ar
en
id

Bahasa:

LEADERSHIP FORUM: MENEGUHKAN BUDAYA MUTU DAN PELAYANAN MAHASISWA

UMU Online-Universitas Muslim Buton kembali meneguhkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat kehidupan akademik. Komitmen itu ditegaskan dalam Leadership Forum atau Rapat Kamisan yang dilaksanakan pada Kamis, 25 September 2025 bertempat di Ballroom Al-Munawwara UMU Buton. Forum ini dipimpin langsung oleh Ketua Badan Penyelenggara UMU Buton, Drs. H. Ibrahim Marsela, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa.

Dalam forum tersebut, Ketua Badan Penyelenggara menekankan bahwa pelayanan akademik maupun non-akademik harus terus ditingkatkan agar seluruh mahasiswa UMU Buton merasakan kenyamanan dan kepuasan dalam berinteraksi dengan dosen serta tenaga kependidikan. Menurut beliau, kampus hidup dan berkembang karena adanya dukungan mahasiswa, sehingga sudah sepatutnya setiap kebijakan, setiap layanan, dan setiap bentuk perhatian yang diberikan harus bermuara pada kesejahteraan dan kepentingan mahasiswa. Prinsip dasar yang ditekankan adalah memberikan yang terbaik, karena mahasiswa bukan hanya objek layanan tetapi subjek utama yang menghidupkan seluruh dinamika kampus.

Pesan ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam tradisi pendidikan Islam, mahasiswa atau penuntut ilmu disebut sebagai para pewaris peradaban. Mereka hadir di kampus bukan semata-mata untuk mengumpulkan pengetahuan, tetapi juga untuk menumbuhkan akhlak, keterampilan, dan kepemimpinan. Karena itu, kualitas pelayanan akademik dan non-akademik bukanlah sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari ibadah yang menentukan keberkahan perjalanan kampus. Melayani mahasiswa berarti melayani masa depan, dan memperhatikan kebutuhan mereka berarti menyiapkan peradaban yang lebih baik.

Forum ini juga memberi perhatian besar terhadap Budaya Mutu. Ketua Badan Penyelenggara menjelaskan bahwa penerapan PPEPP atau SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) harus terus dijalankan secara berkesinambungan dan konsisten. Budaya mutu tidak boleh dipahami hanya sebagai dokumen formalitas, melainkan harus hidup dalam perilaku sehari-hari, baik dalam cara dosen mengajar, cara tendik melayani, maupun cara pimpinan mengambil keputusan. PPEPP, yang terdiri dari Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu, merupakan siklus yang harus dijaga dengan serius agar kualitas UMU Buton tidak pernah berhenti pada satu titik, melainkan terus berkembang mengikuti tantangan zaman.

Lebih dari itu, forum ini mengingatkan bahwa dosen memegang peran strategis dalam menghidupkan kegiatan kemahasiswaan. Dosen bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga pembimbing, motivator, dan teladan bagi mahasiswa dalam berorganisasi, berkegiatan sosial, dan mengasah keterampilan hidup. Dalam arahannya, Ketua Badan Penyelenggara meminta agar seluruh dosen mengawal dengan sungguh-sungguh setiap aktivitas kemahasiswaan, mulai dari organisasi intra kampus, kegiatan ilmiah, hingga program kreativitas dan kewirausahaan. Sebab, melalui kegiatan kemahasiswaan, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, manajemen waktu, daya adaptasi, serta berbagai soft skill lainnya yang akan menentukan keberhasilan mereka di dunia kerja dan masyarakat.

Pesan ini sejalan dengan kebutuhan generasi milenial dan generasi Z yang saat ini mengisi ruang-ruang kuliah di UMU Buton. Mereka tumbuh dalam era yang menuntut kecepatan, keterbukaan, dan keterampilan multi-disiplin. Kegiatan kemahasiswaan adalah laboratorium sosial yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bekerja sama dalam tim, menyampaikan gagasan dengan efektif, menghadapi perbedaan, serta beradaptasi dengan perubahan. Keterampilan semacam ini tidak selalu bisa diperoleh dari ruang kelas, tetapi sangat mungkin lahir dari dinamika organisasi dan forum mahasiswa. Karena itu, dosen sebagai pembimbing harus hadir untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan sehat, produktif, dan bermanfaat.

