baru yang tidak tertulis di dalam buku, namun sangat membekas dalam jiwa. Mereka belajar bahwa mengajar bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendengarkan, memahami, dan membangun harapan.

Sebagai bagian dari rangkaian program KSMT-MBKM, setelah penarikan ini mahasiswa akan melanjutkan proses perkuliahan kembali di kampus UMU Buton selama dua bulan ke depan. Fokus utama perkuliahan ini adalah penguatan Mata Kuliah Soft Skill, sebagai bekal lanjut dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pengabdian di masyarakat. Program ini menekankan pentingnya nilai-nilai integritas, komunikasi efektif, kepemimpinan, kerja sama, adaptasi, serta kreativitas dalam berpikir dan bertindak.

Pengalaman di SDN 3 Lamangga akan menjadi dasar reflektif yang memperkaya proses pembelajaran mereka di kelas. Dengan membawa bekal pengalaman langsung di lapangan, para mahasiswa akan lebih siap menyerap materi soft skill secara mendalam karena telah merasakan konteks nyata dari pentingnya kemampuan tersebut. Program ini dirancang bukan hanya untuk membentuk lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga kuat secara emosional, sosial, dan spiritual.

Universitas Muslim Buton meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kurikulum dan buku ajar, tetapi harus melibatkan transformasi karakter dan pengalaman nyata. Dalam setiap aktivitas MBKM, termasuk KSMT, tertanam visi besar UMU Buton untuk mencetak SDM Unggul, Berakhlakul Karimah, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang adaptif. KSMT-MBKM adalah salah satu bentuk konkret implementasi nilai-nilai tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Ayat pendek “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 6) menjadi pengingat bahwa tantangan selama dua bulan tersebut bukanlah penghalang, tetapi proses menempa diri. Mahasiswa belajar mengajar dengan keterbatasan fasilitas, menghadapi perbedaan budaya, serta menjalani kehidupan dengan disiplin dan empati. Semua itu merupakan latihan kehidupan yang akan mereka bawa sepanjang perjalanan sebagai insan akademis dan warga negara yang bertanggung jawab.

Penarikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjuangan intelektual dan kemanusiaan. UMU Buton berharap, setiap mahasiswa yang telah mengikuti program KSMT-MBKM di SDN 3 Lamangga akan membawa semangat pengabdian itu ke mana pun mereka melangkah, dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.

Editor, Kantor Humas UMU Buton Muh Firman Syah
13 Juni 2025

Tags :
Bagikan :