ar
en
id

Bahasa:

WORKSHOP DANA HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM)

UMU Online- Baubau, 10 Maret 2025 dalam upaya memperkuat budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat di Universitas Muslim Buton, sebuah Workshop Dana Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat telah sukses diselenggarakan. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UMU Buton Dr H. Sujiton, Wakil Rektor II Bapak Afuddin La Arua, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ibu Nurhayati, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Bapak Yusman Sutoyo yang telah mendapatkan hibah penelitian Dikti. Selain itu, turut hadir para kepala lembaga, dekan, ketua program studi, dan para dosen sebagai peserta utama dalam forum ini.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman civitas akademika terkait skema pendanaan hibah, strategi penyusunan proposal berkualitas, serta pengelolaan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara efektif. Dalam sambutannya, Rektor UMU Buton menekankan bahwa penelitian dan pengabdian merupakan pilar utama dalam pengembangan perguruan tinggi. Oleh karena itu, peningkatan partisipasi dosen dalam memperoleh hibah penelitian akan membawa dampak positif bagi institusi, mahasiswa, dan masyarakat luas.

Pada sesi pertama, Ketua LP2M Ibu Nurhayati menyampaikan pemaparan mengenai berbagai skema dan sumber pendanaan hibah yang tersedia. Beberapa sumber pendanaan yang dapat diakses oleh para dosen meliputi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui DRTPM, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), lembaga penelitian internasional serta organisasi non-pemerintah (NGO), serta peluang pendanaan melalui kerja sama dengan industri dan pemerintah daerah. Selain itu, jenis hibah yang dapat diajukan meliputi hibah penelitian dasar, terapan, pengembangan, dan disertasi, serta hibah pengabdian berbasis masyarakat dan berbasis kewirausahaan.

Sesi berikutnya diisi dengan paparan dari Dekan FEB, Bapak Yusman Sutoyo, yang berbagi pengalaman dalam mendapatkan hibah penelitian Dikti. Beliau menekankan bahwa penyusunan proposal yang berkualitas menjadi kunci utama dalam memperoleh hibah. Untuk itu, beberapa strategi yang harus diperhatikan antara lain memahami tema prioritas yang didanai, menyesuaikan proposal dengan format yang telah ditentukan, serta memilih topik penelitian atau PkM yang relevan dan berdampak luas. Proposal yang baik juga harus mencerminkan roadmap penelitian dosen atau program studi, memiliki luaran yang jelas seperti publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), atau inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam workshop ini, para peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya menyusun tim penelitian yang kompeten. Tim yang solid biasanya terdiri atas dosen berpengalaman, peneliti muda, serta mahasiswa dan mitra industri jika diperlukan. Selain itu, pemilihan metodologi yang kuat, didukung dengan kajian literatur yang terkini, menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas penelitian atau program pengabdian kepada masyarakat.

Sesi terakhir membahas aspek pengelolaan hibah, termasuk penyusunan anggaran yang realistis dan transparan. Ditekankan bahwa penggunaan dana harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh penyedia hibah. Dalam hal ini, perencanaan anggaran harus proporsional dengan kebutuhan penelitian atau PkM, serta menghindari pengeluaran yang tidak relevan. Selain itu, laporan pelaksanaan hibah harus disusun secara berkala dan sesuai dengan standar yang berlaku guna memastikan akuntabilitas dan keberlanjutan program penelitian dan pengabdian yang dilakukan.

Workshop ini ditutup dengan diskusi interaktif antara para peserta dan narasumber, di mana berbagai pertanyaan dan kendala yang dihadapi oleh dosen dalam mengajukan hibah ditanggapi secara konstruktif. Sebagai tindak lanjut, LP2M UMU Buton berkomitmen untuk mengadakan bimbingan teknis dan pendampingan bagi dosen yang ingin mengajukan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan jumlah proposal hibah yang diajukan dan diterima oleh dosen UMU Buton dapat meningkat secara signifikan. Hal ini akan mendukung visi universitas dalam menjadi pusat keunggulan akademik yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penelitian dan pengabdian yang inovatif serta aplikatif.

Tags :
Bagikan :