UMU Online— Baubau, 16-20 Mei 2025 Suasana pelataran Universitas Muslim Buton berubah menjadi semarak dalam beberapa hari terakhir. Tenda-tenda putih berjajar rapi, dihiasi spanduk warna-warni dan aroma harum kuliner tradisional yang menggoda selera. Di sinilah digelar salah satu inti kegiatan dari UMU Entrepreneur Expo 2025: Pameran Produk Unggulan yang melibatkan 43 UMKM terbaik dari Kota Baubau serta booth-booth inovatif dari berbagai program studi UMU Buton.
Pameran ini bukan sekadar ajang unjuk gigi produk, tetapi telah menjelma menjadi perayaan kolaborasi, kerja keras, dan semangat wirausaha yang hidup di tengah masyarakat Kepulauan Buton. Dalam lima hari pelaksanaan, dari tanggal 16 hingga 20 Mei 2025, area pelataran kampus dipadati ratusan pengunjung yang antusias menjelajahi produk-produk hasil kreasi lokal. Dari kuliner khas Buton seperti bagea, dan kambose, hingga makanan ringan inovatif seperti keripik daun kelor, sownir kerajinan tangan berbasis budaya lokal, dan berbagai produk fashion etnik modern semuanya mendapat tempat terhormat dalam panggung ekonomi kreatif ini.
Pameran ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa UMKM Kota Baubau memiliki potensi besar yang belum seluruhnya tereksplorasi. Banyak dari pelaku usaha yang memulai bisnis dari rumah, kini tampil percaya diri menghadirkan produk berkualitas dengan kemasan yang menarik dan branding yang kuat. Tidak sedikit booth yang berhasil mencatat transaksi penjualan signifikan selama pameran. Produk kuliner dan makanan ringan menjadi primadona, terutama pada jam-jam istirahat, ketika pengunjung memadati area untuk mencicipi cita rasa khas Buton.
Transaksi ekonomi yang terjadi selama pameran ini menunjukkan geliat ekonomi riil yang tumbuh dari bawah. Salah satu pelaku usaha, Ibu Hasnia dari UMKM “Rasa Buton”, menyampaikan rasa syukurnya karena selama dua hari pertama, omzet penjualan sudah melampaui hari-hari biasa dalam satu minggu. Ia menjelaskan bahwa pameran ini bukan hanya membawa pembeli baru, tapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis dengan pelaku usaha dari luar daerah.
Tidak hanya pelaku UMKM, booth dari berbagai program studi di lingkungan UMU Buton turut memeriahkan pameran. Mahasiswa dari Prodi Manajemen, Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peradilan Pidana, hingga Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan lainnya menampilkan inovasi yang lahir dari hasil praktikum, proyek kewirausahaan, maupun kegiatan berbasis pengabdian masyarakat.
Beberapa booth prodi bahkan menyajikan produk hasil riset dosen dan mahasiswa yang telah dikembangkan dalam bentuk komersial. Prodi Agroteknologi, misalnya, memamerkan hasil olahan organik dari tanaman lokal sebagai alternatif produk kesehatan. Prodi Manajemen menampilkan konsep mini-bisnis mahasiswa yang menggabungkan strategi branding, digital marketing, dan analisis pasar dalam produk nyata seperti minuman herbal kemasan dan merchandise kampus.
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini juga menjadi wadah edukatif yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli potensial, pemodal, dan pembina bisnis. Tim Inkubator Bisnis UMU Buton yang terlibat dalam expo turut memberikan pendampingan kepada booth mahasiswa dan UMKM, termasuk dalam penghitungan harga pokok produksi, strategi pemasaran digital, hingga simulasi presentasi bisnis di hadapan calon investor. Hal ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa mengenai dunia usaha secara langsung dan aplikatif.
Dalam wawancaranya, Rektor UMU Buton, Dr. H. Sujiton, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari implementasi visi besar UMU Buton dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Ia menekankan bahwa entrepreneur bukanlah sekadar profesi, tetapi cara berpikir dan hidup yang inovatif, tangguh, dan adaptif.
Menurut Rektor, keberhasilan pameran ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMU Buton mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal. Ia mengapresiasi seluruh program studi yang aktif terlibat dan menjadikan pameran sebagai ajang pembelajaran luar kelas. “Kampus bukan hanya tempat belajar teori, tapi harus jadi ruang lahirnya solusi bagi masyarakat. Pameran ini adalah salah satu contoh ketika ilmu, semangat, dan kreativitas disatukan dalam aksi nyata,” ujarnya.
Pameran Produk Unggulan juga berhasil menyatukan berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar sekolah, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan dari pemerintahan dan perbankan. Tidak sedikit pengunjung dari luar kota yang datang khusus untuk melihat langsung geliat ekonomi kreatif lokal. Hal ini membuktikan bahwa semangat entrepreneurship yang digelorakan oleh UMU Buton mampu menembus batas-batas kampus dan meresonansi semangat kolektif masyarakat.
Ketua Badan Penyelenggara UMU Buton, Bapak Ibrahim Marsela, dalam kesempatan terpisah menegaskan komitmen UMU Buton untuk terus menciptakan ruang partisipatif bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat ekonomi berbasis rakyat. Ia menyatakan bahwa UMU Buton tidak hanya hadir di Baubau sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi yang merata hingga pelosok-pelosok desa.
Ibrahim Marsela juga menyampaikan bahwa expo dan pameran ini akan menjadi program tahunan strategis, sekaligus platform tetap bagi mahasiswa untuk belajar membangun jejaring usaha. Ia melihat potensi yang luar biasa dari sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor informal, dan bertekad menjadikan UMU Buton sebagai pusat inkubasi ide-ide kreatif dan solusi kewirausahaan di kawasan Indonesia Timur.
Seiring berjalannya hari, pameran ini bukan hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tapi juga ruang berbagi cerita, harapan, dan semangat. Anak-anak muda dengan semangat tinggi mendampingi produk mereka, menjelaskan proses produksi, menjawab pertanyaan pengunjung, hingga berbagi strategi digital marketing yang mereka terapkan. Di sisi lain, pelaku UMKM senior memberikan inspirasi dengan cerita perjuangan membangun usaha dari nol.
Apa yang terjadi di pelataran UMU Buton selama expo ini adalah potret perubahan sosial. Kampus bukan lagi menara gading yang jauh dari realitas masyarakat, melainkan ruang terbuka yang memberi tempat bagi semua orang untuk belajar, berkreasi, dan membangun masa depan bersama. Di sini, pengrajin lokal berdampingan dengan mahasiswa, dosen berbincang dengan pedagang kaki lima, dan semua disatukan oleh satu semangat: membesarkan ekonomi daerah melalui kreativitas dan kewirausahaan.
Dengan berakhirnya kegiatan pameran ini pada 20 Mei 2025 nanti, jejak yang ditinggalkan tidak hanya berupa angka transaksi, tetapi semangat baru bagi kebangkitan ekonomi lokal. UMU Buton telah menjadi panggung tempat mimpi para pelaku UMKM dan mahasiswa bisa bertemu, tumbuh, dan melangkah bersama.
Editor, Humas UMU Buton Muh Firman Syah
