UMU Online-Baubau, Sabtu, 31 Januari 2026 – Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) bersama English Tutorial Program (ETP) dibawah Direktorat IBI UMU Buton sukses menyelenggarakan Farewell Party English Tutorial Program yang dikemas dalam bentuk Pentas Mahasiswa di Ballroom Al Munawwara. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi akademik sekaligus panggung pembuktian bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dihidupkan secara kreatif, bermakna, dan berorientasi masa depan. Acara yang dihadiri sivitas akademika dan mahasiswa lintas program studi ini menegaskan komitmen Universitas Muslim Buton dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berdampak.
Pentas mahasiswa ini dilaksanakan di Ballroom Al Munawwara dan dihadiri oleh sivitas akademika, dosen, pimpinan unit, serta mahasiswa dari berbagai program studi. Kehadiran lintas unsur tersebut memberikan makna tersendiri bahwa English Tutorial Program tidak diposisikan sebagai kegiatan eksklusif milik satu program studi, melainkan sebagai ruang belajar bersama yang inklusif, kolaboratif, dan terbuka. Sejak awal, kegiatan ini dirancang bukan semata sebagai acara seremonial perpisahan, melainkan sebagai panggung akademik untuk menunjukkan capaian pembelajaran bahasa Inggris yang telah dijalani mahasiswa secara konsisten melalui pendekatan tutorial, praktik langsung, dan pembelajaran berbasis pengalaman.
Secara konseptual, English Tutorial Program dibangun dengan landasan bahwa penguasaan bahasa Inggris tidak cukup hanya melalui pembelajaran teoritis di ruang kelas. Bahasa harus dipraktikkan, dihidupkan, dan dialami dalam konteks nyata agar menjadi kompetensi yang fungsional dan bermakna. Oleh karena itu, pentas mahasiswa ini menjadi media aktualisasi dari seluruh proses tersebut. Setiap penampilan yang ditampilkan tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil akumulasi latihan, pendampingan, evaluasi, dan refleksi yang dilakukan secara berkelanjutan selama program berlangsung.
Salah satu penampilan utama dalam kegiatan ini adalah pidato bahasa Inggris yang dibawakan oleh tiga orang mahasiswa. Penampilan pidato tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun gagasan secara logis, menyampaikannya dengan struktur bahasa yang baik, serta menampilkan kepercayaan diri yang kuat di hadapan audiens. Pidato-pidato yang disampaikan tidak hanya menekankan ketepatan gramatikal, tetapi juga kekuatan pesan dan relevansinya dengan nilai-nilai pembelajaran, kebersamaan, serta harapan masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris melalui ETP telah mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif, bukan sekadar menghafal kosakata dan struktur kalimat.
Selain pidato, kegiatan ini juga menampilkan pembacaan puisi bahasa Inggris oleh dua orang mahasiswa sebagai produk pembelajaran ETP yang menonjolkan aspek afektif dan estetika bahasa. Puisi menjadi medium yang efektif untuk melatih sensitivitas bahasa, penghayatan makna, serta kemampuan artikulasi emosi dalam bahasa asing. Melalui pembacaan puisi tersebut, mahasiswa memperlihatkan bahwa bahasa Inggris dapat menjadi sarana ekspresi diri yang personal dan mendalam. Penampilan ini sekaligus membuktikan bahwa pembelajaran bahasa tidak terlepas dari penguatan rasa, empati, dan kepekaan artistik.
Kegiatan storytelling yang ditampilkan dalam acara ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian pentas mahasiswa. Storytelling merupakan hasil dari latihan intensif dalam English Tutorial Program yang menekankan kemampuan naratif, penguasaan alur cerita, serta keterampilan menyampaikan pesan secara menarik dan komunikatif. Melalui storytelling, mahasiswa belajar menghubungkan bahasa dengan pengalaman, imajinasi, dan konteks sosial-budaya. Penampilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai alat untuk membangun cerita yang hidup, mudah dipahami, dan memiliki daya tarik bagi audiens.
Penampilan seni tarik suara atau singing dalam bahasa Inggris menjadi bukti lain dari keberhasilan pendekatan pembelajaran ETP yang kreatif dan menyenangkan. Lagu-lagu yang dibawakan merupakan hasil produksi dari proses pembelajaran yang memanfaatkan musik sebagai media penguatan pelafalan, intonasi, ritme, dan kelancaran berbahasa. Melalui singing, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa secara teknis, tetapi juga merasakan bahasa sebagai bagian dari pengalaman emosional yang menyenangkan. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa pembelajaran bahasa akan lebih efektif ketika dikemas dalam suasana yang humanis dan tidak menegangkan.
Salah satu penampilan yang memberikan kesan mendalam dalam kegiatan ini adalah tampilan seni Putri Mandalika yang dibawakan oleh tiga orang mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Penampilan ini menjadi simbol harmonisasi antara nilai budaya lokal dan kemampuan berbahasa global. Dengan mengemas cerita dan pesan budaya lokal dalam bahasa Inggris, mahasiswa menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing tidak menghilangkan identitas, melainkan memperluas ruang dialog budaya. Seni Putri Mandalika yang ditampilkan dalam bahasa Inggris menjadi representasi pembelajaran yang berakar pada nilai lokal namun berorientasi global.
Keseluruhan rangkaian kegiatan Farewell Party English Tutorial Program ini mencerminkan filosofi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi diberi ruang untuk mengekspresikan, mengonstruksi, dan memaknai pembelajaran yang telah mereka jalani. Pendekatan ini sejalan dengan paradigma pendidikan modern yang menekankan pada pembelajaran bermakna, pengembangan soft skills, serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global.
Dari sisi akademik, kegiatan ini juga dapat dipandang sebagai bentuk asesmen autentik terhadap capaian pembelajaran bahasa Inggris mahasiswa. Penampilan di atas panggung menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara kontekstual, komunikatif, dan kreatif. Asesmen tidak lagi terbatas pada ujian tertulis, tetapi diwujudkan dalam performa nyata yang mencerminkan penguasaan kompetensi secara utuh, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Lebih jauh, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan melatih tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan kepemimpinan. Mahasiswa belajar mengelola waktu, membangun kepercayaan diri, serta menghargai peran dan kontribusi orang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian integral dari tujuan English Tutorial Program dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang secara kepribadian.
Sebagai sebuah kegiatan penutup, Farewell Party English Tutorial Program bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan momentum reflektif untuk melangkah ke tahap berikutnya. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris adalah proses berkelanjutan yang memerlukan konsistensi, keberanian untuk mencoba, dan ruang untuk berekspresi. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui ETP diharapkan menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik dan profesional mereka di masa depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. English Tutorial Program telah membuktikan dirinya sebagai wahana strategis dalam menumbuhkan budaya berbahasa Inggris di lingkungan kampus, sekaligus sebagai sarana pembentukan generasi muda yang siap berkompetisi di tingkat nasional dan global tanpa kehilangan jati diri.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Pentas Mahasiswa dalam rangka Farewell Party English Tutorial Program pada 31 Januari 2026 dapat dinilai berhasil dan bermakna. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang arti belajar bersama, bertumbuh bersama, dan melangkah ke masa depan dengan keyakinan. Bahasa Inggris dalam konteks ini tidak sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan jembatan menuju pemahaman, kolaborasi, dan masa depan yang lebih luas.
Editor, UMU Buton
Muh Adil






