UMU Buton Matangkan Semester Ganjil 2026/2027, Perkuat Mutu Akademik Berbasis OBE, Digitalisasi, dan SPMI

UMU Buton Matangkan Semester Ganjil 2026/2027

UMU Online, 10 Agustus 2026 – Universitas Muslim Buton (UMU Buton) memantapkan kesiapan penyelenggaraan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 melalui Rapat Koordinasi Pra Semester tingkat institusi yang digelar Senin (10/8) di Ballroom Al-Munawwara Universitas Muslim Buton. Forum ini menjadi momentum konsolidasi untuk menyelaraskan arah kebijakan akademik, kesiapan pembelajaran, target kinerja, transformasi digital, serta penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Rapat dipimpin Rektor UMU Buton Dr. La Ode Rasmin, S.Pd., M.Pd. bersama Wakil Rektor I Ridwan, S.Si., M.Si. dan diikuti unsur akademik serta unit terkait. Pembahasan diarahkan tidak hanya pada kesiapan administratif, tetapi juga memastikan seluruh program studi, dosen, dan unit pendukung memiliki arah dan standar kerja yang sama dalam memasuki semester baru.

Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari evaluasi semester sebelumnya, kesiapan BKD dan jadwal perkuliahan, perangkat pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), optimalisasi Learning Management System (LMS) dan Artificial Intelligence (AI), implementasi PPEPP dalam SPMI, penetapan target kinerja akademik, hingga rencana tindak lanjut.

Dalam arah kebijakan akademik, peningkatan mutu pembelajaran ditempatkan sebagai fokus utama Semester Ganjil 2026/2027. Target akademik diarahkan agar lebih jelas, terukur, dan realistis, mencakup capaian CPL dan CPMK, kehadiran dosen dan mahasiswa, ketepatan pelaksanaan perkuliahan, kepuasan mahasiswa, serta kinerja akademik.

UMU Buton juga menekankan pentingnya sinkronisasi Renstra, Indikator Kinerja Utama (IKU), dan SPMI. Renstra memberikan arah strategis, IKU menjadi ukuran pencapaian, sedangkan SPMI memastikan proses akademik berjalan sesuai standar dan terus mengalami peningkatan. Kerangka ini menegaskan pergeseran tata kelola akademik dari sekadar pemenuhan administratif menuju pengelolaan berbasis kinerja, indikator, evaluasi, dan tindak lanjut.

Kesiapan perangkat pembelajaran menjadi salah satu perhatian utama. Program studi diarahkan memastikan distribusi mata kuliah, beban mengajar dosen, jadwal perkuliahan, serta perangkat pembelajaran tersedia sebelum semester dimulai. Setiap mata kuliah diarahkan memiliki RPS berbasis OBE yang tervalidasi dan selaras dengan CPL, CPMK, Sub-CPMK, materi, metode pembelajaran, serta asesmen.

Pendekatan tersebut menempatkan capaian kompetensi mahasiswa sebagai orientasi utama pembelajaran. Karena itu, proses perkuliahan juga didorong semakin berpusat pada mahasiswa melalui Student-Centered Learning, Case Method, Problem Based Learning, dan Project Based Learning. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghubungkannya dengan persoalan nyata, bekerja secara kolaboratif, serta menghasilkan solusi atau karya yang relevan.

Hasil rapat menegaskan bahwa perangkat pembelajaran Semester Ganjil 2026/2027 menggunakan RPS berbasis OBE berorientasi SDGs, sementara CPL setiap program studi wajib diselaraskan dengan profil lulusan masing-masing.

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dari arah pembelajaran. UMU Buton mendorong LMS sebagai pusat pengelolaan pembelajaran digital, mulai dari penyediaan materi, tugas, diskusi, asesmen, presensi, komunikasi, hingga dokumentasi perkuliahan. Seluruh mata kuliah ditargetkan menggunakan LMS, dengan dukungan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi admin program studi dan dosen.

Sementara itu, pemanfaatan AI diarahkan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran dengan tetap memperhatikan etika, integritas akademik, transparansi, privasi, dan tanggung jawab. AI diposisikan sebagai instrumen pendukung kreativitas, pembelajaran, penelitian, dan produktivitas, bukan sebagai pengganti proses berpikir akademik.

Untuk memastikan arah kebijakan dapat diterjemahkan menjadi kinerja nyata, UMU Buton menetapkan sejumlah target akademik, antara lain kehadiran dosen minimal 95 persen, kehadiran mahasiswa minimal 85 persen, kelengkapan RPS 100 persen, perkuliahan sesuai jadwal 100 persen, serta penggunaan LMS pada 100 persen mata kuliah. Monitoring pembelajaran ditargetkan dilakukan minimal tiga kali dalam satu semester, dengan tingkat kepuasan mahasiswa minimal 85 persen dan ketepatan input nilai 100 persen sebelum batas waktu.

Penguatan mutu akademik dilakukan melalui implementasi Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) sebagai siklus utama SPMI. Program studi diarahkan melakukan evaluasi hasil belajar secara berkesinambungan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran dan kepuasan mahasiswa. Hasil monitoring dan evaluasi harus terdokumentasi serta menjadi dasar penyusunan tindak lanjut.

Dengan pendekatan tersebut, evaluasi tidak berhenti pada identifikasi persoalan. Setiap temuan mutu diarahkan memiliki tindakan perbaikan, penanggung jawab, target waktu, dan bukti penyelesaian sehingga peningkatan mutu dapat berlangsung secara sistematis dan berkelanjutan.

Rapat juga menempatkan pengembangan future skills mahasiswa sebagai bagian dari agenda akademik. Penguatan kepemimpinan, kewirausahaan, kemampuan Bahasa Inggris, literasi digital, character building, serta nilai-nilai keislaman diarahkan untuk membentuk lulusan yang adaptif, komunikatif, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan.

Pada bidang penelitian dan pengabdian, UMU Buton mendorong keterhubungan antara riset, pembelajaran, inovasi, publikasi, dan kontribusi kepada masyarakat. Mahasiswa didorong terlibat dalam project, pembelajaran berbasis riset, dan Program Kreativitas Mahasiswa, sementara dosen diarahkan meningkatkan publikasi serta akses terhadap hibah penelitian dan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, BIMTEK LMS bagi admin program studi dan dosen menjadi salah satu prioritas. Sosialisasi LMS direncanakan pada awal Semester Ganjil 2026/2027. Program Tracer Study ditargetkan berlangsung dalam satu bulan, sedangkan monitoring dan evaluasi oleh UPM dan Ketua Program Studi dilaksanakan setiap semester.

Rapat Koordinasi Pra Semester ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unsur akademik dalam menghadapi Semester Ganjil TA 2026/2027. Pembelajaran, digitalisasi, penjaminan mutu, pengembangan kompetensi mahasiswa, penelitian, pengabdian, dan pelayanan akademik ditempatkan dalam satu kerangka peningkatan kualitas institusi.

Komitmen tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan semester baru diarahkan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, transparan, efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan, sekaligus memastikan pelayanan prima kepada mahasiswa.

Dengan demikian, Semester Ganjil TA 2026/2027 bukan sekadar menjadi awal siklus perkuliahan baru, tetapi momentum untuk memperkuat budaya mutu, transformasi pembelajaran, dan kinerja akademik yang terukur di lingkungan Universitas Muslim Buton.

Dosen siap, perangkat pembelajaran siap, LMS siap, mahasiswa aktif, capaian pembelajaran terukur menuju ekosistem akademik UMU Buton yang semakin berkualitas, adaptif, dan berdampak.

Tags :
Bagikan :