UMU Online-Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Teknis Penelitian Dasar Pemula Universitas Muslim Buton Kamis, 13 November 2025 Ballroom Al Munawarah. Kegiatan Bimbingan Teknis Penelitian Dasar Pemula yang diselenggarakan oleh Universitas Muslim Buton merupakan momentum penting dalam upaya memperkuat budaya penelitian di kalangan dosen, khususnya bagi para peneliti pemula yang sedang mulai membangun rekam jejak akademik. Bertempat di Ballroom Al Munawarah pada Kamis, 13 November 2025, kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh antusias, kolaboratif, dan kaya gagasan. Dengan menghadirkan dua pemateri berpengalaman- Ibu Peliyarni, S.P., M.P. dan Ibu Hartinawanti, S.E., M.Pd.- BIMTEK ini menjadi wadah strategis bagi transfer ilmu, diskusi mendalam, serta penyusunan arah penelitian yang lebih jelas dan terukur.
Sejak awal, peserta telah diarahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi ruang sharing session yang mendorong pertukaran ide inovatif serta penyelarasan topik penelitian dengan kebutuhan zaman dan arah kebijakan nasional. Dengan pendekatan yang interaktif, para pemateri tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga menyodorkan contoh-contoh konkret yang membuka wawasan para peserta mengenai bagaimana sebuah penelitian lahir dari ide sederhana hingga menjadi sebuah karya ilmiah yang kuat dan bernilai.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi pertama oleh Ibu Peliyarni, S.P., M.P., yang menjelaskan secara komprehensif tentang bagaimana menentukan tema penelitian bagi peneliti pemula. Ia menekankan bahwa langkah awal yang benar adalah memahami konteks kebutuhan penelitian, baik pada level lokal, regional, maupun nasional. Menurutnya, seorang peneliti pemula harus memulai dari persoalan yang dekat dengan realitas lingkungan, karena dari masalah nyata inilah muncul pertanyaan penelitian yang kuat. Ia menambahkan bahwa ide penelitian bukanlah sesuatu yang harus selalu besar atau rumit; justru penelitian yang baik adalah penelitian yang fokus, terukur, dan jelas kerangka berpikirnya.
Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menguraikan berbagai topik yang sedang berkembang dan relevan dengan bidang keilmuan mereka masing-masing. Hasil diskusi menunjukkan bahwa banyak potensi tema penelitian baru yang dapat digarap para dosen pemula, mulai dari isu pendidikan, sosial-ekonomi, kebijakan lokal, budaya digital, hingga kajian pemberdayaan masyarakat. Diskusi ini kemudian dilanjutkan dengan workshop singkat, di mana pemateri membantu peserta menyusun beberapa judul penelitian berdasarkan tema yang telah dipetakan. Suasana ruang pelatihan semakin hidup ketika beberapa peserta mencoba mempresentasikan judul riset mereka, mendapatkan masukan, dan memperbaiki struktur serta relevansinya secara langsung di hadapan pemateri.
Pada sesi berikutnya, Ibu Hartinawanti, S.E., M.Pd. memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai Road Map Penelitian Nasional. Ia memaparkan secara runtut bagaimana peta jalan penelitian di Indonesia disusun untuk menjawab tantangan pembangunan, kepentingan strategis bangsa, serta arah kebijakan prioritas nasional. Pemaparan mengenai Road Map ini sangat penting karena menjadi rujukan utama bagi peneliti, termasuk para dosen pemula, dalam memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi terhadap capaian indikator pembangunan nasional.
Penjelasan ini semakin menarik ketika pemateri mengaitkannya dengan Asta Cita, sebuah dokumen visi pembangunan nasional yang berisi delapan agenda strategis Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan, maju, dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa Asta Cita harus menjadi pedoman dalam menentukan tema dan judul penelitian. Dengan memahami delapan agenda tersebut-mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi digital, ketahanan ekonomi, penguatan tata kelola, hingga pelestarian lingkungan-peneliti pemula dapat memastikan bahwa penelitian mereka relevan, memiliki urgensi kebijakan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemateri memberikan contoh konkret bagaimana Asta Cita dapat diturunkan menjadi topik penelitian mikro. Misalnya, agenda peningkatan pendidikan dan SDM dapat melahirkan judul penelitian mengenai inovasi pembelajaran, efektivitas kurikulum, atau strategi peningkatan literasi digital. Agenda transformasi ekonomi dapat mengarah pada penelitian tentang UMKM, kewirausahaan lokal, atau adaptasi masyarakat terhadap ekonomi hijau. Dengan uraian yang gamblang dan kaya contoh, peserta semakin memahami bagaimana gagasan penelitian harus dibangun secara sistematis dan tidak terlepas dari kerangka kebijakan nasional.
Memasuki sesi diskusi terbuka, suasana menjadi lebih dinamis. Para dosen peserta BIMTEK aktif mengajukan pertanyaan tentang isu-isu penelitian terkini, seperti bagaimana menentukan gap riset, bagaimana memastikan kebaruan (novelty), bagaimana mengolah metode penelitian yang sederhana namun kuat, serta bagaimana memetakan relevansi penelitian terhadap kebutuhan masyarakat lokal. Pemateri menanggapi setiap pertanyaan dengan rinci, menggunakan pendekatan dialogis, dan menyisipkan pengalaman nyata dalam proses penelitian.
Salah satu penekanan penting dalam diskusi adalah pemahaman mengenai metode penyusunan proposal penelitian. Para pemateri menguraikan langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan peneliti: mulai dari pendahuluan yang memuat latar belakang dan rumusan masalah, tinjauan pustaka yang membangun kerangka teori, metodologi penelitian yang menjelaskan pendekatan, instrumen, dan teknik analisis data, hingga rencana pelaksanaan dan luaran penelitian. Meski tampak formal dan teknis, penjelasan pemateri berhasil membuat peserta merasa proses ini dapat dijalani dengan baik apabila direncanakan secara matang.
Lebih jauh, pemateri juga menekankan perlunya keberanian intelektual bagi peneliti pemula untuk terus mencari literatur, memperluas wawasan, serta berkolaborasi dengan sesama peneliti. Dunia penelitian bukanlah dunia yang berdiri sendiri; melainkan dunia yang tumbuh melalui kolaborasi, diskusi, dan saling memberi masukan. Karena itu, sharing session dalam BIMTEK ini menjadi bagian yang sangat diapresiasi peserta. Banyak ide yang muncul dari percikan diskusi, dari komentar kecil pemateri, hingga dari pengalaman sesama peserta yang memiliki fokus riset berbeda.
Pada bagian penutup, para pemateri memberikan pesan inspiratif bahwa penelitian bukan sekadar tugas administratif atau kewajiban akademik, tetapi merupakan jalan bagi para akademisi untuk berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan masa depan bangsa. Penelitian adalah proses membersamai kenyataan, memahami persoalan, serta memberikan solusi berbasis data dan analisis. Penelitian juga merupakan ruang aktualisasi diri dosen dalam memperkuat kompetensi, membangun reputasi ilmiah, serta memperluas jaringan akademik.
UMU Buton kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pendampingan, dan penguatan kapasitas dosen, universitas berharap dapat mencetak peneliti-peneliti muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menciptakan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Editor, Muh Adil UMU Buton
