ar
en
id

Bahasa:

PESAN REKTOR UMU BUTON: JANGAN BERHENTI BELAJAR, TERUS MEMBINA KETERAMPILAN, SERTA MEMPERKAYA PENGALAMAN

UMU Online — Rangkaian Wisuda dan Pelantikan Sarjana Universitas Muslim (UMU) Buton Angkatan ke-III Tahun 2025 yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025 menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk menatap masa depan. Tidak hanya menjadi seremoni akademik, kegiatan ini juga sarat dengan pesan moral, akademik, dan motivasi sebagai bekal para wisudawan dan wisudawati dalam menghadapi dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu pesan utama disampaikan oleh Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. H. Sudjiton, M.M. Rektor menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda angkatan ketiga, sekaligus menandai perjalanan UMU Buton yang baru memasuki usia enam tahun.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita kembali menyelenggarakan agenda besar, yakni wisuda dan pengukuhan sarjana untuk periode ke-III. Universitas Muslim Buton yang baru memasuki tahun ke-6, alhamdulillah telah mewisuda sebanyak 120 orang,” ujar Rektor.

Dr. Sudjiton menjelaskan bahwa UMU Buton telah menyiapkan kurikulum dan pembekalan mahasiswa, baik dari sisi keilmuan maupun penguatan soft skills. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pendidikan formal hanyalah tahap awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat.

Beliau mengibaratkan pendidikan di kampus sebagai proses mengenal huruf A hingga C, sementara huruf D hingga Z akan diperoleh para lulusan di luar kampus melalui pengalaman kerja dan interaksi sosial. Oleh karena itu, Rektor berpesan agar para lulusan tidak pernah berhenti belajar, terus membina keterampilan, serta memperkaya pengalaman.

Belajarlah terus-menerus, jangan pernah putus. Kembangkan keterampilan dan pengalaman karena dari sanalah pembelajaran sesungguhnya akan diperoleh, tegasnya.

Rektor juga menekankan pentingnya daya saing lulusan di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Menurutnya, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh akhlak yang baik, serta kemampuan entrepreneurial, inovatif, dan kreatif.

Ia menambahkan bahwa pihak universitas bersama Ketua Yayasan terus melakukan diskusi dan pembaruan pemikiran untuk memastikan alumni UMU Buton memiliki bekal yang cukup dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menutup sambutannya, Dr. Sudjiton menyampaikan pesan tegas kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar senantiasa menjaga nama baik Universitas Muslim Buton di mana pun berada.

“Pesan saya, jagalah nama baik Universitas Muslim Buton. Kami tidak akan mentolerir jika ada alumni yang mencoreng nama baik kampus di masyarakat atau di tempat kerja. Pegang baik-baik pesan dari perguruan tinggi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga nama baik almamater,” tegasnya.

Pesan Rektor tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan lulusan UMU Buton tidak hanya diukur dari capaian karier tetapi juga dari integritas, etika, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Tags :
Bagikan :