UMU Online – Lembaga Kajian Islam dan Aswaja Universitas Muslim Buton kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Kamis yang menjadi agenda pembinaan spiritual dan wawasan bagi civitas akademika. Kegiatan kali ini dilaksanakan pada Kamis, 14 Agustus 2025, di Masjid Baitul Hikmah UMU Buton selepas shalat Dzuhur, mengangkat tema “Peranan Pertanian Organik dalam Menjaga Kesehatan Umat dan Lingkungan.”
Kajian dibuka dengan pembacaan Surah Al-Baqarah ayat 168, yang mengingatkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib, serta menjauhi langkah-langkah setan. Ayat ini menjadi pijakan penting dalam memahami keterkaitan antara pangan sehat, keberkahan rezeki, dan kelestarian alam.
Narasumber, Peliyarni, S.P., M.P., Ketua Program Studi Agroteknologi UMU, menyampaikan bahwa pertanian adalah salah satu nikmat besar yang Allah karuniakan sebagai sumber makanan dan gizi bagi manusia. Namun, saat ini banyak petani bergantung pada penggunaan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk sintetis. Menurut beliau, hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia serta merusak ekosistem pertanian yang seharusnya dijaga keseimbangannya.
Dalam sesi diskusi, La Januru, S.IP., M.IP menambahkan bahwa tema ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk mengedukasi masyarakat agar beralih ke sistem pertanian organik dan meninggalkan penggunaan pupuk kimia. Apalagi di Universitas Muslim Buton terdapat Fakultas Pertanian dan Peternakan yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan praktik pertanian sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, La Aman Tabia, S.P., M.P memberikan perspektif bahwa konsep thayyib bukan hanya berarti baik untuk kesehatan secara umum, tetapi juga sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Sebagai contoh, sayuran hijau memang sehat, namun bagi penderita asam urat, beberapa jenis sayur dapat menjadi pemicu masalah kesehatan.
Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Peserta dari berbagai fakultas tampak antusias mendengarkan pemaparan dan aktif bertanya. Di akhir kegiatan, seluruh peserta diajak untuk bersama-sama memulai langkah nyata menjaga kesehatan umat dan kelestarian lingkungan melalui pola konsumsi halal thayyib serta mendukung pertanian organik di masyarakat.
