ar
en
id

Bahasa:

MEMBANGUN MINDSET WIRAUSAHA

UMU Online – Dalam rangka memperkuat semangat kemandirian dan menumbuhkan pola pikir kewirausahaan di kalangan sivitas akademika, Universitas Muslim Buton menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum (Studium Generale) bertema “Entrepreneurship: How to Build The Mindset”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025, bertempat di Ballroom Al-Munawwara, Kampus Universitas Muslim Buton, dan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari dosen, pegawai, serta mahasiswa dari berbagai fakultas.

Acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. H. Sujiton, SE.,MM yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun pola pikir wirausaha sejak dini. “Kampus harus menjadi ruang tumbuhnya gagasan dan semangat kemandirian. Di era saat ini, pola pikir kewirausahaan bukan hanya milik pelaku bisnis, tetapi menjadi kebutuhan dasar setiap insan akademik untuk mampu bersaing, beradaptasi, dan menciptakan solusi atas berbagai tantangan zaman,” ungkap beliau.

Rektor juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, mental tangguh, dan jiwa kreatif yang siap menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja.

Kuliah umum kali ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr. Ir. H Badarudin, Rektor ITB Nobel Indonesia seorang tokoh akademik dan praktisi kewirausahaan yang telah berpengalaman dalam membangun ekosistem entrepreneurship di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya yang inspiratif, Dr. Ir. H Badarudin mengangkat pentingnya membentuk “entrepreneurial mindset”, yakni pola pikir yang melihat tantangan sebagai peluang, berani mencoba hal baru, dan tidak takut gagal. Menurut beliau, pola pikir seperti ini bisa dibangun melalui pendidikan karakter, pengalaman lapangan, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

“Wirausaha bukan hanya soal membuka usaha, tetapi bagaimana kita berpikir sebagai problem solver. Mahasiswa harus dilatih untuk peka terhadap masalah di sekitarnya dan menjadikannya peluang. Dunia tidak menunggu gelar, dunia menunggu kontribusi nyata,” tuturnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa membangun pola pikir wirausaha tidak bisa instan. Perlu proses pembelajaran yang berkelanjutan, dibarengi dengan pembiasaan berpikir kritis, inovatif, dan kolaboratif.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang menggugah semangat para mahasiswa. Banyak di antara mereka yang menyampaikan keresahan sekaligus harapan tentang bagaimana menjadi pribadi mandiri di tengah persaingan dunia kerja yang kian kompleks.

Para dosen dan pegawai pun menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan arah pengembangan kurikulum dan program soft skill kampus. UMU Buton telah berkomitmen membangun lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan karakter wirausaha melalui berbagai program unggulan, termasuk Pengusaha Mengajar, Entrepreneur Wanted Class, dan Kampus Mandiri Inovasi.

Dengan terlaksananya kuliah umum ini, UMU Buton berharap dapat terus melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara mental dan mampu bersaing secara global dengan bekal pola pikir kewirausahaan yang kuat.

Bagikan :