ar
en
id

Bahasa:

KAJIAN RUTIN KAMIS: MERENUNGI REZEKI DALAM KEHIDUPAN

UMU Online-Masjid Baitul Hikmah, Universitas Muslim Buton melalui Lembaga Kajian Islam dan Aswaja kembali menyelenggarakan agenda Kajian Rutin Kamis yang telah menjadi salah satu sarana peningkatan spiritualitas dan intelektualitas civitas akademika kampus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di Masjid Baitul Hikmah UMU Buton, selepas shalat Dzuhur. Kajian kali ini mengangkat tema yang mendalam dan relevan dengan dinamika kehidupan sehari-hari, yaitu “Merenungi Rezeki Dalam Kehidupan”.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Al-Hud ayat 1–6, yang menggarisbawahi betapa rezeki adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, serta mengandung pesan tauhid dan keyakinan akan kekuasaan-Nya dalam mengatur segala aspek kehidupan. Dengan pembacaan ayat ini, peserta diharapkan dapat membuka hati dan pikiran dalam menerima ilmu serta menumbuhkan kesadaran spiritual untuk bersyukur dan lebih yakin pada ketetapan Allah SWT.

Kajian ini menghadirkan narasumber inspiratif, Armiyani, S.E., M.M., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Perdagangan Internasional di Universitas Muslim Buton. Dalam penyampaian materinya, beliau membahas rezeki tidak semata-mata dalam bentuk materi, tetapi mencakup keseluruhan aspek yang menunjang keberlangsungan hidup manusia: kesehatan, kesempatan, ilmu, persaudaraan, dan ketenangan batin. Rezeki dalam Islam tidak sekadar dihitung dari banyaknya harta, tetapi dari keberkahannya, manfaatnya, dan sejauh mana ia mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.

Armiyani juga mengajak seluruh peserta untuk merenungi bahwa rezeki sejatinya datang bersamaan dengan takdir dan ujian. Ada kalanya rezeki datang dalam bentuk yang tidak diharapkan, namun membawa kebaikan besar di baliknya. Beliau menyampaikan bahwa sikap qana’ah (menerima dengan cukup) dan tawakkal (berserah diri) menjadi kunci dalam memahami rezeki yang Allah titipkan. Dengan memahami konsep ini, mahasiswa dan seluruh civitas akademika diharapkan mampu membangun mental yang tangguh, ikhlas, dan bersemangat dalam menghadapi tantangan hidup, baik dalam dunia akademik maupun kehidupan sosial.

Suasana kajian berlangsung khidmat dan penuh semangat. Peserta dari berbagai fakultas dan elemen kampus tampak antusias mengikuti hingga akhir sesi. Masjid Baitul Hikmah, yang menjadi pusat kegiatan spiritual kampus, penuh oleh jamaah yang tidak hanya datang untuk mendengarkan, tetapi juga merenungkan isi kajian. Interaksi antara narasumber dan peserta semakin menguatkan ikatan keilmuan dan spiritual di lingkungan kampus. Dalam sesi penutup, Armiyani menekankan bahwa memahami rezeki juga berarti menghargai waktu, bersyukur dalam keadaan sempit maupun lapang, serta terus memperbaiki niat dan usaha.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Lembaga Kajian Islam dan Aswaja dalam membangun atmosfer kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai Aswaja dan spiritualitas Islam. Kajian rutin seperti ini menjadi ruang dialog dan renungan bersama, serta memberikan keseimbangan antara ilmu duniawi dan ukhrawi bagi seluruh elemen kampus.

Universitas Muslim Buton terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang utuh menggabungkan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, dan semangat kebangsaan. Melalui kajian ini, UMU Buton tidak hanya memperkaya keilmuan tetapi juga menghidupkan spiritualitas kampus sebagai sumber kekuatan moral dalam membentuk generasi pemimpin masa depan.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu dan kehidupan, serta harapan agar rezeki yang kita terima senantiasa menjadi jalan kebermanfaatan bagi orang lain. Seluruh peserta tampak terinspirasi dan termotivasi untuk menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai bentuk syukur atas rezeki yang telah Allah tetapkan.

UMU Buton

Editor, Muh Adil

Tags :
Bagikan :