Leadership Forum ini juga ditegaskan sebagai bagian dari implementasi Program Level UP Tuesday. Program ini telah menjadi ikon UMU Buton dalam membangun budaya organisasi dan akademik yang inovatif. Level UP Tuesday bukan hanya agenda mingguan, melainkan filosofi yang mengajak seluruh civitas akademika untuk terus naik tingkat dalam ilmu, akhlak, dan kepemimpinan. Dalam forum kali ini, implementasi Level UP Tuesday tampak jelas melalui penekanan terhadap pelayanan, mutu, dan pengembangan mahasiswa secara holistik. Level UP Tuesday berarti tidak berhenti pada standar lama, tetapi selalu berusaha memperbaiki diri, menghadirkan inovasi, dan menjadikan kampus sebagai ruang terbaik bagi mahasiswa untuk tumbuh.

Di balik pesan-pesan yang disampaikan dalam forum ini, terkandung makna filosofis bahwa sebuah kampus akan hidup bila ia terus menumbuhkan budaya belajar, budaya melayani, dan budaya memperbaiki diri. Mahasiswa adalah jiwa kampus, dosen dan tendik adalah penggerak kampus, sementara pimpinan adalah nakhoda yang menuntun arah perjalanan. Semua unsur itu harus menyatu dalam visi yang sama: menjadikan UMU Buton sebagai kampus yang berorientasi pada mutu, berakar pada nilai-nilai Islam Aswaja, dan berpihak pada kepentingan mahasiswa.

Suasana forum berlangsung khidmat, penuh dengan semangat kebersamaan. Ballroom Al-Munawwara menjadi saksi bagaimana seluruh elemen kampus duduk bersama, mendengar arahan, menyampaikan pandangan, dan meneguhkan komitmen untuk bekerja lebih baik. Tidak ada jarak yang membatasi antara pimpinan, dosen, tendik, dan mahasiswa. Semua hadir dengan semangat keterbukaan, menyadari bahwa mutu kampus tidak bisa dibangun hanya oleh satu pihak, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama.

Ketua Badan Penyelenggara dalam penutupannya kembali mengingatkan bahwa pelayanan kepada mahasiswa adalah amanah. Beliau mengutip prinsip sederhana namun mendalam: kampus hidup dari dukungan mahasiswa. Artinya, keberlangsungan setiap program, pembangunan fasilitas, dan pencapaian prestasi tidak akan berarti tanpa kehadiran dan dukungan mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa harus merasakan bahwa kampus adalah rumah kedua mereka, tempat di mana mereka dihargai, dilayani dengan baik, dan didukung sepenuhnya untuk mengembangkan potensi.

Leadership Forum 25 September 2025 ini bukan sekadar rapat mingguan, melainkan momentum penting yang menegaskan arah perjalanan UMU Buton ke depan. Forum ini meneguhkan bahwa mutu bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Pelayanan bukanlah formalitas, melainkan hak mahasiswa. Kegiatan kemahasiswaan bukanlah tambahan, melainkan inti dari proses pembentukan karakter. Dan Level UP Tuesday bukanlah program sesaat, melainkan budaya organisasi yang harus terus hidup dalam denyut kampus.

Dari forum ini lahir harapan besar bahwa UMU Buton akan terus melangkah maju sebagai kampus yang humanis, religius, dan progresif. Mahasiswa akan terus tumbuh sebagai insan berilmu yang santun dan berjiwa kepemimpinan, dosen akan terus menginspirasi dengan keikhlasan, tendik akan terus melayani dengan sepenuh hati, dan pimpinan akan terus menakhodai dengan visi yang jelas. Semua ini hanya mungkin terjadi jika seluruh civitas akademika bersatu dalam budaya mutu, budaya melayani, dan budaya memperbaiki diri tanpa henti.

Dengan demikian, press release ini menjadi pengingat bahwa Rapat Kamisan atau Leadership Forum bukanlah rutinitas belaka, tetapi sebuah perjalanan filosofis untuk meneguhkan jati diri UMU Buton. Di dalamnya terkandung cita-cita besar untuk menghadirkan kampus sebagai ruang belajar yang nyaman, ruang hidup yang berkualitas, dan ruang pengabdian yang bermakna. Kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan manusia berakhlak mulia yang siap menghadirkan rahmat bagi semesta.

Editor, UMU Buton Muh Adil

Tags :
Bagikan :