UMU Online– Baubau, 13 Juni 2025 Universitas Muslim Buton sukses menyelenggarakan kegiatan Onboarding Training selama dua hari sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat nilai-nilai dasar, etika profesional, dan budaya kerja Islami di lingkungan kampus. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan Angkatan 2022-2025 dari berbagai unit kerja, dan ditutup secara resmi pada sore hari tanggal 13 Juni 2025 di kampus utama UMU Buton.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolektif, kegiatan onboarding menjadi ruang reflektif untuk membangun kesadaran bersama terhadap visi besar UMU Buton sebagai kampus yang membentuk Sumber Daya Manusia Unggul, Berakhlakul Karimah, dan Berjiwa Wirausaha. Materi pelatihan tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga spiritualitas dan komitmen pengabdian.
Berbagai pemikiran strategis berkembang dalam forum diskusi dan sesi reflektif. Ibu Nur Saadah, S.H., M.Kn., dosen muda yang penuh semangat, menyampaikan bahwa popularitas seseorang akan tumbuh secara alami seiring dengan pertumbuhan institusi. Menurutnya, UMU Buton adalah ruang pengabdian yang memerlukan ketulusan dan totalitas. “Mari kita berikan yang terbaik untuk UMU Buton dengan mengabdi secara total, sepenuh hati dan penuh semangat. Jika kita mencintai kampus ini, maka UMU Buton akan tumbuh menjadi institusi yang membanggakan,” ujar beliau.
Senada dengan itu, Ibu Wa Ode Surtina Jayana, S.S., M.H. mengajak seluruh sivitas untuk melihat UMU Buton bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi sebagai pilihan mulia untuk mengabdikan diri. “UMU Buton adalah pilihan kita untuk mengabdi. Maka mari kita berikan dharma bakti yang konsisten, utuh, dan kompak. Kesatuan hati dan visi kita akan menjadi kekuatan perubahan,” tegasnya.
Sementara itu, Bapak Fitratun Najam Ahmad, S.Hum., M.Pd. menegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dalam setiap aspek kehidupan kampus, terutama dalam membentuk lingkungan yang religius dan berakhlakul karimah. Ia mengajak seluruh pegawai untuk memulai langkah sederhana namun berdampak besar, seperti menjadi teladan dalam melaksanakan ibadah. “Jangan ada lagi yang duduk di kedai saat adzan berkumandang. Mari ramai-ramai ke masjid di waktu sholat. Jika kita memberikan contoh baik, mahasiswa pun akan tergerak. Kita adalah role model mereka,” ujarnya penuh harap.
Dalam sesi diskusi, Bapak Lajanuru, S.IP., M.IP. menyampaikan saran solutif terkait fleksibilitas pemanfaatan waktu kerja. Ia menegaskan pentingnya pengaturan jam kerja pukul 08.00–16.00 WITA dengan istirahat pukul 12.00–13.00 sebagai upaya memenuhi standar beban kerja 37,5 jam per minggu sesuai SN-DIKTI. Waktu kerja tersebut dapat dioptimalkan untuk pelaksanaan tugas administrasi, kegiatan mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sementara hari Sabtu dan Minggu ditekankan sebagai waktu istirahat bersama keluarga demi menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi.
Kegiatan onboarding ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar unit kerja. Penekanan terhadap budaya kerja solutif, semangat totalitas, serta pengamalan nilai-nilai Islam menjadi fondasi transformasi yang dibangun.
UMU Buton berkomitmen menjadikan kampus ini sebagai rumah peradaban yang melahirkan generasi unggul: cerdas secara intelektual, mulia dalam akhlak, dan tangguh dalam semangat kewirausahaan. Komitmen kolektif, kepemimpinan transformatif, dan budaya kerja yang solid akan menjadi motor penggerak menuju cita-cita tersebut.
Dengan semangat kebersamaan dan rasa memiliki, seluruh sivitas akademika UMU Buton siap melangkah bersama, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh inspirasi demi kemajuan kampus tercinta.
Editor, Kantor Humas UMU Buton Muh Firman Syah
