UMU Online-Baubau, 16-19 Mei 2025 Universitas Muslim Buton kembali menegaskan komitmennya dalam merawat dan mempromosikan budaya lokal melalui kegiatan Lomba Lagu Daerah Antar Program Studi yang digelar sebagai bagian dari rangkaian UMU Entrepreneur Expo 2025. Acara ini berlangsung meriah selama empat hari, mulai tanggal 16 hingga 19 Mei 2025, dan menjadi ajang ekspresi budaya di tengah semangat kewirausahaan yang diusung oleh universitas.
Lomba ini mempertemukan para mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UMU Buton dalam satu panggung yang sama, di mana mereka melantunkan lagu-lagu daerah dalam berbagai dialek dan bahasa yang tumbuh dan berkembang di Kepulauan Buton. Setiap lirik yang dibawakan membawa nilai-nilai kearifan lokal, sejarah panjang masyarakat, serta kekayaan budaya yang diwariskan lintas generasi. Lagu-lagu tersebut tidak hanya indah dari sisi musikalitas, tetapi juga menyimpan pesan moral, spiritual, dan sosial yang sangat dalam.
Seluruh peserta menampilkan performa terbaik mereka dengan penuh penghayatan. Beberapa lagu dibawakan dalam bahasa Wolio, Cia-Cia, Muna, dan beberapa dialek lokal lainnya, menggambarkan keragaman bahasa dan budaya yang dimiliki masyarakat Buton dan sekitarnya. Melodi-melodi khas daerah dipadukan dengan aransemen modern tanpa menghilangkan jati diri lagu aslinya. Setiap penampilan menjadi representasi dari semangat para mahasiswa dalam menjaga warisan budaya daerah di tengah dinamika kehidupan kampus yang semakin global.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari seluruh civitas akademika UMU Buton. Para mahasiswa hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penonton yang antusias menyaksikan penampilan rekan-rekannya. Sorak-sorai, tepuk tangan, dan antusiasme yang terpancar dari wajah-wajah penonton menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Panggung lomba menjadi pusat perhatian expo, menunjukkan bahwa di tengah semangat entrepreneur, ruh budaya tetap mendapatkan tempat yang istimewa.
Dewan juri dalam lomba ini terdiri dari para akademisi dan seniman lokal yang telah berpengalaman di bidang seni budaya. Penilaian dilakukan berdasarkan teknik vokal, penguasaan bahasa daerah, kekuatan syair, serta penjiwaan lagu. Setiap peserta dinilai secara objektif dan profesional untuk memastikan keadilan kompetisi. Para pemenang lomba mendapatkan penghargaan berupa plakat, sertifikat, dan uang pembinaan dari panitia sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mempersembahkan budaya daerah melalui suara dan lagu.
Lomba ini menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengekspresikan identitas kedaerahan mereka dengan penuh kebanggaan. Tidak sedikit dari mereka yang menjadikan momen ini sebagai pengalaman pertama dalam membawakan lagu-lagu daerah di panggung kampus. Proses latihan, seleksi internal di tingkat program studi, hingga pelaksanaan lomba menjadi bagian penting dari perjalanan mereka dalam mengenal lebih dekat akar budaya masing-masing. Mahasiswa dari program studi yang berbeda saling mendukung dan memberi semangat satu sama lain, menciptakan suasana kolaboratif yang sangat positif.
Dari perspektif institusi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis UMU Buton dalam membangun ekosistem kampus yang berbasis nilai-nilai lokal. Lagu daerah sebagai media ekspresi budaya menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan semangat cinta tanah air, solidaritas antar daerah, serta penghargaan terhadap perbedaan. UMU Buton menyadari bahwa pembangunan karakter mahasiswa tidak hanya melalui pembelajaran akademik semata, tetapi juga melalui kegiatan kebudayaan yang membentuk kepekaan sosial dan identitas kultural yang kuat.
Pelaksanaan lomba yang bertepatan dengan rangkaian UMU Entrepreneur Expo 2025 juga memberikan nuansa yang unik. Expo yang selama ini identik dengan kewirausahaan dan inovasi bisnis mendapatkan dimensi baru dengan hadirnya panggung budaya. Sinergi antara inovasi dan tradisi inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari penyelenggaraan expo tahun ini. Di satu sisi, mahasiswa ditantang untuk berpikir kreatif dan mandiri dalam dunia usaha, di sisi lain mereka tetap diajak untuk tidak melupakan akar budaya yang menjadi fondasi keberadaan mereka.
Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial yang besar. Masyarakat sekitar yang hadir sebagai penonton merasakan kebanggaan melihat generasi muda tetap peduli dan aktif membawakan lagu-lagu warisan leluhur. Banyak orang tua dan tokoh masyarakat yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba ini, karena menurut mereka, kegiatan seperti inilah yang dapat menjadi benteng budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
UMU Buton menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar dalam ruang-ruang kelas, tetapi juga sebagai ruang publik tempat kebudayaan dirayakan dan dikembangkan. Mahasiswa tidak hanya diajak untuk berprestasi dalam akademik, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam menjaga dan menghidupkan budaya lokal. Keberhasilan lomba lagu daerah ini diharapkan menjadi awal dari kegiatan-kegiatan serupa yang lebih besar di masa depan, yang melibatkan lebih banyak pihak dan menjangkau lebih banyak kelompok budaya di Kepulauan Buton.
UMU Entrepreneur Expo 2025 bukan hanya sebuah gelaran untuk menunjukkan hasil kreativitas bisnis mahasiswa, melainkan juga menjadi panggung besar bagi ekspresi budaya yang tumbuh dan berkembang di lingkungan kampus. Dengan adanya Lomba Lagu Daerah Antar Prodi ini, UMU Buton telah mempertegas visinya sebagai universitas yang tidak hanya mencetak wirausahawan masa depan, tetapi juga penjaga nilai dan identitas budaya lokal yang tak ternilai Hargan
Editor, Humas UMU Buton Muh Firman Syah
