ar
en
id

Bahasa:

UMU Buton Gelar Focus Group Discussion (FGD) untuk Optimalisasi Formulir Mutu SPMI

UMU Online-Baubau, 27 Juli 2024 Universitas Muslim Buton (UMU Buton) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Instrumen Penilaian, Indikator Mutu, Dokumentasi dan Pelaporan, Keterlibatan Pemangku Kepentingan, dan Tindak Lanjut dan Perbaikan” yang berlangsung pada tanggal 6 Agustus 2024. Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Ibrahim Marsela, Rektor UMU Buton Dr. H. Sujiton, Ketua dan Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM) dari berbagai fakultas, Dekan fakultas, Kepala Lembaga, Ketua Program Studi, serta dosen-dosen terkait.

FGD ini bertujuan untuk membahas dan memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di UMU Buton, dengan fokus pada lima aspek utama yaitu instrumen penilaian, indikator mutu, dokumentasi dan pelaporan, keterlibatan pemangku kepentingan, serta tindak lanjut dan perbaikan. Diskusi ini menjadi langkah strategis bagi UMU Buton dalam meningkatkan kualitas akademik dan administrasi di seluruh lingkup perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Ibrahim Marsela dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antar unit untuk mencapai mutu yang diharapkan. “Kualitas pendidikan di UMU Buton harus terus ditingkatkan melalui evaluasi yang mendalam dan perbaikan berkelanjutan. FGD ini merupakan wadah untuk menyatukan pemikiran dan menyusun strategi yang efektif,” ujarnya.

Rektor UMU Buton, Dr. H. Sujiton, menegaskan komitmen universitas untuk menjalankan SPMI dengan sungguh-sungguh. “Implementasi SPMI tidak hanya soal memenuhi standar, tetapi juga tentang bagaimana kita terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas bagi mahasiswa. Hasil dari FGD ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyempurnaan formulir mutu yang lebih baik ke depannya,” kata beliau.

Pada sesi diskusi, Ketua dan Sekretaris LPM memaparkan rencana strategis terkait pengembangan instrumen penilaian dan indikator mutu. Sementara itu, Ketua UPM Fakultas dan Dekan Fakultas memberikan masukan terkait proses dokumentasi dan pelaporan yang efektif dan efisien. Keterlibatan pemangku kepentingan dalam evaluasi mutu juga menjadi topik hangat, di mana partisipasi aktif dari seluruh elemen kampus dinilai sangat penting untuk mendapatkan gambaran kualitas yang komprehensif.

FGD ini juga menekankan pada pentingnya tindak lanjut dari hasil penilaian mutu. Rektor UMU Buton mengingatkan bahwa setiap temuan dan rekomendasi harus ditindaklanjuti dengan rencana aksi konkret untuk perbaikan. Semua pihak yang hadir bersepakat untuk terus berkolaborasi dalam rangka mewujudkan UMU Buton sebagai lembaga pendidikan yang unggul di tingkat nasional.

UMU Buton optimis mampu menyusun formulir mutu yang lebih komprehensif dan akurat, serta meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan administrasi yang berkelanjutan. Hasil dari FGD ini akan segera ditindaklanjuti oleh masing-masing unit terkait, dengan harapan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat.

 

Humas UMU Buton, Muh Firman Syah

Jl. Betoambari No.146, Bone-Bone, Batuapoaro Baubau, Sulawesi Tenggara

 

Tags :
Bagikan :