ar
en
id

Bahasa:

Universitas Muslim Buton gelar Leadership Forum Bahas Transformasi Tata Kelola Menuju Entrepreneur University

Universitas Muslim Buton gelar Leadership Forum Bahas Transformasi Tata Kelola Menuju Entrepreneur University

Baubau, 11 Juni 2026 – Universitas Muslim Buton (UMU Buton) kembali menyelenggarakan kegiatan Leader Forum sebagai bagian dari upaya penguatan budaya organisasi, kepemimpinan institusional, serta transformasi tata kelola perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Pada kegiatan ini, materi disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton, Bapak Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M. yang memaparkan materi bertajuk “Transformasi Tata Kelola UMU Buton Menuju Entrepreneur University”. Materi ini menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan perguruan tinggi agar mampu menjawab tantangan perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis, kompetitif, dan berbasis inovasi..

Menurut beliau, transformasi tata kelola harus dimulai dari transformasi budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan fondasi yang menentukan arah perkembangan institusi, kualitas pelayanan, serta kemampuan perguruan tinggi dalam beradaptasi terhadap perubahan. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika perlu membangun pola pikir yang berorientasi pada mutu, inovasi, kolaborasi, dan kinerja yang berdampak.

“Perguruan tinggi yang ingin maju tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan regulasi. Yang paling penting adalah membangun budaya kerja yang kuat, budaya mutu yang berkelanjutan, budaya inovasi yang mendorong kreativitas, serta budaya kolaborasi yang memperkuat sinergi seluruh unsur organisasi,” ujar Ibrahim Marsela.

Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif, kerja sama lintas unit, dan komitmen terhadap tujuan bersama harus menjadi bagian dari budaya organisasi Universitas Muslim Buton.

Selain transformasi budaya organisasi, kegiatan Leader Forum juga membahas pentingnya penguatan tata kelola berbasis mutu. Dalam paparannya, Ibrahim Marsela menegaskan bahwa mutu harus menjadi orientasi utama dalam setiap aktivitas akademik maupun nonakademik. Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pelaksanaan siklus PPEPP secara konsisten, serta evaluasi berkelanjutan menjadi instrumen penting dalam memastikan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.

Beliau juga menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi pada dunia pendidikan tinggi. Pemimpin di setiap level organisasi diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menginspirasi, membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan menggerakkan seluruh sumber daya organisasi menuju pencapaian visi institusi.

Dalam forum tersebut, digitalisasi layanan akademik turut menjadi salah satu fokus pembahasan. Menurut Ibrahim Marsela, transformasi digital merupakan kebutuhan strategis yang harus terus dikembangkan oleh perguruan tinggi modern. Pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga memperkuat kualitas tata kelola, transparansi, serta pengambilan keputusan yang berbasis data.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa arah pengembangan Universitas Muslim Buton ke depan adalah menjadi Entrepreneur University, yaitu perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan inovator, wirausahawan, dan pencipta lapangan kerja yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

“Entrepreneur University bukan sekadar slogan atau cita-cita, tetapi merupakan arah strategis yang harus diwujudkan melalui kerja bersama. Seluruh program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola institusi harus diarahkan untuk membangun budaya entrepreneurship yang menjadi keunggulan Universitas Muslim Buton,” tegasnya.

Melalui kegiatan Leader Forum ini, Universitas Muslim Buton berharap dapat memperkuat budaya mutu, meningkatkan kolaborasi antarunit kerja, serta membangun kesamaan persepsi dalam mewujudkan transformasi kelembagaan yang berkelanjutan. Forum ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, pertukaran gagasan, dan refleksi bersama dalam mendukung pengembangan universitas menuju institusi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dan tenaga kependidikan. Diskusi yang terbangun menunjukkan komitmen bersama seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan visi Universitas Muslim Buton sebagai perguruan tinggi yang unggul, berakhlakul karimah, berwawasan entrepreneurship, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa menuju tahun 2040.

Tekan tombol like jika kamu suka postingan ini !!!

Tags :
Bagikan :