UMU Online-Baubau, 25 uni 2025 Universitas Muslim Buton kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, progresif, dan berdampak melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pemutakhiran dan Revitalisasi Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Fakultas di Lingkungan UMU Buton. Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Aset, ICT, dan Sumber Daya, Bapak Afuddin La Arua, dengan menghadirkan para dekan fakultas sebagai garda terdepan transformasi: Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FAPERTA), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Dekan Fakultas Ekonomi.
FGD ini menjadi forum strategis yang tidak hanya mengevaluasi capaian dan tantangan yang telah dilalui, tetapi juga menyusun arah kebijakan baru yang lebih selaras dengan regulasi terkini dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta menyesuaikan dengan dinamika perkembangan sains, teknologi, dan tuntutan global. Di saat bersamaan, penyusunan Renstra dan Renop ini juga mempertimbangkan kondisi objektif, potensi unggulan, dan kebutuhan spesifik dunia akademik UMU Buton yang terus bergerak maju.
Dalam suasana diskusi yang konstruktif dan penuh semangat, para pimpinan fakultas bersama jajaran pejabat struktural membahas secara mendalam target-target strategis yang hendak dicapai dalam kurun lima tahun mendatang. Ruang lingkupnya mencakup seluruh dimensi penting kehidupan kampus: mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), sumber daya manusia, sarana dan prasarana, keuangan, tata pamong dan tata kelola, kerja sama, kemahasiswaan, hingga penguatan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai jati diri UMU Buton.
Renstra lima tahunan yang tengah dimutakhirkan ini dirancang bukan sekadar dokumen administratif, tetapi sebagai peta jalan yang akan menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan tugas-tugas akademik dan non-akademik. Renstra tersebut akan memandu setiap program fakultas untuk bergerak selaras dalam siklus semesteran, tahunan, hingga lima tahunan. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil bukan hanya terukur, tetapi juga terarah menuju capaian visi besar UMU Buton sebagai kampus yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global.
Lebih dari sekadar proyeksi jangka menengah, Renstra ini menjadi ruang aktualisasi nilai, gagasan, dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan dan peluang masa depan. Wakil Rektor Aset, CT, dan Sumber Daya dalam sambutannya menekankan, “Renstra ini harus kita rumuskan secara realistis, terukur, dan adaptif agar menjadi dokumen hidup yang mampu menavigasi dinamika perubahan zaman, sembari menjaga nilai-nilai luhur Islam Aswaja yang menjadi ruh kampus kita.”
Sementara itu, Renop yang disusun dalam forum ini diharapkan mampu mengurai target-target jangka pendek dua tahunan ke dalam rencana aksi tahunan dan siklus dua tahunan. Rencana ini diformulasikan secara cermat agar setiap program kerja fakultas memiliki indikator keberhasilan yang jelas, terukur, dan realistis. Dengan demikian, tidak hanya memudahkan proses pemantauan dan evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen kontrol agar setiap unit kerja tetap berada di jalur pencapaian yang telah ditetapkan.
Diskusi intensif dalam FGD ini menghasilkan sejumlah konsensus penting, di antaranya perlunya inovasi kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi, penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah bereputasi, peningkatan kualitas pengabdian masyarakat berbasis potensi lokal, serta pengelolaan aset dan sumber daya secara efektif dan efisien. Kerja sama lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional, juga ditekankan sebagai salah satu prioritas untuk memperluas jejaring dan memperkuat posisi UMU Buton di kancah global.
FGD Pemutakhiran dan Revitalisasi Renstra-Renop ini tidak hanya menghasilkan dokumen rencana, tetapi juga membangkitkan optimisme kolektif di kalangan pimpinan dan sivitas akademika UMU Buton. Bahwa masa depan kampus ini harus dibangun dengan sinergi, kerja keras, dan keberanian berinovasi. Setiap fakultas diharapkan dapat menggerakkan seluruh elemen civitasnya untuk berkontribusi dalam pencapaian target-target strategis yang telah disusun.
Di bidang pendidikan, fokus diarahkan pada peningkatan mutu lulusan yang memiliki daya saing dan berakhlak mulia. Bidang penelitian diorientasikan pada lahirnya karya-karya inovatif yang tidak hanya mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara dalam bidang pengabdian masyarakat, seluruh program difokuskan untuk memperkuat posisi UMU Buton sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Tak kalah penting, pengembangan sumber daya manusia dirancang agar mampu melahirkan dosen dan tenaga kependidikan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing tinggi. Bidang sarana prasarana, tata pamong, keuangan, dan kerja sama diarahkan untuk mendukung terciptanya ekosistem akademik yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Renstra dan Renop hasil FGD ini diharapkan menjadi kompas bagi UMU Buton dalam menavigasi perjalanan akademik dan non-akademik menuju lima tahun mendatang. Rencana strategis yang realistis dan operasional yang terukur akan mempermudah institusi ini dalam mengukur capaian, mengevaluasi kekurangan, dan menyusun langkah-langkah perbaikan berkelanjutan.
UMU Buton bertekad menjadikan hasil FGD ini sebagai awal dari transformasi baru, dengan orientasi kuat pada mutu, dampak, dan relevansi. Ke depan, setiap capaian akan menjadi refleksi dari keseriusan dan dedikasi seluruh elemen kampus dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Editor, Kantor Humas UMU Buton, Muhamad Firman Syah
25 Juni 2025
