ar
en
id

Bahasa:

FESTIVAL MAHA KARYA SHOLAWAT UMU BUTON SEMARAKKAN UMU ENTREPRENEUR EXPO 2025

UMU Online-Baubau, 16-19 Mei 2025 Universitas Muslim Buton kembali menghadirkan momen kebersamaan yang sarat makna melalui penyelenggaraan Festival Maha Karya Sholawat yang menjadi bagian dari agenda besar UMU Entrepreneur Expo 2025. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 16 hingga 19 Mei 2025, dan berhasil menyita perhatian masyarakat dari berbagai kalangan di Kota Baubau. Bertempat di pelataran utama kampus UMU Buton, festival ini menghadirkan nuansa religius yang kuat dan menjadi ajang silaturahmi spiritual antar komunitas Islam di wilayah Baubau dan sekitarnya.

Festival Maha Karya Sholawat menjadi wujud sinergi antara dunia akademik dan nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Majelis Ta’lim tingkat kelurahan, kelompok ibu-ibu Majelis Dzikir, serta komunitas kekeluargaan yang tersebar di seluruh penjuru Kota Baubau. Keterlibatan aktif para peserta dari beragam latar belakang sosial ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi ruang pemersatu dalam suasana kebersamaan yang penuh kekhidmatan.

UMU Buton sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman Aswaja An-Nahdliyah menjadikan kegiatan sholawat sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan karakter spiritual civitas akademika dan masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran Festival Maha Karya Sholawat di tengah rangkaian Entrepreneur Expo bukan sekadar pelengkap, melainkan sebagai penegasan jati diri universitas dalam mengusung harmoni antara nilai religius, sosial, dan pengembangan potensi kewirausahaan umat.

Selama empat hari pelaksanaan, berbagai kelompok majelis ta’lim secara bergantian menampilkan lantunan sholawat, qasidah, dan pembacaan maulid nabi dalam format yang khas sesuai tradisi masing-masing. Setiap kelompok memiliki gaya dan kekhasan tersendiri, mencerminkan kekayaan ekspresi spiritual masyarakat Baubau. Ada kelompok yang tampil dengan rebana, ada pula yang mengandalkan vokal dan harmoni suara dalam format sederhana, namun penuh penghayatan.

Tak hanya menyajikan hiburan rohani, festival ini juga menjadi ruang edukasi dan dakwah. Sejumlah tokoh agama dan ustazah turut hadir menyampaikan tausiyah singkat di sela-sela penampilan peserta. Tema-tema yang diangkat beragam, mulai dari keutamaan sholawat, pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah, hingga peran perempuan dalam membangun masyarakat melalui majelis ilmu dan dzikir. Tausiyah ini memberi dimensi intelektual sekaligus spiritual pada festival, menjadikannya bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana pembelajaran.

Festival ini juga turut menggandeng komunitas usaha kecil yang menjajakan berbagai produk makanan khas tradisional. Area bazar di sekitar lokasi festival memberikan semangat ekonomi kerakyatan yang selaras dengan tema besar Entrepreneur Expo. Kegiatan ini memberi ruang bagi pelaku UMKM yang berorientasi pada nilai-nilai syariah untuk menampilkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.

UMU Buton sebagai tuan rumah memberikan perhatian khusus terhadap kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan festival. Panitia dari unsur dosen dan mahasiswa berperan aktif dalam menyambut peserta, menyiapkan logistik, serta mengelola jalannya acara dengan tertib. Keterlibatan mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga dakwah kampus menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pembinaan karakter sekaligus aplikasi nyata dari nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari kurikulum universitas.

Seluruh rangkaian kegiatan Festival Maha Karya Sholawat berlangsung dengan suasana yang tenang dan penuh kehangatan. Peserta dari berbagai majelis tampak saling bersalaman, berbagi pengalaman, dan saling memberi dukungan satu sama lain. Hal ini memperlihatkan bahwa kegiatan sholawat tidak hanya mempererat hubungan vertikal antara manusia dan Tuhannya, tetapi juga hubungan horizontal antar sesama umat yang mendambakan hidup damai dan penuh kasih sayang.

Puncak acara festival diisi dengan penampilan gabungan seluruh peserta yang melantunkan sholawat bersama di malam penutupan. Ratusan hadirin memenuhi arena kegiatan dengan penuh kekhusyukan, mengikuti alunan sholawat yang menggema dari seluruh penjuru kampus. Momen ini menjadi penanda keberhasilan festival dalam menyatukan hati dan semangat masyarakat Baubau melalui lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Festival Maha Karya Sholawat bukanlah sebuah kompetisi. Kegiatan ini tidak menempatkan siapa yang terbaik, melainkan siapa yang paling tulus dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman melalui seni dan tradisi keagamaan. Karena itu, seluruh peserta diberikan penghargaan dan kenang-kenangan dari panitia sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga dan melestarikan tradisi sholawat di tengah masyarakat.

Ke depan, UMU Buton berencana menjadikan Festival Maha Karya Sholawat sebagai agenda tahunan yang terus dikembangkan dalam skala lebih besar. Rencana ini mencakup penguatan kerja sama dengan organisasi keagamaan, lembaga dakwah lokal, serta memperluas partisipasi masyarakat hingga ke wilayah kabupaten sekitar. Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan kampus, melainkan akan tumbuh sebagai ikon budaya religius di Sulawesi Tenggara.

Festival ini menandai komitmen UMU Buton dalam mendukung tumbuhnya ruang-ruang sosial yang memberi nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai pusat keilmuan yang menyatu dengan nilai-nilai spiritual, kultural, dan sosial masyarakat. Pelibatan aktif komunitas perempuan, kelompok majelis taklim, dan pelaku UMKM dalam satu panggung bersama menjadikan Festival Maha Karya Sholawat sebagai simbol harmoni antara nilai-nilai keislaman dan semangat pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan membumi.

Penutupan Festival Maha Karya Sholawat dilakukan secara resmi oleh Rektor UMU Buton dengan penyampaian rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan kegiatan ini. Di akhir sambutannya, Rektor menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi bagian dari UMU Entrepreneur Expo, tetapi juga sebagai manifestasi nyata dari peran UMU Buton sebagai universitas yang hadir dan tumbuh bersama masyarakat dalam membangun nilai-nilai keilmuan dan keagamaan secara beriringan dan berkelanjutan.

Editor, Humas UMU Buton Muh Firman Syah

Tags :
Bagikan :