ar
en
id

Bahasa:

Kolaborasi Universitas Muslim Buton dan BRIN melalui Program RIIM Kompetisi: Inisiasi Model Pengembangan Wisata Desa Terpadu Berbasis Potensi Lokal

Foto Bersama tim peneliti yang terdiri dari akademisi Universitas Muslim Buton bersama mitra peneliti dari BRIN

Baubau, Rabu (09.00 WITA) — Universitas Muslim Buton (UM Buton) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Eksternal resmi menginisiasi langkah strategis dalam pengembangan model wisata desa terpadu berbasis potensi lokal. Inisiasi ini ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi dan pembagian tugas tim peneliti yang dilaksanakan pada Rabu pagi pukul 09.00 WITA, bertempat di Ruang Rektorat Universitas Muslim Buton.

Kegiatan ini menjadi bagian awal dari rangkaian riset kolaboratif yang bertujuan merumuskan model pengembangan desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata semata, tetapi juga terintegrasi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM), penguatan kelembagaan, serta optimalisasi potensi ekonomi dan budaya lokal.

Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd, yang juga selaku Ketua Tim riset ini dalam keterangannya menyampaikan bahwa kolaborasi kali ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah berbasis riset.

“Kami melihat bahwa desa memiliki potensi luar biasa yang selama ini belum dikelola secara optimal. Melalui kolaborasi dengan BRIN, kami ingin memastikan bahwa riset yang dilakukan tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi benar-benar menghasilkan model yang aplikatif dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, tim peneliti yang terdiri dari akademisi Universitas Muslim Buton bersama mitra peneliti dari BRIN juga menetapkan lokasi atau objek penelitian, yaitu di Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Konawe Kepulauan. Penetapan kedua wilayah ini didasarkan pada pertimbangan akademik dan realitas sosial yang menunjukkan adanya paradoks antara potensi desa yang besar dengan kondisi kesejahteraan masyarakat yang masih rendah.

Di Kabupaten Buton Selatan, misalnya, masih terdapat desa-desa yang masyarakatnya hidup dalam kondisi kemiskinan, salah satunya Desa Wawoangi. Ironisnya, desa ini memiliki beragam potensi wisata yang cukup menjanjikan seperti Jembatan Lingkar dan Masjid Tua Wawoangi, namun dua potensi ini belum mampu dikelola secara optimal sebagai modal sosial untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat setempat.

Sementara itu, di Kabupaten Konawe Kepulauan, tim peneliti juga menemukan fenomena serupa, bahkan dalam beberapa kasus tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem. Kondisi ini menjadi semakin kontras karena desa-desa tersebut justru memiliki potensi sumber daya alam yang signifikan, seperti keberadaan air terjun di Desa Sinaulu Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara, potensi sumber air bersih, serta kekayaan alam lainnya yang belum terkelola secara maksimal.

Ketua Tim Peneliti, Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada kebutuhan untuk menghadirkan solusi nyata berbasis riset.

“Kami sengaja memilih wilayah dengan karakteristik ‘potensi tinggi kesejahteraan rendah’ sebagai locus penelitian. Di sinilah riset diuji, apakah mampu menjawab persoalan riil Masyarakat atau tidak. Jadi target kami bukan hanya menghasilkan konsep, tetapi model yang bisa langsung diimplementasikan dan direplikasi,” jelasnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, kedua wilayah ini dipilih sebagai objek penelitian dengan harapan dapat menjadi model percontohan dalam merumuskan model pengembangan wisata desa yang tidak hanya berorientasi pada eksploitasi potensi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Tim peneliti sepakat bahwa pendekatan pengembangan desa wisata harus bersifat holistik dan berkelanjutan. Oleh karena itu, desain model yang dikembangkan dalam riset ini akan mencakup beberapa dimensi utama, antara lain:

  • Penguatan kapasitas SDM masyarakat desa, baik secara individu maupun komunitas.
  • Pengembangan potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan local.
  • Optimalisasi potensi ekonomi desa, termasuk UMKM dan ekonomi kreatif.
  • Penguatan tata kelola dan kebijakan desa dalam mendukung keberlanjutan wisata.
  • Integrasi antar sektor untuk menciptakan ekosistem wisata desa yang adaptif dan kompetitif.

Lebih lanjut, Ketua Tim juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan proses riset.

“Masyarakat desa tidak boleh lagi ditempatkan sebagai objek pembangunan. Mereka harus menjadi aktor utama. Karena itu, model yang kami rancang berbasis pada pendekatan partisipatif dan pemberdayaan komunitas,” tambahnya.

Tim riset ini merupakan kolaborasi multidisiplin yang melibatkan akademisi Universitas Muslim Buton bersama peneliti dari BRIN, dengan kompetensi di bidang sosial, ekonomi, kebijakan publik, serta pengembangan masyarakat desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan model pengembangan wisata desa yang komprehensif, aplikatif, dan berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pendekatan pemberdayaan yang partisipatif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam proses transformasi desa.

Lebih lanjut, kolaborasi dengan BRIN melalui skema RIIM Kompetisi kali ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi daerah, sekaligus memastikan bahwa hasil riset memiliki relevansi dan dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui riset ini, tim peneliti menargetkan lahirnya model pengembangan wisata desa terpadu yang aplikatif, adaptif, dan replikatif, sehingga dapat diimplementasikan tidak hanya di wilayah penelitian, tetapi juga di berbagai desa lain di Indonesia dengan karakteristik serupa.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Muslim Buton sebagai perguruan tinggi vokasi yang berorientasi pada penguatan praktik dan solusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Tim Peneliti

Ketua Tim:

(Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd)

Anggota Tim Universitas Muslim Buton:

(La Ode Muhammad Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom)

(Suhendro Gusli, S.Sos., M.Pd)

(La Januru, S.IP., M.IP)

(Mega Mustikasari, S.Pd., M.Pd)

(La Doni, S.Pd., M.Pd)

(Yusman Sutoyo, SE., M.M)

(La Amantabia, S.P., M.P)

(Andira Sari, S.E., M.E)

(Ibrahim, S.Hut., M.P)

(Kartika, S.P., M.BNS)

Mitra Peneliti BRIN:

(Dr. Ruslan Halifu, S.KM., M.Kes)

(Kuswinto, S.E., M.Si)

Tentang Program RIIM Kompetisi

Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi merupakan skema pendanaan riset dari BRIN yang bertujuan mendorong kolaborasi antara peneliti perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan nasional.

 

Penulis: La Januru, S.IP., M.IP

Tags :
Bagikan :