UMU Online – Suasana akademik Universitas Muslim Buton (UMU Buton) terasa berbeda pada Jumat pagi, jelang wisuda angkatan ke-3 yang akan digelar Sabtu, 13 Desember 2025. Kampus kedatangan tamu istimewa, Prof. Dr. KH. Hanief Saha Ghafur, M.A., salah satu profesor terkemuka dari Universitas Indonesia. Tidak hanya menghadiri wisuda, Prof. Hanif juga menyempatkan diri memberikan kuliah umum yang berlangsung di Aula Al Munawarah UMU Buton mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WITA.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua YAPIK Buton Drs. H. Ibrahim Marsela, MM, Rektor UMU Buton Dr. H. Sudjiton, M.M., para Wakil Rektor, kepala lembaga dan biro, dekan, ketua program studi, hingga para dosen. Kuliah umum berlangsung hangat, inspiratif, dan sarat motivasi bagi seluruh civitas akademika.
Prof. Hanif, dalam sambutannya menekankan pentingnya strategi agresif dalam peningkatan jumlah mahasiswa baru, mengingat UMU memiliki banyak fakultas yang harus diimbangi dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa. Ia mencontohkan perkembangan pesat Universitas Pamulang yang awalnya hanya menempati bangunan sederhana, namun kini menjelma menjadi kampus dengan jumlah mahasiswa terbesar sampai menembus angka 102.000 orang, bahkan melampaui perguruan tinggi negeri.
Lebih jauh, Prof. Hanif mengajak UMU Buton untuk tidak semata-mata mengandalkan pemasukan dari pembayaran kuliah. Perguruan tinggi, katanya, harus mulai membangun sumber pendapatan alternatif. Ia memberi contoh unit usaha yang bisa dikembangkan kampus seperti pendirian badan amil zakat dengan legalitas resmi hingga pengelolaan dapur MBG yang dapat membuka lapangan kerja bagi mahasiswa dan dosen.
“Kampus harus memiliki pendapatan yang terdiversifikasi. UNESCO memang menekankan bahwa perguruan tinggi berfokus pada edukasi, namun tidak ada larangan bagi kampus untuk membangun usaha sebagai pendapatan tambahan,” tegasnya.
Prof. Hanif turut menyampaikan harapannya agar UMU Buton dapat berkembang menjadi Entrepreneurial University pertama di kawasan Kepulauan Buton. Dengan model kampus entrepreneur, UMU diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama, baik dengan lembaga pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga donor internasional dalam rangka memperkuat infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan pertanyaan dari berbagai pejabat kampus, di antaranya Dekan FIPH Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, Kaprodi APD La Januru, S.I.P., M.I.P, Direktur Indonesia Buton Institute Muh. Filtar, S.Pi., M.P.W.K, serta L.M. Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom selaku Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan.
Muh. Filtar, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen UMU Buton sebagai kampus berafiliasi Nahdlatul Ulama untuk terus menjaga nilai-nilai NU. Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan Indonesia Buton Institute seperti English Tutorial Programme, Entrepreneur Wanted, serta penguatan kompetensi Information and Communication Technology (ICT) yang sangat penting untuk bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Acara kuliah umum ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi resmi kegiatan. Kehadiran Prof. Hanif tidak hanya memberi inspirasi baru tetapi juga diharapkan memperkuat rekam jejak akademik UMU Buton dalam upaya meningkatkan mutu dan akreditasi perguruan tinggi di masa mendatang.






