ar
en
id

Bahasa:

Sosialisasi Pedoman Organisasi Kemahasiswaan Universitas Muslim Buton

Sosialisasi Pedoman Organisasi Kemahasiswaan

Dalam rangka memperkuat tata kelola organisasi kemahasiswaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas mahasiswa, Universitas Muslim Buton menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman Organisasi Kemahasiswaan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem organisasi mahasiswa yang terstruktur, transparan, serta mampu menjawab tantangan perkembangan pendidikan tinggi di era modern.

Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman normatif terhadap pedoman organisasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh elemen kemahasiswaan untuk menyamakan persepsi terkait fungsi, peran, dan hubungan kelembagaan antarorganisasi, seperti BEM, DPM, UKM, dan HMPS.

sambutan Ketua Yayasan Universitas Muslim Buton Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Yayasan Universitas Muslim Buton, Drs. H. Ibrahim Marsela, M.M., yang menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan wadah strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial mahasiswa. Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan bagi civitas akademika dan masyarakat.

Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan harus mampu menjadi mitra aktif universitas dalam menciptakan ekosistem akademik yang kondusif, inovatif, dan berdaya saing. Rektor juga menekankan pentingnya integrasi antara kegiatan akademik dan non-akademik sebagai bagian dari proses pembentukan lulusan yang unggul dan berkarakter.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ridwan, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa penyusunan pedoman organisasi kemahasiswaan ini dilandasi oleh kebutuhan akan sistem yang jelas, terarah, dan berkelanjutan. Pedoman ini dirancang untuk:

* Menegaskan kedudukan dan fungsi masing-masing lembaga kemahasiswaan
* Menciptakan hubungan kerja yang harmonis melalui prinsip checks and balances
* Menjamin adanya akuntabilitas melalui mekanisme laporan pertanggungjawaban
* Menghindari tumpang tindih kewenangan antarorganisasi

Beliau juga menekankan bahwa BEM sebagai lembaga eksekutif memiliki peran utama dalam pelaksanaan program kerja, sementara DPM sebagai lembaga legislatif berfungsi mengawasi dan mengevaluasi jalannya organisasi. Dengan demikian, kedua lembaga ini diharapkan dapat berjalan secara sinergis dan saling melengkapi.

Materi inti disampaikan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian, Dr. Mega Mustikasari, S.Pd., M.Pd. yang menguraikan secara komprehensif berbagai aspek penting dalam pedoman organisasi kemahasiswaan, antara lain:

* Struktur dan hierarki organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas dan program studi
* Mekanisme pembentukan dan pembubaran organisasi kemahasiswaan
* Tata cara pemilihan pengurus melalui sistem Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemira)
* Pembentukan lembaga independen seperti KPUM (Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa)
* Pembagian kewenangan antara BEM, DPM, UKM, dan HMPS
* Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam pengelolaan organisasi

Selain itu, dijelaskan pula pentingnya penyusunan program kerja yang berbasis kebutuhan mahasiswa, serta pelaksanaan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas kegiatan organisasi.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator, Kepala Bagian Kemahasiswaan, La Ali, S.Pd., M.Sos., yang memfasilitasi jalannya diskusi secara interaktif. Para peserta yang terdiri dari pengurus organisasi mahasiswa, perwakilan mahasiswa, serta unsur civitas akademika активно berpartisipasi dalam sesi tanya jawab, khususnya terkait implementasi pedoman di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muslim Buton berharap seluruh organisasi kemahasiswaan dapat menjalankan perannya secara optimal dengan berlandaskan pada pedoman yang telah disusun. Diharapkan pula lahir organisasi mahasiswa yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan akademik, sosial, dan kemasyarakatan.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Muslim Buton dalam menciptakan tata kelola kemahasiswaan yang modern, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Tags :
Bagikan :