Universitas Muslim Buton melalui kegiatan Leadership Forum melaksanakan pembahasan strategis terkait penguatan program kerja Indonesia Buton Institute sebagai salah satu lembaga unggulan universitas. Forum ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Rektor Universitas Muslim Buton, Ketua IBI, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Wakil Rektor, Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Dekan FIPH, Serta unsur dosen
Ketua Indonesia Buton Institute memaparkan bahwa IBI memiliki tiga bidang utama pengembangan, yaitu bidang Entrepreneur Center, English Student Activity, dan Literasi TIK.
Pada bidang Entrepreneur Center, program difokuskan pada pengembangan pelatihan kewirausahaan mahasiswa, pendampingan dan pembinaan usaha mahasiswa, pengembangan inkubasi bisnis, pembentukan mindset dan karakter entrepreneur, serta penguatan jejaring mahasiswa dengan dunia usaha dan industri.
Sementara itu, bidang English Student Activity diarahkan pada penyelenggaraan program ETP, peningkatan kemampuan komunikasi bahasa Inggris mahasiswa, pengelolaan praktik bahasa, serta pelatihan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi dunia kerja global.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Yusman Sutoyo, menegaskan pentingnya pendampingan mahasiswa dalam kegiatan kewirausahaan dan inkubasi bisnis. Menurutnya, mahasiswa perlu diperkenalkan secara langsung dengan dunia usaha dan industri agar memiliki pengalaman praktis. Beliau juga menyampaikan bahwa program-program IBI yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi secara berkala untuk mengukur dampaknya terhadap tindakan dan praktik mahasiswa. Kegiatan expo dinilai dapat menjadi momentum mendorong mahasiswa mengenal dan menjalankan usaha secara nyata, termasuk belajar langsung dari pelaku UMKM melalui kunjungan lapangan.
Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, La Aman Tabia, menyampaikan bahwa program-program IBI pada dasarnya telah mendukung visi Universitas Muslim Buton. Namun demikian, diperlukan penguatan pelatihan bisnis, penetapan baseline atau jangka waktu pelaksanaan program, serta bukti implementasi program IBI dalam pelaksanaan ujian akhir mahasiswa.
Ketua MWA dalam arahannya menekankan bahwa dunia kewirausahaan dibangun atas nilai kompetisi, kemampuan beradaptasi, dan tujuan bersama. Menurutnya, pengembangan organisasi tidak akan berjalan apabila vision drive tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, berbagai agenda IBI harus disesuaikan dengan kemampuan organisasi serta dievaluasi secara berkala. Beliau juga menyoroti pentingnya penyesuaian jadwal program dengan kondisi fakultas dan program studi, serta penguatan akhlak mahasiswa melalui program-program lembaga Aswaja.
Rektor Universitas Muslim Buton menekankan bahwa seluruh unsur pengelola harus aktif dalam eksekusi program, tidak hanya pada tahap perencanaan. Implementasi nyata dinilai menjadi kunci keberhasilan pengembangan IBI ke depan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyampaikan bahwa IBI merupakan lembaga pembeda UMU Buton dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Oleh sebab itu, aktivitas IBI harus benar-benar fokus dalam mewujudkan visi dan misi universitas secara bertahap dari tahun ke tahun. Menurutnya, IBI harus mampu menjadi “laboratorium hidup” yang berjalan setiap hari dan memiliki indikator pengukuran yang jelas. Selain penguatan akademik, IBI juga diharapkan mampu melahirkan sertifikat kompetensi bernilai tinggi dan memperkuat soft skill mahasiswa melalui praktik langsung di dunia usaha dan industri.
Dalam arahannya, Ketua Yayasan Universitas Muslim Buton menjelaskan bahwa pembentukan IBI merupakan bagian dari strategi branding universitas sekaligus mendukung proses akreditasi institusi. Beliau menyampaikan bahwa Program Studi Ekonomi telah menjalankan program Level Up Two Day dan diharapkan terus dikembangkan melalui tata kelola yang baik.
Ketua Yayasan juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dan teknologi komputer sebagai kebutuhan utama di era ekonomi modern. Menurutnya, dunia usaha saat ini tidak hanya membutuhkan efektivitas dan efisiensi, tetapi juga kreativitas dan inovasi. Hal tersebut menjadi alasan utama kehadiran IBI di lingkungan UMU Buton.
Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya kemauan, konsistensi, dan perencanaan matang dalam menjalankan program. Setiap kegiatan IBI harus memenuhi unsur PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Website universitas juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun citra positif institusi. Dalam forum tersebut, IBI juga ditegaskan sebagai penanggung jawab program Level Up Thursday
Melalui Leadership Forum ini, Universitas Muslim Buton menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran Indonesia Buton Institute sebagai pusat pengembangan kompetensi, kewirausahaan, inovasi, literasi teknologi, dan pembentukan karakter mahasiswa menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing.






